Sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat pada 2 Juli 2026, dua drone memasuki kompleks Kedutaan Besar Rusia di Stockholm . Menurut pernyataan kedutaan:
Tidak ada korban luka yang dilaporkan . Duta Besar Rusia untuk Swedia, Sergei Belyaev, menyebutnya sebagai "upaya yang disengaja untuk mengintimidasi diplomat Rusia" . Misi Rusia menggambarkan insiden itu sebagai "bukan sekadar provokasi, tetapi upaya terang-terangan untuk mengintimidasi" stafnya .
Empat hari setelah insiden, pada Senin, 6 Juli 2026, Rusia memanggil Duta Besar Swedia Kristina Johansson ke Kementerian Luar Negeri . Kementerian Luar Negeri Rusia menuduh Swedia gagal melindungi keamanan kedutaan, dan mengingatkan Swedia akan kewajibannya berdasarkan Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik . Moskow menuntut Swedia untuk "mengidentifikasi pelaku di balik serangan sistematis terhadap misi asing Rusia" dan mencegah insiden serupa di masa depan .
Polisi Swedia menyelidiki insiden 2 Juli sebagai vandalisme dan pelanggaran hukum penerbangan (crime against aviation law) . Petugas merespons lokasi kejadian di Kungsholmen, Stockholm, tetapi tidak dapat menemukan pilot drone . Seorang juru bicara polisi mengonfirmasi tidak ada penangkapan yang dilakukan dan tidak ada tersangka yang teridentifikasi . Otoritas Swedia tidak mengklasifikasikan peristiwa ini sebagai serangan teroris atau tindakan agresi langsung, melainkan sebagai kejahatan ringan dan pelanggaran wilayah udara.
Insiden 2 Juli 2026 adalah yang terbaru dari serangkaian penyusupan drone berulang yang menargetkan situs diplomatik Rusia di Swedia. Insiden terdokumentasi meliputi:
| Tanggal | Target | Detail |
|---|---|---|
| 29 Nov 2024 | Kedutaan Rusia, Stockholm | Drone terbang di atas kedutaan dan menjatuhkan cat ke halaman. Tidak ada tersangka teridentifikasi . |
| 25 Mei 2025 | Kedutaan Rusia, Stockholm | Rusia mengeluarkan nota protes setelah serangan drone lainnya di kedutaan . |
| 7 Juli 2025 | Misi Dagang Rusia, Stockholm | Kuasa Usaha Swedia dipanggil terkait serangan drone di misi dagang . |
| 8 Juli 2025 | Situs diplomatik Rusia, Stockholm | Rusia memanggil diplomat Swedia atas "serangan sistematis" . |
| 8 Nov 2025 | Vila Delegasi Dagang Rusia, Lidingö | Drone menjatuhkan cat dan zat lengket yang tidak diketahui ke vila . |
| 2 Juli 2026 | Kedutaan Rusia, Stockholm | Dua drone: satu menjatuhkan cat merah, satu membawa bom palsu . |
Di setiap insiden, operator drone tidak teridentifikasi dan tidak ada penangkapan yang dilakukan . Rusia secara konsisten menuduh otoritas Swedia gagal menyelidiki atau mencegah penyusupan ini . Kedutaan Rusia melaporkan lebih dari 25 insiden terkait drone dalam dua tahun sebelumnya .
Secara terpisah, pada musim semi dan musim panas 2026, Rusia berulang kali membuat klaim yang tidak berdasar bahwa negara-negara Baltik—Latvia, Lituania, dan Estonia—secara sengaja menyediakan koridor udara bagi drone Ukraina untuk menyerang wilayah Rusia.
Apa yang sebenarnya terjadi: Menurut laporan dari Reuters, AP, dan BBC, drone jarak jauh Ukraina yang diluncurkan untuk menyerang target di dalam Rusia secara tidak sengaja hanyut ke wilayah udara Baltik karena gangguan GPS dan peperangan elektronik Rusia—bukan karena izin yang disengaja dari negara Baltik . Ukraina menyatakan penyesalan atas penyusupan yang tidak disengaja ini . Konrad Adenauer Foundation mencatat bahwa mengingat Ukraina meluncurkan ratusan drone jarak jauh ke arah Rusia barat laut, jumlah penyimpangan tidak disengaja ke wilayah udara Baltik relatif kecil .
Pemanggilan Duta Besar Swedia pada 6 Juli 2026 adalah respons langsung terhadap serangan drone pada 2 Juli, di mana dua drone—satu membawa cat merah, satu lagi bom tiruan—memasuki kompleks Kedutaan Rusia. Swedia menyelidiki insiden itu sebagai vandalisme dan pelanggaran hukum penerbangan, bukan sebagai terorisme. Peristiwa ini cocok dengan pola yang diketahui dari penyusupan drone berulang dan belum terpecahkan di situs diplomatik Rusia di Swedia sejak akhir 2024. Tuduhan simultan Rusia bahwa negara Baltik mengizinkan wilayah udara mereka digunakan untuk serangan drone Ukraina telah dibantah oleh ketiga pemerintah Baltik dan Ukraina, dan bertentangan dengan laporan bahwa penyusupan drone itu tidak disengaja, disebabkan oleh peperangan elektronik Rusia.