Nvidia Tak Lagi Jual Chip Saja: Kini Bagi Hasil dengan Perusahaan AI Cloud, Bangun Pabrik GPU Raksasa di Australia dan Indonesia
Nvidia meluncurkan model bagi hasil dengan penyedia AI cloud: GPU diberikan di muka, sebagai gantinya Nvidia mendapat bagian dari pendapatan cloud selama bertahun tahun. Model ini membiayai perusahaan AI cloud kecil yang tak sanggup beli GPU mahal, membantu Nvidia menjangkau pasar di luar raksasa cloud seperti AWS d...
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-FlashGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Nvidia meluncurkan model bagi hasil dengan penyedia AI cloud: GPU diberikan di muka, sebagai gantinya Nvidia mendapat bagian dari pendapatan cloud selama bertahun tahun.
Model ini membiayai perusahaan AI cloud kecil yang tak sanggup beli GPU mahal, membantu Nvidia menjangkau pasar di luar raksasa cloud seperti AWS dan Azure.
Sharon AI (NASDAQ: SHAZ) mendapat pendanaan hingga US$4,88 miliar untuk 40.000 GPU GB300 di Australia, sementara Firmus Technologies bangun kampus 360 MW di Batam, Indonesia dengan 170.000 GPU dan potensi pendapatan U...
Search & fact-check with cited sources for What is Nvidia's new revenue-sharing model for AI cloud startups, which companies like Sharon AINvidia's DSX AI Factory reference design used in revenue-sharing agreements with partners like Sharon AI and Firmus Technologies.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What is Nvidia's new revenue-sharing model for AI cloud startups, which companies like Sharon AI. Article summary: Here is a fact-checked breakdown of Nvidia's new revenue-sharing model, the specific partnerships, and the strategic picture.. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illust
openai.com
Nvidia tidak lagi sekadar perusahaan chip. Pada pertengahan 2026, raksasa teknologi ini mulai menawarkan kesepakatan baru kepada para rintisan AI cloud: Nvidia menyediakan GPU dan cetak biru pabrik di muka, dan sebagai imbalannya, Nvidia mendapat bagian dari setiap dolar komputasi AI yang dihasilkan mitra selama bertahun-tahun. Model bagi hasil ini telah menarik komitmen besar dari Sharon AI dan Firmus Technologies, yang secara kolektif mewakili puluhan miliar dolar nilai potensial.
Berikut adalah ulasan terperinci berdasarkan fakta tentang model ini, kemitraan spesifik, dan apa yang diungkapkannya tentang strategi Nvidia yang terus berkembang.
Cara Kerja Model Revenue-Sharing
Di bawah kerangka baru ini, Nvidia mengadakan perjanjian bagi hasil dan dukungan kredit dengan penyedia AI cloud, alih-alih menjual GPU secara langsung . Strukturnya bekerja dalam tiga lapisan:
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Nvidia Tak Lagi Jual Chip Saja: Kini Bagi Hasil dengan Perusahaan AI Cloud, Bangun Pabrik GPU Raksasa di Australia dan Indonesia"?
Nvidia meluncurkan model bagi hasil dengan penyedia AI cloud: GPU diberikan di muka, sebagai gantinya Nvidia mendapat bagian dari pendapatan cloud selama bertahun tahun.
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Nvidia meluncurkan model bagi hasil dengan penyedia AI cloud: GPU diberikan di muka, sebagai gantinya Nvidia mendapat bagian dari pendapatan cloud selama bertahun tahun. Model ini membiayai perusahaan AI cloud kecil yang tak sanggup beli GPU mahal, membantu Nvidia menjangkau pasar di luar raksasa cloud seperti AWS dan Azure.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Sharon AI (NASDAQ: SHAZ) mendapat pendanaan hingga US$4,88 miliar untuk 40.000 GPU GB300 di Australia, sementara Firmus Technologies bangun kampus 360 MW di Batam, Indonesia dengan 170.000 GPU dan potensi pendapatan U...
Nvidia Tak Lagi Jual Chip Saja: Kini Bagi Hasil dengan Perusahaan AI Cloud, Bangun Pabrik GPU Raksasa di Australia dan Indonesia
Nvidia meluncurkan model bagi hasil dengan penyedia AI cloud: GPU diberikan di muka, sebagai gantinya Nvidia mendapat bagian dari pendapatan cloud selama bertahun tahun. Model ini membiayai perusahaan AI cloud kecil yang tak sanggup beli GPU mahal, membantu Nvidia menjangkau pasar di luar raksasa cloud seperti AWS d...
