55.000 pemain meminta refund untuk game Paddle Paddle Paddle di Steam meskipun memberikan ulasan positif, menyebabkan developer solo Mateo Covic rugi sekitar Rp2,5 miliar — karena game tersebut hanya butuh 1,5 jam unt... Game ini mempertahankan rating positif 89–90% (Very Positive) namun mengalami tingkat refund hin...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What circumstances led indie developer Mateo Covic (Zoroarts) to call on Valve to reform Steam's. Article summary: Here is the full fact-checked breakdown of the situation.. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
Pada Juli 2025, seorang pengembang indie solo bernama Mateo Covic (dengan nama studio Zoroarts) meluncurkan game kooperatif bergenre 'rage game' berjudul Paddle Paddle Paddle di Steam . Game ini adalah permainan rintangan kano untuk dua pemain di mana setiap pemain mengontrol satu dayung, melewati lahar dan duri dengan kontrol yang sengaja dibuat kikuk — jenis gameplay kooperatif kacau yang dengan cepat menjadi sensasi di kalangan streamer
. Game ini sukses: terjual dengan baik, dimainkan streamer, dan mendapat rating positif 89–90% ('Very Positive' di Steam)
.
Namun, Covic menyadari ada yang tidak beres. Pemain menyelesaikan game, menikmatinya, meninggalkan ulasan positif, dan kemudian langsung meminta refund penuh . Beberapa laporan mengutip ulasan pengguna yang intinya berbunyi, "Game ini bagus! (Dimainkan 1 jam 40 menit — refund)"
. Studio Covic mengatakan mereka menerima 'puluhan' catatan refund serupa di mana pemain secara terbuka menyombongkan diri telah menyelesaikan game sebelum meminta refund
. Developer menyebut situasi ini 'tidak bisa diterima' dalam sebuah unggahan di X (dulu Twitter)
.
Zoroarts awalnya memperkirakan total waktu bermain game sekitar 4 jam — demo 40 menit ditambah sekitar 3,5 jam konten penuh . Namun kenyataannya, sebagian besar pemain menyelesaikan seluruh game dalam sekitar 1,5 jam
. Developer mengakui ini adalah kesalahan perhitungan: waktu penyelesaian pemain sebenarnya jauh lebih rendah dari perkiraan
.
Waktu penyelesaian 1,5 jam ini menempatkan game tepat di dalam jendela refund Steam, yang mengizinkan pembelian apa pun untuk direfund dengan alasan apa pun jika diminta dalam waktu 14 hari dan game telah dimainkan kurang dari 2 jam . Kebijakan ini, yang dirancang sebagai perlindungan konsumen, secara tidak sengaja menciptakan celah bagi game berdurasi pendek: pemain bisa menikmati seluruh produk secara gratis dan tetap meninggalkan ulasan positif.
Skala kerugiannya sangat signifikan bagi seorang developer solo. Covic mengungkapkan bahwa game tersebut menerima lebih dari 55.000 permintaan refund, mewakili 21% dari seluruh pembeli . Sebagai konteks, game indie rata-rata di Steam kehilangan 10–15% dari penjualan unit kotor karena refund — tingkat refund 21% jauh di atas tolok ukur tersebut
.
Dalam unggahan publiknya, Covic menulis bahwa situasi ini 'seharusnya tidak diizinkan' dan meminta Valve untuk merevisi kebijakan refund sehingga game yang telah sepenuhnya selesai dimainkan (beaten) tidak lagi memenuhi syarat untuk refund . Argumen utamanya: kebijakan yang dimaksudkan untuk melindungi konsumen dari membeli game yang tidak mereka sukai, malah menghukum developer yang menciptakan pengalaman pendek dan berkualitas tinggi dengan secara efektif membiarkan pemain mengonsumsi seluruh produk secara gratis
.
