Wang Chun, salah satu pendiri F2Pool — kolam penambangan Bitcoin terbesar keempat di dunia — telah melakukan aksi besar-besaran yang membuat para analis pasar kripto di Indonesia dan dunia ikut bergidik. Sejak akhir Mei 2026, ia telah memindahkan dana senilai lebih dari $220 juta (sekitar Rp3,5 triliun) dari bursa kripto Binance
. Bukan sekadar pindah, strategi yang dijalankannya sangat terukur dan kompleks, menggabungkan akumulasi, perdagangan, dan pertanian hasil (yield farming) di dunia keuangan terdesentralisasi (DeFi)
.
Pada 2 Juli 2026, Wang Chun menyetorkan 16.842 ETH ($26,87 juta) dan 60 WBTC ($3,61 juta) ke Binance, total sekitar $30,48 juta . Sekilas, setoran ke bursa sering diartikan sebagai persiapan untuk menjual. Namun, analis on-chain dari Onchain Lens dan BlockBeats menilai langkah ini harus dilihat dalam konteks yang lebih besar. Ini adalah aksi ambil untung sebagian (partial profit-taking) atau penyeimbangan portofolio, bukan pembalikan strategi akumulasinya
. Jumlah yang disetorkan hanya sekitar 18% dari total aset yang telah dia tarik sebelumnya
.
Inilah bagian yang paling menarik. Antara 26 Mei dan 28 Juni 2026, dompet Wang Chun secara kumulatif menarik 91.945 ETH ($159,9 juta) dan 973 WBTC ($60,72 juta) dari Binance . Harga rata-rata masuknya (average entry price) diperkirakan sekitar $1.749 per ETH dan $62.418 per WBTC
. Para analis menafsirkan ini sebagai aksi membeli saat harga jatuh (dip-buying) yang sangat strategis, terutama setelah harga ETH jatuh di bawah $1.700 pada awal Juni
.
Berikut adalah beberapa tanggal penarikan kunci:
Yang membedakan langkah Wang Chun dari paus kripto lainnya adalah ia tidak hanya menyimpan aset yang ditarik. Ia langsung merutekan aset-aset tersebut ke dalam protokol pinjaman DeFi untuk mendapatkan imbal hasil pasif . Ini adalah ciri khas paus kripto yang sangat percaya diri (bullish conviction), bukan karena takut
.
Pendekatan multi-platform ini (penarikan dari CEX → setoran ke DeFi → yield farming → sesekali setor kembali ke CEX) adalah ciri khas manajer portofolio yang aktif dan canggih, bukan sekadar akumulator atau penjual .
Wang Chun mendirikan F2Pool, yang merupakan salah satu kolam penambangan Bitcoin tertua dan terbesar di dunia . Sebagai orang dalam di industri pertambangan dan infrastruktur kripto, aktivitas dompetnya dianggap memiliki keunggulan informasi. Para penambang seringkali memiliki visibilitas unik terhadap fundamental jaringan, biaya perangkat keras, dan aliran modal. Pergerakannya menunjukkan bahwa ia melihat nilai pada ETH di level di bawah $1.700 dan bersedia mengunci ratusan juta dolar di protokol DeFi untuk mendapatkan imbal hasil dari keyakinan itu
.
Gambaran bersih sejak akhir Mei masih sangat condong ke arah akumulasi . Bagi para trader dan analis di Indonesia, ini adalah contoh buku teks tentang bagaimana orang dalam kripto yang canggih mengelola posisi besar di bursa terpusat dan keuangan terdesentralisasi.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Wang Chun, co founder F2Pool, menarik total 91.945 ETH ($159,9 juta) dan 973 WBTC ($60,72 juta) dari Binance antara 26 Mei hingga 28 Juni 2026, menandakan strategi akumulasi agresif saat harga ETH turun di bawah $1.70...
Wang Chun, co founder F2Pool, menarik total 91.945 ETH ($159,9 juta) dan 973 WBTC ($60,72 juta) dari Binance antara 26 Mei hingga 28 Juni 2026, menandakan strategi akumulasi agresif saat harga ETH turun di bawah $1.70... Alih alih menyimpan aset begitu saja, ia menyetorkan mayoritas ETH dan seluruh WBTC ke protokol pinjaman DeFi seperti Spark dan Aave untuk mendapatkan imbal hasil pasif.
Pada 2 Juli 2026, ia menyetorkan kembali 16.842 ETH dan 60 WBTC (total $30,48 juta) ke Binance.
| Biaya dasar yang jelas untuk mengevaluasi keuntungan/kerugian yang belum terealisasi |