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-FlashGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Nvidia meluncurkan model bagi hasil dengan penyedia AI cloud: GPU diberikan di muka, sebagai gantinya Nvidia mendapat bagian dari pendapatan cloud selama bertahun tahun.
Model ini membiayai perusahaan AI cloud kecil yang tak sanggup beli GPU mahal, membantu Nvidia menjangkau pasar di luar raksasa cloud seperti AWS dan Azure.
Sharon AI (NASDAQ: SHAZ) mendapat pendanaan hingga US$4,88 miliar untuk 40.000 GPU GB300 di Australia, sementara Firmus Technologies bangun kampus 360 MW di Batam, Indonesia dengan 170.000 GPU dan potensi pendapatan U...
Search & fact-check with cited sources for What is Nvidia's new revenue-sharing model for AI cloud startups, which companies like Sharon AINvidia's DSX AI Factory reference design used in revenue-sharing agreements with partners like Sharon AI and Firmus Technologies.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What is Nvidia's new revenue-sharing model for AI cloud startups, which companies like Sharon AI. Article summary: Here is a fact-checked breakdown of Nvidia's new revenue-sharing model, the specific partnerships, and the strategic picture.. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illust
openai.com
Nvidia tidak lagi sekadar perusahaan chip. Pada pertengahan 2026, raksasa teknologi ini mulai menawarkan kesepakatan baru kepada para rintisan AI cloud: Nvidia menyediakan GPU dan cetak biru pabrik di muka, dan sebagai imbalannya, Nvidia mendapat bagian dari setiap dolar komputasi AI yang dihasilkan mitra selama bertahun-tahun. Model bagi hasil ini telah menarik komitmen besar dari Sharon AI dan Firmus Technologies, yang secara kolektif mewakili puluhan miliar dolar nilai potensial.
Berikut adalah ulasan terperinci berdasarkan fakta tentang model ini, kemitraan spesifik, dan apa yang diungkapkannya tentang strategi Nvidia yang terus berkembang.
Cara Kerja Model Revenue-Sharing
Di bawah kerangka baru ini, Nvidia mengadakan perjanjian bagi hasil dan dukungan kredit dengan penyedia AI cloud, alih-alih menjual GPU secara langsung . Strukturnya bekerja dalam tiga lapisan:
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Nvidia Tak Lagi Jual Chip Saja: Kini Bagi Hasil dengan Perusahaan AI Cloud, Bangun Pabrik GPU Raksasa di Australia dan Indonesia"?
Nvidia meluncurkan model bagi hasil dengan penyedia AI cloud: GPU diberikan di muka, sebagai gantinya Nvidia mendapat bagian dari pendapatan cloud selama bertahun tahun.
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Nvidia meluncurkan model bagi hasil dengan penyedia AI cloud: GPU diberikan di muka, sebagai gantinya Nvidia mendapat bagian dari pendapatan cloud selama bertahun tahun. Model ini membiayai perusahaan AI cloud kecil yang tak sanggup beli GPU mahal, membantu Nvidia menjangkau pasar di luar raksasa cloud seperti AWS dan Azure.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Sharon AI (NASDAQ: SHAZ) mendapat pendanaan hingga US$4,88 miliar untuk 40.000 GPU GB300 di Australia, sementara Firmus Technologies bangun kampus 360 MW di Batam, Indonesia dengan 170.000 GPU dan potensi pendapatan U...
Nvidia menyediakan perangkat keras di muka — GPU, jaringan, dan seluruh referensi desain Nvidia DSX (Data Center AI Factory), termasuk pendingin cair, tumpukan perangkat lunak, dan cetak biru arsitektural .
Mitra cloud membangun, mengoperasikan, dan menjual layanan komputasi AI kepada pelanggan mereka menggunakan infrastruktur tersebut .
Nvidia mendapatkan dua aliran pendapatan: pendapatan produk standar pada saat penyebaran ditambah bagian berulang dari pendapatan cloud yang dihasilkan oleh penggunaan pelanggan selama masa kemitraan multi-tahun .
Pada dasarnya, Nvidia beralih dari penjualan GPU satu kali ke model "GPU-as-a-Service" atau co-investasi, di mana keuntungannya terkait langsung dengan seberapa banyak komputasi AI yang berhasil dijual oleh mitranya.
