Buku besar bersama ini berfungsi sebagai lapisan orkestrasi yang aman yang menghubungkan buku besar simpanan tokenized milik masing-masing bank peserta . Arsitektur ini memungkinkan bank untuk memindahkan dana nasabah di luar jam perbankan tradisional — termasuk semalaman dan akhir pekan — sebelum menyelesaikan penyelesaian akhir melalui sistem pembayaran yang sudah ada . Yang terpenting, bank tetap mempertahankan standar kepatuhan, kredit, risiko, dan kontrol yang sudah tertanam dalam pemrosesan pembayaran mereka; buku besar ini tidak memotong prosedur pengamanan tersebut . Model ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi likuiditas global dan pengalaman nasabah tanpa mengorbankan persyaratan regulasi atau keamanan .
SWIFT bergerak dari pengumuman awal hingga kesiapan operasional dalam waktu sekitar sembilan bulan. Buku besar ini pertama kali diumumkan pada September 2025, dan SWIFT merancang serta membangun sistem ini dengan masukan dari lembaga keuangan internasional selama periode tersebut . Fase desain selesai pada 30 Maret 2026, di mana SWIFT mengonfirmasi bahwa mereka beralih ke pembangunan MVP (Minimum Viable Product), dengan transaksi langsung direncanakan sebelum akhir tahun 2026 . Pengumuman pada 9 Juli menandai bahwa buku besar kini siap untuk fase uji coba peluncuran terkendali . Buku besar ini dibangun di atas fondasi sumber terbuka (open-source) menggunakan arsitektur yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM) berdasarkan Hyperledger Besu .
Bank-bank berikut bersiap untuk melakukan uji coba transaksi langsung di buku besar ini, sebagaimana dikonfirmasi oleh siaran pers SWIFT dan laporan media :
| # | Bank | Benua / Wilayah |
|---|---|---|
| 1 | ANZ | Australia / Oseania |
| 2 | BNP Paribas | Eropa |
| 3 | BNY | Amerika Utara |
| 4 | Citi | Amerika Utara |
| 5 | DBS | Asia |
| 6 | First Abu Dhabi Bank (FAB) | Timur Tengah / Asia |
| 7 | FirstRand Bank Limited | Afrika |
| 8 | HSBC | Eropa / Global |
| 9 | Itaú Unibanco | Amerika Selatan |
| 10 | Lloyds Bank | Eropa |
| 11 | Mashreq | Timur Tengah / Asia |
| 12 | MUFG Bank | Asia |
| 13 | OCBC | Asia |
| 14 | Standard Chartered | Eropa / Global |
| 15 | UBS | Eropa |
| 16 | UOB | Asia |
| 17 | Wells Fargo | Amerika Utara |
Thierry Chilosi, Chief Business Officer SWIFT, mengatakan bahwa buku besar ini memperluas "kepercayaan dan stabilitas keuangan yang mapan ke dalam batas-batas baru uang digital," memungkinkan nilai yang telah di-tokenisasi untuk bergerak melintasi perbatasan "dengan kecepatan dan fleksibilitas yang diharapkan oleh perdagangan modern" sambil mempertahankan tingkat ketahanan, keamanan, dan kepatuhan yang tinggi. Ia menyoroti bahwa dukungan kuat dari bank "menunjukkan nilai praktis dari pendekatan ini" dan bahwa buku besar ini menciptakan "fondasi untuk inovasi masa depan di bidang-bidang seperti uang programmable (programmable money) dan perdagangan agen (agentic commerce)" .
Lisa Vasic, Managing Director Transaction Banking ANZ, mengatakan bahwa inisiatif buku besar digital SWIFT adalah "langkah penting dalam memajukan kemampuan pembayaran lintas batas secara real-time dan selalu aktif" dengan potensi besar untuk membantu nasabah memindahkan dana secara real-time dan mengelola likuiditas dengan lebih fleksibel .
Pierre Fersztand, Global Head of Cash Management, Payments, Trade Solutions and Factoring BNP Paribas, menyebutnya sebagai "tonggak penting dalam evolusi pembayaran lintas batas" dan menegaskan kembali komitmen BNP Paribas untuk "mengindustrialisasikan keuangan digital dalam skala besar" guna memberikan nilai terukur kepada nasabah korporat melalui transaksi yang lebih cepat, lebih transparan, dan lebih aman .
Debopama Sen, Head of Payments, Services Citi, mengatakan bahwa peluncuran ini mewakili "langkah penting menuju terwujudnya pembayaran dan likuiditas yang selalu aktif" dan bahwa memanfaatkan infrastruktur pesan inovatif berbasis blockchain SWIFT memungkinkan Citi untuk "menciptakan solusi pembayaran yang dapat saling beroperasi" dengan kecepatan, ketahanan, dan keamanan yang lebih baik .
Lim Soon Chong, Group Head of Global Transaction Services DBS, mencatat bahwa buku besar berbasis blockchain dan uang yang di-tokenisasi memungkinkan bank untuk memberikan "kecepatan, transparansi, dan likuiditas real-time yang lebih baik." Ia menekankan bahwa "kemampuan untuk saling beroperasi dengan jalur pembayaran yang ada dan penerapannya dalam kasus penggunaan dunia nyata akan menjadi sangat penting agar kemampuan ini dapat berkembang" .
