Coinbase mengonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki penyebab sistem AI mengirimkan notifikasi palsu ini. Hingga artikel ini ditulis, belum ada pengumuman mengenai penghentian sementara notifikasi otomatis terkait olahraga, dan penyebab utama kesalahan ini juga masih belum diungkap ke publik .
Ini bukan kali pertama Armstrong harus meminta maaf soal notifikasi. Pada Maret 2026, dia menyalahkan 'bug' pada sistem penargetan (targeting bug) yang membuat pengguna dibanjiri notifikasi berlebihan tentang bursa prediksi March Madness (turnamen bola basket kampus AS) . Saat itu, dia berkata: "Sepertinya ada bug pada penargetan untuk notifikasi push ini — sedang diperbaiki sekarang. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, dan terima kasih sudah melaporkannya"
.
Insiden notifikasi Piala Dunia ini adalah contoh sempurna dari 'halusinasi AI'. Sistem ini menghasilkan narasi yang percaya diri, detail, namun sepenuhnya salah. Para kritikus berargumen, jika AI bisa mengarang skor pertandingan, bukan tidak mungkin sistem yang sama bisa menghasilkan sinyal menyesatkan tentang pergerakan harga kripto, peristiwa pasar, atau kondisi trading. Ini jelas menggerogoti kepercayaan terhadap alat-alat berbasis AI yang ditawarkan Coinbase .
Coinbase belakangan ini gencar mengembangkan prediction market (pasar prediksi) melalui kemitraan dengan Kalshi, sebuah platform yang memungkinkan pengguna bertaruh pada hasil dari berbagai peristiwa dunia nyata, termasuk hasil olahraga . Fitur ini diluncurkan pada Januari 2026
.
Perusahaan juga mengotomatisasi banyak lini bisnis dengan AI, mulai dari pengembangan perangkat lunak hingga notifikasi untuk pengguna . Sayangnya, notifikasi Piala Dunia palsu ini adalah kegagalan besar kedua dalam waktu lima bulan, setelah 'bug' pada Maret 2026 yang membanjiri pengguna dengan taruhan basket
.
Dengan puluhan juta pengguna di seluruh dunia, notifikasi push palsu dari Coinbase bisa menyebarkan informasi yang salah ke khalayak yang sangat luas sebelum ada kesempatan untuk melakukan koreksi. Kejadian ini kembali menyoroti satu pertanyaan krusial: apakah sistem pengaman Coinbase sudah sebanding dengan kecepatan mereka dalam mengadopsi AI?
Respons sang CEO yang hanya 'sedang diperiksa' menunjukkan pendekatan yang reaktif, bukan preventif. Jika digabungkan dengan insiden notifikasi spam di bulan Maret, polanya jelas: Coinbase sepertinya lebih terburu-buru untuk meluncurkan fitur AI dan pasar prediksi daripada memperkuat sistem jaminan kualitas dan verifikasi konten .
Coinbase bahkan secara aktif memposisikan diri sebagai "akun keuangan untuk AI" (financial account for AI), dengan meluncurkan fitur seperti Coinbase for agents dan Coinbase Advisor yang mengintegrasikan AI langsung ke dalam aplikasi . Ini membuat keandalan konten AI menjadi isu yang semakin krusial.
Hingga awal Juli 2026, Coinbase belum mengungkapkan sistem AI spesifik mana yang menghasilkan notifikasi palsu itu, bagaimana kesalahan itu bisa terjadi, atau perubahan apa yang akan mereka lakukan untuk mencegahnya terulang. Investigasi masih terus berjalan .
Yang jelas, bagi para pengguna, insiden ini adalah pengingat keras: konten yang dibuat oleh AI di aplikasi finansial — bahkan dari platform yang sudah tepercaya sekalipun — belum bisa langsung diterima begitu saja tanpa verifikasi independen.