Namun di tengah situasi ini, Apple justru berhasil melawan arus. Perusahaan berbasis di Cupertino itu mengirimkan 6,7 juta unit Mac pada Q2 2026 — naik 10,1% year-on-year — dan menggenceng pangsa pasar globalnya menjadi 9,9% . Perbedaan yang mencolok ini memunculkan pertanyaan krusial: apa yang salah dengan vendor PC lain, dan apa yang dilakukan Apple secara berbeda?
Akar masalahnya adalah lonjakan tajam dan berkelanjutan pada biaya DRAM, 3D NAND, dan SSD. Permintaan dari sektor AI telah menyedot kapasitas produksi memori, menciptakan krisis pasokan yang mengguncang seluruh rantai pasok PC . Gartner memperkirakan harga gabungan DRAM dan SSD akan melonjak 130% pada akhir tahun 2026 .
Omdia melaporkan bahwa harga memori dan penyimpanan naik setidaknya 60% hanya dalam Q1 2026, dengan kenaikan lebih lanjut diperkirakan akan terus terjadi sepanjang tahun . IDC mencatat bahwa para produsen telah menaikkan harga jual rata-rata dan mengurangi produksi sebagai respons terhadap kelangkaan komponen—secara langsung menekan jumlah pengiriman unit .
Pasar PC sebenarnya sudah mulai melambat setelah gelombang pemulihan multi-kuartal yang didorong oleh penyegaran komersial Windows 11 dan peningkatan untuk kerja hibrida . Vendor-vendor besar memajukan pengiriman di akhir tahun 2025 untuk mengantisipasi kenaikan harga yang akan datang, yang justru memperparah efek 'mabuk' di Q2 2026 .
Pada Q4 2025, merek dan pembeli menimbun stok sebelum kenaikan biaya memori yang diperkirakan, secara artifisial meningkatkan pengiriman . Efek penimbunan ini berarti Q2 2026 menghadapi tidak hanya harga yang lebih tinggi tetapi juga permintaan yang lebih lemah, karena saluran distribusi sudah jenuh.
Apple mengirimkan 6,7 juta Mac pada Q2 2026, meningkat 10,1% year-on-year, menjadikannya satu-satunya vendor besar yang menonjol . Sementara itu, Lenovo (-2,1%), HP (-9,0%), dan Dell (-5,0%) semuanya mengalami penurunan pengiriman .
Lini MacBook Neo yang baru dirilis disebut-sebut sebagai katalis utama. Produk ini menarik minat konsumen dan pembeli korporat berkat kombinasi performa Apple Silicon dan harga yang kompetitif dibandingkan PC Windows yang harganya terus merangkak naik .
Kinerja Apple di Q2 dibangun di atas kuartal pertama yang kuat. IDC melaporkan pangsa pasar PC global Apple mencapai 9,5% di Q1 2026 (naik 40 basis poin year-on-year), dengan pertumbuhan pengiriman sebesar 9,1% . Gartner bahkan memperkirakan pertumbuhan Q1 yang lebih kuat, yakni 12,7%, dengan Apple memegang pangsa global 10,6% . Omdia mencatat pertumbuhan Mac sebesar 10,7% di Q1 .
Apple tidak terlalu terpengaruh oleh kejutan harga komponen karena chip Apple Silicon buatannya menggunakan arsitektur memori terpadu yang sebagian melindunginya dari pasar DRAM spot . Rantai pasok Apple juga telah mengamankan kontrak memori jangka panjang yang lebih baik, sehingga biayanya lebih stabil .
Ketiga firma analis terkemuka sepakat bahwa krisis memori adalah pendorong utama penurunan ini dan pemulihan yang berarti diperkirakan baru akan terjadi setidaknya hingga akhir tahun 2027.
IDC:
Gartner:
Omdia:
Omdia juga mencatat bahwa dampaknya secara konsisten terjadi di seluruh kategori produk: desktop diperkirakan turun 10% menjadi 53 juta unit, sementara notebook dan workstation akan mengalami penurunan dengan skala serupa .
