Samsung Display resmi menghentikan proyek layar G VR, panel micro OLED murah untuk Apple Vision Pro, dengan penghentian penuh pada September 2026. Langkah ini diambil setelah Apple membatalkan pengembangan headset murah Vision Air (N100) dan beralih fokus ke kacamata pintar bertenaga AI.
Keputusan Samsung Display untuk menghentikan proyek panel micro-OLED G-VR berbasis kaca adalah sinyal paling jelas bahwa Apple telah beralih dari lini produk Vision Pro. Kisah di balik langkah rantai pasokan ini menjelaskan perubahan strategi besar Apple, masa depan headsetnya yang tidak menentu, dan bagaimana Samsung justru berlari kencang dalam perlombaan mixed-reality.
Samsung Display telah menghentikan pengembangan panel G-VR, dengan penghentian total direncanakan pada September 2026 . G-VR adalah alternatif yang lebih murah dari layar OLEDoS berbasis silikon yang digunakan di Vision Pro saat ini. Panel ini menggunakan substrat kaca, bukan silikon, mencapai sekitar 1.600–1.700 PPI (sekitar setengah dari 3.386 PPI Vision Pro), dan tidak pernah dijadwalkan untuk produksi massal sebelum 2028
.
Penyebab utamanya sederhana: Apple sendiri berhenti mengejar headset murah yang seharusnya menggunakan panel tersebut. Headset itu, dengan nama kode N100 dan dikenal luas sebagai Vision Air, adalah rencana Apple untuk perangkat mixed-reality yang lebih terjangkau. Tanpa pelanggan, Samsung Display tidak punya alasan untuk melanjutkan pengembangan panel tersebut .
Yang penting, pembatalan ini mencerminkan keputusan bisnis, bukan kegagalan teknis. Samsung Display tetap melanjutkan riset dan pengembangan OLEDoS untuk perangkat mixed-reality mereka sendiri .
Pembatalan G-VR adalah efek hilir dari perubahan haluan yang jauh lebih besar di Apple.
Kuo menjelaskan, "Saya pikir menghapus lini Vision Pro adalah keputusan yang tepat, karena Apple mengalihkan sumber daya ke kacamata pintar yang memiliki potensi pasar massal yang lebih besar" .
Berdasarkan angka, IDC memperkirakan Apple menjual sekitar 390.000 unit Vision Pro pada tahun 2024, tetapi hanya sekitar 45.000 unit pada Q4 2025 . Luxshare secara efektif menghentikan produksi sejak awal 2025
.
Samsung secara signifikan lebih aktif di ruang ini:
IDC memperkirakan bahwa "kacamata tanpa layar" (kacamata pintar audio AI) akan dikirim sekitar 13,6 juta unit pada tahun 2026 dan tumbuh menjadi 27,3 juta pada tahun 2030 (CAGR 18,9%). Headset mixed-reality (Quest, dll.) diperkirakan akan tumbuh lebih lambat, dari 3,2 juta unit pada tahun 2026 menjadi 10,4 juta pada tahun 2030 . Baik Apple maupun Samsung menyelaraskan strategi mereka dengan pergeseran ini menuju kacamata yang lebih ringan dan lebih murah daripada headset premium.
Intinya: Samsung Display menghentikan G-VR karena Apple sendiri menghentikan Vision Air yang murah. Perubahan haluan Apple di bawah CEO baru Ternus adalah untuk meninggalkan sekuel Vision Pro sepenuhnya dan mengejar kacamata pintar AI mulai tahun 2027. Vision Pro saat ini (M5) berada dalam kondisi kritis dengan produksi yang dipangkas. Sebaliknya, Samsung sudah memiliki headset kompetitif di pasar dan meluncurkan berbagai model kacamata pintar pada tahun 2026, menempatkannya sebagai pemain yang lebih agresif dalam mixed-reality hingga akhir dekade ini.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Samsung Display resmi menghentikan proyek layar G VR, panel micro OLED murah untuk Apple Vision Pro, dengan penghentian penuh pada September 2026.
Samsung Display resmi menghentikan proyek layar G VR, panel micro OLED murah untuk Apple Vision Pro, dengan penghentian penuh pada September 2026. Langkah ini diambil setelah Apple membatalkan pengembangan headset murah Vision Air (N100) dan beralih fokus ke kacamata pintar bertenaga AI.
Apple dikabarkan telah menghentikan produksi Vision Pro 2 dan Vision Air. CEO baru John Ternus memprioritaskan pengembangan kacamata pintar.