Jensen Huang, yang saat itu berusia 33 tahun, terbang ke Jepang untuk secara pribadi memberi tahu Sega bahwa proyek tersebut gagal. Menurut pengakuan Huang sendiri, dia memberitahu Sega bahwa konsol itu tidak akan berfungsi, peta jalan pengembangan (roadmap) sudah rusak, dan Sega harus mencari mitra lain . Itu adalah tindakan kejujuran yang brutal dan bisa saja menghancurkan perusahaannya sendiri.
Alih-alih membatalkan kontrak dan menuntut ganti rugi, eksekutif Sega, Shoichiro Irimajiri, membuat keputusan yang tak terduga. Dia mengotorisasi pembayaran sisa kontrak sebesar $5 juta, secara efektif mengubahnya menjadi investasi di Nvidia .
Irimajiri sebelumnya pernah bertemu Huang dan menyukainya. The Wall Street Journal kemudian menjuluki Irimajiri sebagai "pria berusia 84 tahun yang menyelamatkan Nvidia" . Banyak sumber mengonfirmasi bahwa tanpa suntikan dana tunai ini, Nvidia tidak akan bertahan
.
Uang tunai itu memberi Nvidia ruang bernapas untuk berubah arah (pivot). Perusahaan membuang arsitektur segi empatnya, membangun kembali teknologi grafisnya di sekitar segitiga, dan meluncurkan RIVA 128 pada tahun 1997 . Chip itu sukses besar. Dua tahun kemudian, Nvidia merilis GeForce 256—GPU sejati pertama di dunia—dan perusahaan tersebut melantai di bursa saham pada tahun 1999
.
Sega mencairkan (cash out) saham Nvidia-nya setelah IPO, ketika nilai perusahaan sekitar $300 juta. Huang berkomentar, jika Sega menahan saham itu, nilainya akan mencapai lebih dari $1 triliun .
Penyelamatan oleh Sega ini sering dijadikan studi kasus tentang kepercayaan, integritas, dan pemikiran jangka panjang. Irimajiri memilih untuk mendukung sebuah startup yang baru saja mengakui kegagalannya, meskipun kontrak memberi Sega hak penuh untuk mundur. Kejujuran Huang—memberi tahu Sega tentang kebenaran yang tidak mengenakkan daripada mencoba menyembunyikan kegagalan—juga merupakan faktor penting dalam mendapatkan dana talangan itu.
Saat ini, kisah ini terdokumentasi dengan baik oleh Wall Street Journal, Tom's Hardware, dan berbagai media lainnya . Kisah ini berdiri sebagai salah satu tindakan kemurahan hati paling berpengaruh dalam sejarah teknologi.
Laporan terbaru dari Juni 2026 menunjukkan bahwa Jensen Huang mengunjungi Taiwan dan Korea Selatan tetapi melewatkan Jepang dalam perjalanan terbarunya ke Asia, yang memicu kecemasan di industri IT Tokyo . Belum ada pengumuman resmi mengenai penampilan Huang di Tokyo pada Juli 2026, dan tidak ada acara penggemar di Akihabara yang secara khusus merayakan kemitraan Nvidia-Sega yang telah dikonfirmasi secara publik
. Sega menjalankan acara lain—termasuk stan Anime Expo di Los Angeles dan kolaborasi kafe global dengan animate
—namun acara penggemar khusus Nvidia-Sega di Akihabara tampaknya belum terkonfirmasi hingga tulisan ini dibuat.