Pasar spot telah mencatat penjualan bersih selama 15 bulan berturut-turut untuk altcoin (di luar BTC dan ETH) . Laporan sebelumnya pada Februari 2026 sudah menunjukkan 13 bulan berturut-turut dengan angka -$209 miliar, artinya rentetan arus keluar ini terus berlanjut dan semakin dalam hingga pertengahan 2026 . Pada 3 Juli, data CryptoQuant menunjukkan tekanan jual telah bergerak di bawah level ekstrem lima tahun yang tercatat pada Juni, menandakan bahwa pendarahan ini masih berlangsung .
Menurut analisis CoinSpot, sekitar 82,1% dari aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar berakhir turun pada Juni 2026, meskipun rata-rata hasil kelompok secara formal tetap positif karena beberapa outlier . SignalPlus membenarkan hal ini, mencatat bahwa angka 82% ini mengonfirmasi kelemahan yang meluas, bukan rotasi sesaat .
Dominasi Bitcoin naik dari sekitar 52–53% di awal 2026 menjadi sekitar 58% pada Juni, menandakan rotasi modal yang terus-menerus keluar dari altcoin dan masuk ke BTC . Pada 30 Juni, dominasi BTC berada di 55,51% ; pada 4 Juli, menjadi 55,72% . Lebih awal di bulan Juni, sempat memuncak di dekat 58%, menurut analisis Ziro Market dan Phemex .
Indeks Altcoin Season dari CoinMarketCap — yang mengukur berapa banyak dari 100 altcoin teratas yang mengungguli Bitcoin dalam 90 hari — berada di 46–48/100 pada awal hingga pertengahan Juni 2026, jauh di bawah ambang batas 75/100 yang diperlukan untuk mendeklarasikan musim altcoin . Bahkan hingga 4 Juli, indeks ini baru pulih ke 56/100, masih kokoh di wilayah Bitcoin Season .
Banyak sumber yang melaporkan analisis IT Tech dari CryptoQuant menekankan bahwa sifat struktural dari aksi jual ini — 15 bulan penjualan bersih terus-menerus — berarti pasar membutuhkan pembalikan yang tegas dalam ketidakseimbangan pembeli versus penjual di pasar spot sebelum pemulihan berkelanjutan dapat terjadi . Tekanan jual ini disebabkan oleh lemahnya permintaan ritel, rotasi ke imbal hasil stablecoin, dan arus keluar yang terus-menerus dari pasar spot altcoin . CEO CryptoQuant juga berkomentar bahwa meskipun "altcoin tidak mati," era altcoin yang hanya mengandalkan narasi mungkin sudah berakhir, memperkuat bahwa modal sekarang sangat selektif .
Ringkasan: Setiap indikator — kesenjangan kumulatif -$209 miliar, 15+ bulan penjualan bersih, 82% dari 100 altcoin teratas di zona merah, dominasi Bitcoin mendekati 58%, dan Altcoin Season Index yang macet jauh di bawah 75 — mengonfirmasi rezim altcoin yang sangat bearish. Analis di CryptoQuant menilai bahwa tanpa pembalikan yang jelas dalam dinamika pembeli versus penjual di pasar spot, pemulihan altcoin yang berkelanjutan tidak mungkin terjadi.
Pasar spot telah mencatat penjualan bersih selama 15 bulan berturut-turut untuk altcoin (di luar BTC dan ETH) . Laporan sebelumnya pada Februari 2026 sudah menunjukkan 13 bulan berturut-turut dengan angka -$209 miliar, artinya rentetan arus keluar ini terus berlanjut dan semakin dalam hingga pertengahan 2026 . Pada 3 Juli, data CryptoQuant menunjukkan tekanan jual telah bergerak di bawah level ekstrem lima tahun yang tercatat pada Juni, menandakan bahwa pendarahan ini masih berlangsung .
Menurut analisis CoinSpot, sekitar 82,1% dari aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar berakhir turun pada Juni 2026, meskipun rata-rata hasil kelompok secara formal tetap positif karena beberapa outlier . SignalPlus membenarkan hal ini, mencatat bahwa angka 82% ini mengonfirmasi kelemahan yang meluas, bukan rotasi sesaat .
Dominasi Bitcoin naik dari sekitar 52–53% di awal 2026 menjadi sekitar 58% pada Juni, menandakan rotasi modal yang terus-menerus keluar dari altcoin dan masuk ke BTC . Pada 30 Juni, dominasi BTC berada di 55,51% ; pada 4 Juli, menjadi 55,72% . Lebih awal di bulan Juni, sempat memuncak di dekat 58%, menurut analisis Ziro Market dan Phemex .
Indeks Altcoin Season dari CoinMarketCap — yang mengukur berapa banyak dari 100 altcoin teratas yang mengungguli Bitcoin dalam 90 hari — berada di 46–48/100 pada awal hingga pertengahan Juni 2026, jauh di bawah ambang batas 75/100 yang diperlukan untuk mendeklarasikan musim altcoin . Bahkan hingga 4 Juli, indeks ini baru pulih ke 56/100, masih kokoh di wilayah Bitcoin Season .
Banyak sumber yang melaporkan analisis IT Tech dari CryptoQuant menekankan bahwa sifat struktural dari aksi jual ini — 15 bulan penjualan bersih terus-menerus — berarti pasar membutuhkan pembalikan yang tegas dalam ketidakseimbangan pembeli versus penjual di pasar spot sebelum pemulihan berkelanjutan dapat terjadi . Tekanan jual ini disebabkan oleh lemahnya permintaan ritel, rotasi ke imbal hasil stablecoin, dan arus keluar yang terus-menerus dari pasar spot altcoin . CEO CryptoQuant juga berkomentar bahwa meskipun "altcoin tidak mati," era altcoin yang hanya mengandalkan narasi mungkin sudah berakhir, memperkuat bahwa modal sekarang sangat selektif .
Ringkasan: Setiap indikator — kesenjangan kumulatif -$209 miliar, 15+ bulan penjualan bersih, 82% dari 100 altcoin teratas di zona merah, dominasi Bitcoin mendekati 58%, dan Altcoin Season Index yang macet jauh di bawah 75 — mengonfirmasi rezim altcoin yang sangat bearish. Analis di CryptoQuant menilai bahwa tanpa pembalikan yang jelas dalam dinamika pembeli versus penjual di pasar spot, pemulihan altcoin yang berkelanjutan tidak mungkin terjadi.