Dalam transaksi ini, ADB berperan sebagai pemberi pinjaman sekaligus pengatur utama. HDBank menjadi penerima pinjaman dan penyalur dana, sementara Standard Chartered Bank (Singapore) Limited bertindak sebagai pengatur bersama. Sebanyak 29 bank komersial turut menyediakan pembiayaan sindikasi .
UMKM merupakan bagian penting dari perekonomian Vietnam. Data yang dirangkum ADB dan sumber terkait menunjukkan bahwa UMKM mencakup lebih dari 97% seluruh perusahaan di negara tersebut, menyumbang sekitar 36% lapangan kerja, serta berkontribusi sekitar 40% terhadap produk domestik bruto (PDB) .
Namun, besarnya peran UMKM belum selalu diikuti akses yang memadai ke pembiayaan formal. Banyak pelaku usaha menghadapi kendala berupa keterbatasan agunan dan riwayat kredit. Hambatan ini cenderung lebih berat bagi bisnis yang dimiliki atau dipimpin perempuan karena adanya keterbatasan agunan, literasi keuangan, serta persepsi risiko yang kurang menguntungkan dari perbankan .
Karena itu, ketentuan minimal 40% untuk WMSME menjadi elemen penting dalam kesepakatan ini. Alokasi tersebut dirancang untuk membantu mempersempit kesenjangan akses pembiayaan dan memberi lebih banyak ruang bagi bisnis milik perempuan untuk tumbuh.
Selain pembiayaan, ADB akan memberikan bantuan teknis pendampingan kepada HDBank. Bantuan ini akan mendukung pengembangan produk keuangan yang sesuai kebutuhan UMKM, mendorong pembiayaan inklusif, dan membantu pertumbuhan usaha yang berkelanjutan .
Dengan demikian, kerja sama ini tidak hanya menambah likuiditas untuk penyaluran kredit. HDBank juga akan memperoleh dukungan untuk memperkuat cara bank merancang dan menyalurkan produk keuangan bagi segmen usaha yang belum banyak terjangkau.
Kesepakatan ADB-HDBank merupakan bagian dari upaya ADB memobilisasi modal swasta untuk memperluas pembiayaan inklusif di kawasan Asia dan Pasifik. Direktur Negara ADB untuk Vietnam, Shantanu Chakraborty, menekankan pentingnya peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM bagi kelanjutan pembangunan ekonomi Vietnam .
Kerja sama ini juga sejalan dengan Strategi Pembangunan Sosial-Ekonomi Vietnam 2021–2030, yang menargetkan lebih dari 2 juta perusahaan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi .