Max Verstappen terlempar ke gravel pada lap ke 48 GP Inggris 2026 setelah sayap belakang RB22 kembali gagal berfungsi, seperti yang terjadi di Austria sepekan sebelumnya [1][3][33]. Verstappen menyebut kegagalan berulang itu "sangat berbahaya" dan mengaku beruntung bisa lolos tanpa cedera dalam dua insiden tersebut...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for How did Max Verstappen react to his British Grand Prix crash caused by a second consecutive Red B. Article summary: Here is the fact-checked summary based on reporting from the 2026 British Grand Prix at Silverstone.. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not
Musim 2026 Max Verstappen mencapai titik terendah baru di Silverstone. Saat mengejar Ferrari milik Lewis Hamilton untuk posisi kedua, pembalap Red Bull itu kehilangan kendali di tikungan cepat Stowe pada lap ke-48 dan berakhir di gravel BA.
Insiden tersebut bukan sekadar kegagalan finis (DNF). Kerusakan itu terjadi hanya sepekan setelah masalah serupa menghentikan laju Verstappen dalam sesi kualifikasi GP Austria BS. Dalam dua akhir pekan berturut-turut, komponen yang sama membuat peluangnya meraih hasil besar menguap.
Menurut penjelasan Verstappen, sayap belakang RB22 tidak menutup atau menempel sempurna ketika ia memasuki tikungan. Akibatnya, mobil kehilangan banyak daya tekan (downforce) secara mendadak dan langsung berputar AA.
"Seperti di Austria. Bisa dibilang titik kerusakannya berbeda, tetapi hasilnya sama. Saat berbelok ke tikungan, sayap belakang tidak menempel sepenuhnya. Anda kehilangan banyak downforce dan mobil langsung berputar keluar lintasan," ujar Verstappen AA.
Red Bull kemudian mengonfirmasi bahwa kegagalan sayap belakang memang menjadi penyebab kecelakaan di Silverstone S.
Kemarahan Verstappen langsung terdengar melalui radio tim. Setelah mobilnya terhenti di gravel, ia melontarkan umpatan dan menyalahkan mobilnya:
"Saya terjebak, kawan. Persetan dengan mobil ini, sungguh tidak masuk akal. Persetan dengan ini." SHS
Nada frustrasinya menjadi lebih serius setelah ia keluar dari kokpit. Kepada BBC, Verstappen menyebut kegagalan yang berulang itu "sangat berbahaya". Ia mengatakan dirinya beruntung bisa lolos tanpa cedera di Austria maupun di Inggris B.
"Saya beruntung di Austria, saya beruntung di sini. Karena itu Anda benar-benar muak dengan masalah ini," katanya B.
Verstappen juga mengisyaratkan bahwa ia sedang tidak berminat melanjutkan pembicaraan dengan Red Bull. Menurut motorsport.com, sikap itu menunjukkan bahwa kekhawatirannya setelah insiden di Austria belum ditangani dengan memadai AS. BBC melaporkan bahwa ia merasa tim seharusnya sudah memperbaiki masalah tersebut setelah kegagalan pertama—dan menganggap kejadian kedua tidak dapat diterima di level Formula 1 B.
DNF di Austria dan Inggris membuat Verstappen turun ke posisi ketujuh klasemen pembalap setelah sembilan dari 22 seri musim 2026. Berikut tujuh besar klasemen setelah GP Inggris berdasarkan sejumlah laporan pascabalapan ISCER:
| Posisi | Pembalap | Tim | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | Kimi Antonelli | Mercedes | 179 |
| 2 | George Russell | Mercedes | 154 |
| 3 | Lewis Hamilton | Ferrari | 147 |
| 4 | Charles Leclerc | Ferrari | 108 |
| 5 | Lando Norris | McLaren | 97 |
| 6 | Oscar Piastri | McLaren | 82 |
| 7 | Max Verstappen | Red Bull | 76 |
Verstappen kini tertinggal 103 poin dari Antonelli IS. Dengan 13 balapan tersisa, mengejar ketertinggalan sebesar itu akan sangat sulit—terutama jika persoalan reliabilitas mendasar pada mobil Red Bull belum terselesaikan.
Kepala tim Red Bull, Laurent Mekies, menyampaikan permintaan maaf kepada Verstappen. Ia juga mengonfirmasi bahwa kecelakaan tersebut secara langsung disebabkan oleh kegagalan sayap belakang untuk kali kedua secara beruntun S. Mekies mengakui adanya masalah yang berulang dan menyatakan bahwa tim sedang menyelidiki akar penyebabnya BS.
Laporan yang beredar menyebut Red Bull mempertimbangkan desain ulang atau penggantian mekanisme sayap belakang sebelum seri berikutnya. Menggunakan spesifikasi yang sama untuk akhir pekan ketiga dinilai membawa risiko keselamatan yang tidak dapat diterima setelah dua kegagalan di kecepatan tinggi BS.
Sumber BBC menyebut Mekies memprioritaskan perbaikan struktural pada sistem penggerak DRS atau mekanisme penutup sayap agar kegagalan serupa tidak terulang B. Namun, belum jelas apakah solusi permanen akan siap untuk seri berikutnya di Belgia, atau Red Bull harus kembali memakai spesifikasi sayap yang lebih lama sebagai langkah sementara.
Mekies, yang mengambil alih Red Bull Racing setelah Christian Horner diberhentikan pada Juli 2025, dikenal menekankan latar belakang teknisnya sejak memimpin tim E. Ia juga mengawasi upaya untuk memperkuat proses kerja dan membuat tim lebih responsif terhadap masukan pembalap NC.
Kini, kecepatan Red Bull dalam menemukan solusi akan menentukan dua hal sekaligus: apakah musim Verstappen masih bisa diselamatkan dan apakah tim mampu mencegah kegagalan berbahaya yang ketiga.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Max Verstappen terlempar ke gravel pada lap ke 48 GP Inggris 2026 setelah sayap belakang RB22 kembali gagal berfungsi, seperti yang terjadi di Austria sepekan sebelumnya [1][3][33].
Max Verstappen terlempar ke gravel pada lap ke 48 GP Inggris 2026 setelah sayap belakang RB22 kembali gagal berfungsi, seperti yang terjadi di Austria sepekan sebelumnya [1][3][33]. Verstappen menyebut kegagalan berulang itu "sangat berbahaya" dan mengaku beruntung bisa lolos tanpa cedera dalam dua insiden tersebut [1].
Setelah GP Inggris, Verstappen berada di posisi ketujuh klasemen dengan 76 poin—tertinggal 103 poin dari pemimpin, Kimi Antonelli [46][47][50].