Buku besar bersama ini berfungsi sebagai lapisan orkestrasi yang aman yang menghubungkan buku besar simpanan tokenized milik masing-masing bank peserta . Arsitektur ini memungkinkan bank untuk memindahkan dana nasabah di luar jam perbankan tradisional — termasuk semalaman dan akhir pekan — sebelum menyelesaikan penyelesaian akhir melalui sistem pembayaran yang sudah ada . Yang terpenting, bank tetap mempertahankan standar kepatuhan, kredit, risiko, dan kontrol yang sudah tertanam dalam pemrosesan pembayaran mereka; buku besar ini tidak memotong prosedur pengamanan tersebut . Model ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi likuiditas global dan pengalaman nasabah tanpa mengorbankan persyaratan regulasi atau keamanan .
SWIFT bergerak dari pengumuman awal hingga kesiapan operasional dalam waktu sekitar sembilan bulan. Buku besar ini pertama kali diumumkan pada September 2025, dan SWIFT merancang serta membangun sistem ini dengan masukan dari lembaga keuangan internasional selama periode tersebut . Fase desain selesai pada 30 Maret 2026, di mana SWIFT mengonfirmasi bahwa mereka beralih ke pembangunan MVP (Minimum Viable Product), dengan transaksi langsung direncanakan sebelum akhir tahun 2026 . Pengumuman pada 9 Juli menandai bahwa buku besar kini siap untuk fase uji coba peluncuran terkendali . Buku besar ini dibangun di atas fondasi sumber terbuka (open-source) menggunakan arsitektur yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM) berdasarkan Hyperledger Besu .
Bank-bank berikut bersiap untuk melakukan uji coba transaksi langsung di buku besar ini, sebagaimana dikonfirmasi oleh siaran pers SWIFT dan laporan media :
| # | Bank | Benua / Wilayah |
|---|---|---|
| 1 | ANZ | Australia / Oseania |
| 2 | BNP Paribas | Eropa |
| 3 | BNY | Amerika Utara |
| 4 | Citi | Amerika Utara |
| 5 | DBS | Asia |
| 6 | First Abu Dhabi Bank (FAB) | Timur Tengah / Asia |
| 7 | FirstRand Bank Limited | Afrika |
| 8 | HSBC | Eropa / Global |
| 9 | Itaú Unibanco | Amerika Selatan |
| 10 | Lloyds Bank | Eropa |
| 11 | Mashreq | Timur Tengah / Asia |
| 12 | MUFG Bank | Asia |
| 13 | OCBC | Asia |
| 14 | Standard Chartered | Eropa / Global |
| 15 | UBS | Eropa |
| 16 | UOB | Asia |
| 17 | Wells Fargo | Amerika Utara |
Thierry Chilosi, Chief Business Officer SWIFT, mengatakan bahwa buku besar ini memperluas "kepercayaan dan stabilitas keuangan yang mapan ke dalam batas-batas baru uang digital," memungkinkan nilai yang telah di-tokenisasi untuk bergerak melintasi perbatasan "dengan kecepatan dan fleksibilitas yang diharapkan oleh perdagangan modern" sambil mempertahankan tingkat ketahanan, keamanan, dan kepatuhan yang tinggi. Ia menyoroti bahwa dukungan kuat dari bank "menunjukkan nilai praktis dari pendekatan ini" dan bahwa buku besar ini menciptakan "fondasi untuk inovasi masa depan di bidang-bidang seperti uang programmable (programmable money) dan perdagangan agen (agentic commerce)" .
Lisa Vasic, Managing Director Transaction Banking ANZ, mengatakan bahwa inisiatif buku besar digital SWIFT adalah "langkah penting dalam memajukan kemampuan pembayaran lintas batas secara real-time dan selalu aktif" dengan potensi besar untuk membantu nasabah memindahkan dana secara real-time dan mengelola likuiditas dengan lebih fleksibel .
Pierre Fersztand, Global Head of Cash Management, Payments, Trade Solutions and Factoring BNP Paribas, menyebutnya sebagai "tonggak penting dalam evolusi pembayaran lintas batas" dan menegaskan kembali komitmen BNP Paribas untuk "mengindustrialisasikan keuangan digital dalam skala besar" guna memberikan nilai terukur kepada nasabah korporat melalui transaksi yang lebih cepat, lebih transparan, dan lebih aman .
Debopama Sen, Head of Payments, Services Citi, mengatakan bahwa peluncuran ini mewakili "langkah penting menuju terwujudnya pembayaran dan likuiditas yang selalu aktif" dan bahwa memanfaatkan infrastruktur pesan inovatif berbasis blockchain SWIFT memungkinkan Citi untuk "menciptakan solusi pembayaran yang dapat saling beroperasi" dengan kecepatan, ketahanan, dan keamanan yang lebih baik .
Lim Soon Chong, Group Head of Global Transaction Services DBS, mencatat bahwa buku besar berbasis blockchain dan uang yang di-tokenisasi memungkinkan bank untuk memberikan "kecepatan, transparansi, dan likuiditas real-time yang lebih baik." Ia menekankan bahwa "kemampuan untuk saling beroperasi dengan jalur pembayaran yang ada dan penerapannya dalam kasus penggunaan dunia nyata akan menjadi sangat penting agar kemampuan ini dapat berkembang" .