Salah satu gebrakan terbesar di RoboCup 2026 adalah debut Humanoid Soccer League (HSL), yang merupakan penggabungan dari Humanoid League dan Standard Platform League . Liga baru ini terbagi menjadi tiga divisi: Small, Middle, dan Large, berdasarkan tinggi dan berat robot
.
Puncak acara yang paling menyita perhatian adalah pertandingan 11 lawan 11 robot humanoid untuk pertama kalinya. Federasi RoboCup mengkonfirmasi momen bersejarah ini pada 5 Juli 2026, dengan pernyataan bahwa "untuk pertama kalinya, dua tim penuh robot humanoid memainkan pertandingan sepak bola 11 lawan 11, membawa salah satu visi jangka panjang robotika paling ambisius semakin dekat dengan kenyataan" .
Di divisi menengah, tim B-Human—gabungan dari University of Bremen dan DFKI—tampil dominan dengan memenangkan semua pertandingan dengan selisih gol mencapai +35 pada hari kedua . Rekor pertandingan B-Human di Incheon menunjukkan performa luar biasa, termasuk kemenangan 10-1 atas Rhoban, 9-0 atas CAU Mountain & Sea, dan 10-0 atas RoboRoos
. Meski demikian, sumber yang ada belum secara eksplisit mengonfirmasi bahwa B-Human-lah yang memenangkan pertandingan spesifik 11 lawan 11 yang dilaporkan Federasi.
Robot humanoid Booster T1 dan K1 buatan perusahaan China, Booster Robotics, digunakan oleh banyak tim papan atas di RoboCup 2026. Tsinghua Hephaestus menggunakan robot Booster T1 saat kampanye juara mereka di tahun 2025 . Tim BahiaRT juga mengakuisisi robot Booster T1 untuk kompetisi 2026
.
B-Human sendiri menggunakan robot Booster K1 setinggi 37 inci—dengan 22 derajat kebebasan dan prosesor NVIDIA Jetson Orin NX—untuk memenangkan divisi Middle dan Large di RoboCup German Open 2026, yang menjadi pemanasan sebelum kejuaraan dunia .
Namun, bukti yang ada belum cukup untuk mengonfirmasi dominasi penuh hardware Booster Robotics di semua divisi pada RoboCup 2026 Incheon. Belum ada data komprehensif yang menunjukkan penggunaan hardware di semua tim.
Keberhasilan Tsinghua Hephaestus di tahun 2025 di Brasil menjadi sejarah pertama kalinya tim China memenangkan kategori tertinggi robot humanoid dewasa . Sukses mempertahankan gelar di 2026 dengan mengalahkan sesama tim China di final menunjukkan kebangkitan pesat program robotika di China. Berbagai media internasional menyoroti ini sebagai terobosan bersejarah bagi robotika China di panggung global
.
Tujuan utama RoboCup adalah menurunkan tim robot humanoid otonom yang mampu mengalahkan juara Piala Dunia FIFA pada tahun 2050 . RoboCup 2026 di Incheon yang diikuti 2.879 peserta dari 364 tim dan 45 negara
menunjukkan akselerasi kemajuan global di bidang ini.
Peluncuran Humanoid Soccer League yang terstruktur dengan format pertandingan yang lebih kompleks merupakan langkah strategis menuju visi tersebut . Pertandingan 11 lawan 11 yang pertama kali digelar menjadi bukti bahwa koordinasi multi-agen dalam tim penuh kini sudah memungkinkan dalam kondisi nyata
.
Keberhasilan tim seperti B-Human—yang menggunakan perangkat keras identik—menunjukkan bahwa inovasi pada software AI otonom, bukan hanya hardware, menjadi faktor pembeda utama menuju permainan yang sepenuhnya otonom .
RoboCup 2026 di Incheon berhasil memenuhi janjinya. Tsinghua Hephaestus mengukuhkan dinasti mereka. Laga 11 lawan 11 pertama membawa visi 2050 semakin dekat. Liga HSL yang baru lahir menyediakan panggung yang lebih adil dan terukur untuk kemajuan robotika. Untuk sebuah kompetisi yang berawal dari robot kecil yang berjalan sempoyongan, RoboCup 2026 menunjukkan bahwa mimpi melihat robot humanoid otonom bermain sepak bola kelas dunia bukan lagi fiksi ilmiah, melainkan peta jalan rekayasa yang semakin terbukti.