Samsung Electronics, Dunamu, Shinhan Financial Group, dan 11 perusahaan Korea lainnya secara terbuka membantah telah menyetujui kemitraan dengan konsorsium stablecoin OUSD milik Open Standard. Perusahaan perusahaan tersebut menyatakan tidak pernah memberikan persetujuan dan mengetahui pencantuman nama mereka hanya d...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for How did major South Korean companies including Samsung Electronics, Dunamu, Shinhan Financial Gro. Article summary: Here is the full fact‑checked account based on current Korean and crypto‑industry reporting.. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual ev
Ketika konsorsium stablecoin Open Standard meluncurkan token Open USD (OUSD) yang dipatok ke dolar AS pada 30 Juni 2026, mereka mengumumkan daftar mitra yang terdiri dari lebih dari 140 perusahaan global, termasuk 13 perusahaan Korea Selatan terkemuka . Namun, dalam hitungan hari, daftar tersebut hancur berantakan.
Samsung Electronics, Dunamu (operator bursa Upbit), Shinhan Financial Group, dan perusahaan Korea lainnya secara terbuka membantah telah setuju untuk bergabung dalam proyek tersebut. Insiden ini, yang diperkuat oleh kritik dari CEO Circle Jeremy Allaire dan serangan pedas dari penasihat Tether Gabor Gurbacs, memunculkan pertanyaan serius tentang kredibilitas klaim Open Standard mengenai dukungan institusional yang luas.
Dalam pengumuman awal Open Standard, disebutkan 13 partisipan asal Korea, termasuk Samsung Electronics, Dunamu, Shinhan Financial Group, Hanwha Group, KB Kookmin Card, Samsung Card, KakaoBank, Kbank, Hyundai Card, dan lainnya . Namun, menurut berbagai laporan media Korea yang diterbitkan pada 3 Juli, banyak dari perusahaan-perusahaan ini menyatakan bahwa mereka tidak pernah secara resmi setuju untuk berpartisipasi.
Pada 3 Juli, pembantahan datang dari cukup banyak perusahaan yang disebutkan sehingga media Korea menggambarkan situasi ini sebagai krisis kredibilitas bagi Open Standard . Episode ini diliput secara luas sebagai tuduhan bahwa konsorsium tersebut "memalsukan kemitraan stablecoin utama"
.
Gabor Gurbacs, seorang penasihat strategis untuk VanEck dan Tether , tidak mengeluarkan pernyataan yang secara spesifik menyebut OUSD. Namun, pada 29–30 Juni 2026 — tepat pada saat kontroversi OUSD pecah — ia memposting kritik luas terhadap partisipan "yang sangat tidak serius" di dunia kripto yang "meniru dan menjual produk murahan serta narasi basi"
. Mengingat waktu yang bertepatan dan pola kemitraan yang dibesar-besarkan, para pengamat industri menafsirkan ini sebagai sindiran terselubung terhadap taktik Open Standard, meskipun Gurbacs tidak menyebut OUSD secara langsung.
Jeremy Allaire merespons pada 1 Juli 2026. Ia menyambut OUSD sebagai pesaing tetapi mempertanyakan apakah model tata kelola konsorsium dapat mempertahankan pertumbuhan jangka panjang, dengan alasan bahwa stablecoin membutuhkan rekam jejak integrasi, likuiditas, dan kepatuhan regulasi selama satu dekade .
Allaire merujuk pada data Artemis yang menunjukkan USDC memproses hampir 80% transaksi stablecoin on-chain, secara implisit menyatakan bahwa klaim OUSD tentang dukungan luas tidak sesuai dengan posisi kompetitifnya yang sebenarnya . Nada bicaranya diplomatis, tetapi substansinya — yang mempertanyakan daya tahan model konsorsium — merusak narasi bahwa daftar institusi Open Standard saja sudah membuat OUSD menjadi ancaman besar. Saham Circle (CRCL) turun lebih dari 12% hingga 16% pada hari-hari setelah pengumuman tersebut
.
Intinya: Klaim Open Standard tentang dukungan institusional yang luas telah dirusak secara substansial. Pembantahan dari perusahaan Korea menunjukkan bahwa daftar mitra tidak dapat diandalkan, dan reaksi dari para pemain industri memperkuat pandangan bahwa klaim konsorsium melampaui kenyataan.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Samsung Electronics, Dunamu, Shinhan Financial Group, dan 11 perusahaan Korea lainnya secara terbuka membantah telah menyetujui kemitraan dengan konsorsium stablecoin OUSD milik Open Standard.
Samsung Electronics, Dunamu, Shinhan Financial Group, dan 11 perusahaan Korea lainnya secara terbuka membantah telah menyetujui kemitraan dengan konsorsium stablecoin OUSD milik Open Standard. Perusahaan perusahaan tersebut menyatakan tidak pernah memberikan persetujuan dan mengetahui pencantuman nama mereka hanya dari pemberitaan media, memicu krisis kredibilitas yang meluas.
CEO Circle (USDC) Jeremy Allaire meragukan model tata kelola konsorsium OUSD, sementara penasihat Tether Gabor Gurbacs mengkritik 'aktor yang tidak serius' di industri kripto yang dianggap selaras dengan praktik Open...