"Ini pertama kalinya saya kembali. Senang bisa kembali ke Silverstone. Pada akhirnya saya adalah penggemar; Grand Prix Inggris sedang berlangsung dan saya tidak pernah melewatkan satu pun sejak 1993, jadi senang berada di sini."
Horner juga menyatakan ingin kembali ke Formula 1 bersama tim yang memiliki peluang untuk menang . Pernyataan itu membuat kehadirannya di paddock dibaca lebih dari sekadar kunjungan biasa, meski secara formal ia belum kembali bekerja untuk tim mana pun.
Kemunculannya bertepatan dengan pengumuman memoar pertamanya, Drive, yang dijadwalkan terbit pada akhir Oktober 2026 . Sejumlah media F1 pun langsung mengerumuninya, menjadikan kehadiran Horner salah satu topik utama sepanjang akhir pekan balapan .
Red Bull memberhentikan Horner dari posisi team principal dan CEO pada 9 Juli 2025, tiga hari setelah Grand Prix Inggris 2025 . Kepergiannya baru difinalisasi secara resmi pada September 2025 . Red Bull tidak mengungkapkan alasan pemecatan tersebut dalam pengumuman resminya.
Di bawah kepemimpinan Horner, Red Bull meraih delapan gelar juara dunia pembalap, enam gelar konstruktor, serta 124 kemenangan Grand Prix . Ia memimpin tim itu sejak Red Bull memasuki Formula 1 pada 2005, sehingga kepergiannya menutup masa kerja selama dua dekade.
Besaran penyelesaian kontrak Horner dengan Red Bull tidak pernah diumumkan secara resmi dan laporan media memiliki angka yang berbeda:
Perbedaan tersebut kemungkinan berkaitan dengan cara perhitungan yang berbeda, termasuk apakah angka yang diberitakan merupakan nilai sebelum atau sesudah pajak, serta apakah bonus dan potensi penghasilan di masa depan ikut dimasukkan.
Satu hal yang penting bagi rencana comeback Horner adalah adanya klausul non-kompetisi selama 10 bulan dalam kesepakatan tersebut. Klausul ini disebut telah berakhir pada akhir April 2026, sehingga tidak lagi menghalanginya untuk kembali ke lingkungan Formula 1 .
Daripada langsung kembali sebagai team principal, Horner tampaknya mengejar jalur kepemilikan. Pada Januari 2026, Alpine mengonfirmasi bahwa ia menjadi bagian dari konsorsium yang tertarik membeli saham 24% milik perusahaan investasi asal Amerika Serikat, Otro Capital .
Flavio Briatore, penasihat eksekutif Alpine, juga mengakui ketertarikan Horner. Namun, transaksi tersebut tetap membutuhkan persetujuan Renault, pemegang saham mayoritas Alpine .
Kesepakatan itu belum berjalan mulus. Dokumen perusahaan Alpine mengindikasikan Otro Capital mungkin tidak dapat menjual sahamnya sebelum September 2026. Bahkan setelah periode tersebut berakhir, penjualan kepada pihak eksternal masih memerlukan persetujuan Renault .
Persaingan juga bertambah setelah Mercedes mengajukan tawaran untuk saham 24% yang sama . Laporan terbaru memperkirakan tawaran-tawaran tersebut menilai Alpine sekitar £2,5 miliar, sehingga saham 24% itu berpotensi bernilai sekitar £600 juta .
Bagi Horner, kepemilikan saham minoritas dapat menjadi cara untuk tetap berada di paddock dan membangun pengaruh tanpa langsung memegang jabatan operasional. Namun, hingga GP Inggris 2026, belum ada pengumuman bahwa ia berhasil memperoleh saham tersebut.
Reuters melaporkan pada Mei 2026 bahwa Horner telah berbicara dengan BYD, produsen kendaraan listrik asal China, meski belum ada kesepakatan final .
Pembicaraan itu kemudian memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan tim Formula 1 ke-12 yang didukung BYD dan melibatkan Horner. Akan tetapi, bukti yang tersedia belum menunjukkan adanya proposal konkret atau pengajuan resmi kepada FIA untuk proyek tersebut. Karena itu, gagasan tim baru tersebut masih berada pada tahap spekulasi.
Nama Horner juga berulang kali dikaitkan dengan Aston Martin . Ia bahkan disebut masuk dalam pembicaraan mengenai sejumlah tim, termasuk Aston Martin, Ferrari, dan Alpine. Namun, sampai Juli 2026, ia belum bergabung dengan tim mana pun dalam kapasitas operasional .
Dengan demikian, kemunculannya di Silverstone tidak menandakan bahwa ia telah mengambil posisi baru. Kehadiran itu lebih tepat dipahami sebagai kembalinya Horner ke ruang publik F1 setelah masa pembatasan kontraknya berakhir.
Sejumlah laporan menjelang GP Inggris 2026 menyebut Horner diundang ke Silverstone oleh Formula 1 dan FIA . Presiden FIA juga dilaporkan menyatakan bahwa Horner "akan kembali" ke Formula 1. Namun, pencarian terhadap sumber yang tersedia tidak menemukan kutipan langsung yang memuat frasa persis tersebut.
Undangan untuk menghadiri balapan memang menunjukkan bahwa Horner diterima kembali sebagai tamu di paddock, tetapi hal itu belum sama dengan dukungan resmi terhadap kesepakatan kerja atau proyek tertentu.
Christian Horner kini sudah kembali terlihat di paddock F1 dan tidak lagi terikat klausul non-kompetisi. Ia dilaporkan menerima penyelesaian kontrak dari Red Bull dalam kisaran £75 juta hingga £80 juta, meski angka pastinya tidak dipublikasikan.
Alpine merupakan jalur comeback yang paling nyata karena Horner telah dikonfirmasi sebagai bagian dari konsorsium yang berminat membeli 24% saham tim tersebut. Namun, pembelian itu menghadapi batasan hingga September 2026, persetujuan Renault, dan persaingan dari Mercedes.
Pembicaraan dengan BYD serta rumor tentang Aston Martin juga belum menghasilkan kesepakatan. Jadi, hingga GP Inggris 2026, Horner memang kembali ke paddock—tetapi belum resmi kembali ke Formula 1 dalam jabatan apa pun.