Namun, inflasi yang persisten disebut sebagai risiko utama. Jika inflasi memaksa The Fed melakukan siklus pengetatan, kasus bullish untuk emas akan melemah secara substansial R.
Bernstein menetapkan perkiraan harga tembaga 2026 di $12.419 per metrik ton, dengan rata-rata H2 2026 sebesar $11.750/t Z. Perkiraan ini sedikit di bawah estimasi konsensus sebesar $12.515/t Z.
Bernstein menaikkan target nikel 2026 menjadi $17.357 per metrik ton, dengan alasan pergeseran menuju pasar yang lebih seimbang setelah bertahun-tahun kelebihan pasokan.
Bernstein mempertahankan perkiraan aluminium 2026 tetap datar di $3.100 per metrik ton, meskipun kekhawatiran pasokan dari Selat Hormuz mereda.
Prospek Bernstein bukannya tanpa peringatan. Untuk emas, inflasi yang persisten tetap menjadi risiko utama: jika tekanan harga memaksa The Fed ke dalam siklus kenaikan suku bunga, tesis bullish akan runtuh R. Untuk tembaga, substitusi permintaan dan potensi penurunan penjualan kendaraan listrik dapat memoderasi harga di paruh kedua tahun ini I. Nikel menghadapi risiko kembali ke surplus jika persetujuan pasokan bijih Indonesia meningkat di akhir tahun 2026 E.