Di tahun 1996, Nvidia hanya punya waktu 30 hari sebelum kehabisan uang setelah gagal membuat chip grafis untuk konsol Sega Dreamcast. Alih alih menuntut, Sega justru membayar sisa kontrak senilai $5 juta dan mengubahnya menjadi investasi.
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What event is Nvidia CEO Jensen Huang traveling to Tokyo for in July 2026, what is the historical. Article summary: Here are the findings for each of your three questions based on available sources.. Topic tags: general, general web, news, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual eviden
Nvidia kini menjadi perusahaan semikonduktor paling berharga di dunia, dengan kapitalisasi pasar mencapai triliunan dolar berkat ledakan AI. Namun, pada pertengahan 1990-an, perusahaan tersebut hanya berjarak beberapa minggu dari kebangkrutan. Garis hidup yang menyelamatkannya datang dari sumber yang tak terduga: Sega, perusahaan game Jepang yang justru baru saja dikecewakan oleh Nvidia.
Inilah kisah tentang keputusan senilai $5 juta (setara sekitar Rp78 miliar dengan kurs saat ini) yang menyelamatkan Nvidia, mengapa keputusan itu penting hingga sekarang, dan apa yang diungkapkannya tentang kepemimpinan Jensen Huang.
Hanya tiga tahun setelah didirikan, Nvidia berjuang melawan lemahnya penjualan kartu grafis pertamanya dan upaya pengembangan yang gagal. Perusahaan berada "di ambang kehancuran" dan "30 hari lagi kehabisan uang tunai," menurut berbagai sumber .
Chip pertama Nvidia, NV1, gagal total di pasaran. Perusahaan bertaruh pada arsitektur rendering berbasis segi empat (quadrilateral) pada saat industri mulai menstandarisasi grafis berbasis segitiga (triangle) melalui Microsoft DirectX. Taruhan itu salah, dan Nvidia kehabisan waktu.
Sega telah mengontrak Nvidia untuk membuat prosesor grafis bagi konsol generasi berikutnya—yang kelak menjadi Sega Dreamcast. Proyek ini adalah peluang besar bagi startup muda tersebut, namun teknologinya tidak berjalan sesuai yang dijanjikan .
Jensen Huang, yang saat itu berusia 33 tahun, terbang ke Jepang untuk secara pribadi memberi tahu Sega bahwa proyek tersebut gagal. Menurut pengakuan Huang sendiri, dia memberitahu Sega bahwa konsol itu tidak akan berfungsi, peta jalan pengembangan (roadmap) sudah rusak, dan Sega harus mencari mitra lain . Itu adalah tindakan kejujuran yang brutal dan bisa saja menghancurkan perusahaannya sendiri.
Alih-alih membatalkan kontrak dan menuntut ganti rugi, eksekutif Sega, Shoichiro Irimajiri, membuat keputusan yang tak terduga. Dia mengotorisasi pembayaran sisa kontrak sebesar $5 juta, secara efektif mengubahnya menjadi investasi di Nvidia .
Irimajiri sebelumnya pernah bertemu Huang dan menyukainya. The Wall Street Journal kemudian menjuluki Irimajiri sebagai "pria berusia 84 tahun yang menyelamatkan Nvidia" . Banyak sumber mengonfirmasi bahwa tanpa suntikan dana tunai ini, Nvidia tidak akan bertahan
.
Huang sendiri pernah berkata: "Tanpa kemurahan hati Sega, Nvidia tidak akan ada di sini hari ini" .
Uang tunai itu memberi Nvidia ruang bernapas untuk berubah arah (pivot). Perusahaan membuang arsitektur segi empatnya, membangun kembali teknologi grafisnya di sekitar segitiga, dan meluncurkan RIVA 128 pada tahun 1997 . Chip itu sukses besar. Dua tahun kemudian, Nvidia merilis GeForce 256—GPU sejati pertama di dunia—dan perusahaan tersebut melantai di bursa saham pada tahun 1999
.
Sega mencairkan (cash out) saham Nvidia-nya setelah IPO, ketika nilai perusahaan sekitar $300 juta. Huang berkomentar, jika Sega menahan saham itu, nilainya akan mencapai lebih dari $1 triliun .
Penyelamatan oleh Sega ini sering dijadikan studi kasus tentang kepercayaan, integritas, dan pemikiran jangka panjang. Irimajiri memilih untuk mendukung sebuah startup yang baru saja mengakui kegagalannya, meskipun kontrak memberi Sega hak penuh untuk mundur. Kejujuran Huang—memberi tahu Sega tentang kebenaran yang tidak mengenakkan daripada mencoba menyembunyikan kegagalan—juga merupakan faktor penting dalam mendapatkan dana talangan itu.
Saat ini, kisah ini terdokumentasi dengan baik oleh Wall Street Journal, Tom's Hardware, dan berbagai media lainnya . Kisah ini berdiri sebagai salah satu tindakan kemurahan hati paling berpengaruh dalam sejarah teknologi.
Laporan terbaru dari Juni 2026 menunjukkan bahwa Jensen Huang mengunjungi Taiwan dan Korea Selatan tetapi melewatkan Jepang dalam perjalanan terbarunya ke Asia, yang memicu kecemasan di industri IT Tokyo . Belum ada pengumuman resmi mengenai penampilan Huang di Tokyo pada Juli 2026, dan tidak ada acara penggemar di Akihabara yang secara khusus merayakan kemitraan Nvidia-Sega yang telah dikonfirmasi secara publik
. Sega menjalankan acara lain—termasuk stan Anime Expo di Los Angeles dan kolaborasi kafe global dengan animate
—namun acara penggemar khusus Nvidia-Sega di Akihabara tampaknya belum terkonfirmasi hingga tulisan ini dibuat.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Di tahun 1996, Nvidia hanya punya waktu 30 hari sebelum kehabisan uang setelah gagal membuat chip grafis untuk konsol Sega Dreamcast.
Di tahun 1996, Nvidia hanya punya waktu 30 hari sebelum kehabisan uang setelah gagal membuat chip grafis untuk konsol Sega Dreamcast. Alih alih menuntut, Sega justru membayar sisa kontrak senilai $5 juta dan mengubahnya menjadi investasi.
Dana itu memberi Nvidia waktu untuk berputar arah, meluncurkan chip RIVA 128 yang sukses, dan akhirnya melahirkan GPU GeForce 256.