Namun di tengah situasi ini, Apple justru berhasil melawan arus. Perusahaan berbasis di Cupertino itu mengirimkan 6,7 juta unit Mac pada Q2 2026 — naik 10,1% year-on-year — dan menggenceng pangsa pasar globalnya menjadi 9,9% . Perbedaan yang mencolok ini memunculkan pertanyaan krusial: apa yang salah dengan vendor PC lain, dan apa yang dilakukan Apple secara berbeda?
Akar masalahnya adalah lonjakan tajam dan berkelanjutan pada biaya DRAM, 3D NAND, dan SSD. Permintaan dari sektor AI telah menyedot kapasitas produksi memori, menciptakan krisis pasokan yang mengguncang seluruh rantai pasok PC . Gartner memperkirakan harga gabungan DRAM dan SSD akan melonjak 130% pada akhir tahun 2026 .
Omdia melaporkan bahwa harga memori dan penyimpanan naik setidaknya 60% hanya dalam Q1 2026, dengan kenaikan lebih lanjut diperkirakan akan terus terjadi sepanjang tahun . IDC mencatat bahwa para produsen telah menaikkan harga jual rata-rata dan mengurangi produksi sebagai respons terhadap kelangkaan komponen—secara langsung menekan jumlah pengiriman unit .
Pasar PC sebenarnya sudah mulai melambat setelah gelombang pemulihan multi-kuartal yang didorong oleh penyegaran komersial Windows 11 dan peningkatan untuk kerja hibrida . Vendor-vendor besar memajukan pengiriman di akhir tahun 2025 untuk mengantisipasi kenaikan harga yang akan datang, yang justru memperparah efek 'mabuk' di Q2 2026 .
Pada Q4 2025, merek dan pembeli menimbun stok sebelum kenaikan biaya memori yang diperkirakan, secara artifisial meningkatkan pengiriman . Efek penimbunan ini berarti Q2 2026 menghadapi tidak hanya harga yang lebih tinggi tetapi juga permintaan yang lebih lemah, karena saluran distribusi sudah jenuh.
Apple mengirimkan 6,7 juta Mac pada Q2 2026, meningkat 10,1% year-on-year, menjadikannya satu-satunya vendor besar yang menonjol . Sementara itu, Lenovo (-2,1%), HP (-9,0%), dan Dell (-5,0%) semuanya mengalami penurunan pengiriman .
Lini MacBook Neo yang baru dirilis disebut-sebut sebagai katalis utama. Produk ini menarik minat konsumen dan pembeli korporat berkat kombinasi performa Apple Silicon dan harga yang kompetitif dibandingkan PC Windows yang harganya terus merangkak naik .
Kinerja Apple di Q2 dibangun di atas kuartal pertama yang kuat. IDC melaporkan pangsa pasar PC global Apple mencapai 9,5% di Q1 2026 (naik 40 basis poin year-on-year), dengan pertumbuhan pengiriman sebesar 9,1% . Gartner bahkan memperkirakan pertumbuhan Q1 yang lebih kuat, yakni 12,7%, dengan Apple memegang pangsa global 10,6% . Omdia mencatat pertumbuhan Mac sebesar 10,7% di Q1 .
Apple tidak terlalu terpengaruh oleh kejutan harga komponen karena chip Apple Silicon buatannya menggunakan arsitektur memori terpadu yang sebagian melindunginya dari pasar DRAM spot . Rantai pasok Apple juga telah mengamankan kontrak memori jangka panjang yang lebih baik, sehingga biayanya lebih stabil .
Ketiga firma analis terkemuka sepakat bahwa krisis memori adalah pendorong utama penurunan ini dan pemulihan yang berarti diperkirakan baru akan terjadi setidaknya hingga akhir tahun 2027.
IDC:
Gartner:
Omdia:
Omdia juga mencatat bahwa dampaknya secara konsisten terjadi di seluruh kategori produk: desktop diperkirakan turun 10% menjadi 53 juta unit, sementara notebook dan workstation akan mengalami penurunan dengan skala serupa .