Covic bukanlah developer indie pertama yang menyuarakan kekhawatiran ini. Masalah serupa telah dilaporkan oleh studio-studio kecil lainnya selama bertahun-tahun, meskipun Valve belum melakukan perubahan substansial pada kebijakan tersebut . Covic mencatat bahwa Steam baru-baru ini menunjukkan 'sikap yang lebih aktif dan bijaksana' dalam tata kelola platform, dan dia berharap Valve dapat mengidentifikasi dan menambal celah yang dieksploitasi ini sebelum lebih banyak tim kecil mengalami kerugian serupa
.
Kasus Paddle Paddle Paddle menyoroti masalah struktural dalam sistem refund Steam untuk game berdurasi pendek. Ambang batas waktu bermain 2 jam, meskipun murah hati untuk game AAA, bisa menjadi beban bagi game indie yang dirancang untuk menjadi ringkas, dapat dimainkan ulang, atau berfokus pada pengalaman. Paradoksnya adalah game pendek berkualitas tinggi dengan rating bagus sangat rentan — pemain menikmatinya cukup untuk meninggalkan ulasan positif tetapi masih bisa secara sah mengklaim refund.
Bagi developer yang mempertimbangkan game berdurasi pendek di Steam, implikasinya jelas: desain waktu bermain telah menjadi faktor risiko finansial. Game yang bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 2 jam mungkin melihat tingkat refund jauh di atas rata-rata platform, terlepas dari kualitas atau kepuasan pemain. Beberapa developer telah merespons dengan menambahkan konten tambahan, memperpanjang waktu bermain, atau merestrukturisasi game mereka untuk mendorong penyelesaian melewati batas 2 jam — meskipun itu mungkin bertentangan dengan visi kreatif mereka.
| Metrik | Angka |
|---|---|
| Tanggal rilis game | 25 Juli 2025 |
| Harga dasar | $4,99 / 499 JPY |
| Total refund | ~55.000 |
| Tingkat refund | ~21% |
| Rating ulasan Steam | ~89–90% positif |
| Waktu bermain aktual untuk menamatkan | ~1,5 jam |
| Perkiraan waktu bermain yang diinginkan developer | ~4 jam |
| Perkiraan pendapatan kotor yang hilang | |
| Usulan developer | Kecualikan game yang sudah selesai dari kelayakan refund |
Hingga laporan ini dibuat, Valve belum menanggapi secara publik seruan Covic untuk reformasi . Namun perdebatan — yang sudah kembali menyala di kalangan pengembang indie — kemungkinan tidak akan mereda. Bagi para kreator game pendek, pesannya gamblang: kualitas game Anda saja mungkin tidak cukup untuk melindungi pendapatan Anda jika pemain dapat menghabiskannya dalam jendela refund. Dan bagi Valve, pertanyaannya adalah apakah kebijakan yang dirancang untuk melindungi konsumen perlu diperbarui untuk juga melindungi tim-tim kecil yang membuat ekosistem Steam begitu beragam.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
55.000 pemain meminta refund untuk game Paddle Paddle Paddle di Steam meskipun memberikan ulasan positif, menyebabkan developer solo Mateo Covic rugi sekitar Rp2,5 miliar — karena game tersebut hanya butuh 1,5 jam unt...
55.000 pemain meminta refund untuk game Paddle Paddle Paddle di Steam meskipun memberikan ulasan positif, menyebabkan developer solo Mateo Covic rugi sekitar Rp2,5 miliar — karena game tersebut hanya butuh 1,5 jam unt... Game ini mempertahankan rating positif 89–90% (Very Positive) namun mengalami tingkat refund hingga 21%, sebuah kontradiksi yang dimungkinkan oleh kebijakan refund Steam saat ini.
Covic secara terbuka meminta Valve untuk merevisi kebijakan refund agar game yang sudah selesai dimainkan (beaten) tidak lagi memenuhi syarat untuk refund, dengan alasan aturan saat ini merugikan developer game indie...