Sharon AI: $4,88 Miliar untuk 72 MW Kapasitas AI di Australia
Contoh publik yang paling detail adalah Sharon AI (NASDAQ: SHAZ), yang mengumumkan kolaborasi komputasi strategis enam tahun dengan Nvidia pada 12 Juni 2026 . Ketentuan utama, yang dikonfirmasi oleh pengajuan SEC 8-K, adalah:
Nilai kontrak: Hingga $4,88 miliar di bawah Master Cloud Services Agreement dengan Order Form 1 tertanggal 8 Juni 2026 .
Lokasi & skala: 72 megawatt (MW) kapasitas pusat data baru di Australia, membawa total kapasitas pabrik AI yang direncanakan Sharon AI menjadi 132 MW .
GPU: Hingga 40.000 Nvidia Grace Blackwell GB300 GPU.
Struktur keuangan: Model bagi hasil dan dukungan kredit. Sharon AI tidak membeli chip secara langsung; Nvidia dan pemberi pinjaman mendanai sebagian besar perangkat keras sebagai imbalan atas bagi hasil pendapatan cloud .
Terkontrak: 102 MW kapasitas sudah dikontrakkan ke pelanggan akhir .
Sharon AI menjual layanan cloud bertenaga Nvidia, dan Nvidia memperoleh pendapatan produk standar dan sebagian dari pendapatan cloud atas kapasitas yang didukung tersebut . Pengajuan tersebut mencatat risiko eksekusi yang signifikan, termasuk jadwal pengiriman yang ketat dan kebutuhan pendanaan .
Firmus Technologies: $30 Miliar, 170.000 GPU di Indonesia
Hanya dua minggu kemudian, pada 28 Juni 2026, Firmus Technologies mengumumkan kemitraan strategis dengan Nvidia yang berlangsung hingga 2034 — komitmen lebih dari 8 tahun . Angka-angka besarnya sangat mencolok:
Skala kampus: Sebuah kampus 360 MW dedicated Nvidia DSX AI Factory di Batam, Indonesia, tepat di lepas pantai Singapura .
GPU: Hingga 170.000 GPU Nvidia.
Perkiraan pendapatan: Hingga $30 miliar dalam perjanjian off-take yang dikomitmenkan dalam enam tahun pertama .
Struktur keuangan: Firmus mengadakan perangkat keras Nvidia di bawah kerangka DSX bagi hasil dan dukungan kredit yang sama, menargetkan "global AI-natives" dengan komputasi berkinerja tinggi yang hemat biaya .
Firmus dan DayOne yang berbasis di Singapura akan mengembangkan kampus Batam. Proyek ini adalah bagian dari dorongan yang lebih luas untuk menyediakan kapasitas komputasi di luar cloud hyperscale yang dominan .
Mitra Lain yang Diketahui
Nvidia juga telah mengumumkan pengaturan serupa dengan:
Naver (Korea Selatan): Membangun infrastruktur AI berbasis DSX skala gigawatt, dimulai dari 55 MW dan diskalakan menjadi 200 MW pada tahun 2028, dengan target jangka panjang 1 GW .
SK Telecom (Korea Selatan): Memasuki bisnis cloud AI berbasis DSX, berekspansi dari Korea ke seluruh Asia .
IREN: Bermitra dengan Nvidia untuk mengoperasionalkan arsitektur DSX pada skala gigawatt, dengan IREN memiliki lapisan fisik, data, dan AI . IREN menandatangani kontrak cloud AI senilai $3,4 miliar selama lima tahun dengan Nvidia untuk penerapan GPU Blackwell di 60 MW kapasitas pusat data .
Apa Artinya bagi Strategi Nvidia
Kemitraan ini mengungkapkan pergeseran yang disengaja dalam cara Nvidia mendekati pasar infrastruktur AI. Perusahaan ini beralih dari menjual chip individu ke memonetisasi keunggulan perangkat kerasnya di berbagai lapisan:
Dari penjualan satu kali ke pendapatan berulang. Alih-alih menjual GPU sekali, Nvidia mengumpulkan sebagian dari setiap token AI yang dijual di perangkat keras itu selama 6 hingga 10 tahun . Ini menghaluskan siklus pendapatan dan mengikat pertumbuhan ke konsumsi AI yang sebenarnya, bukan hanya pembangunan pusat data.
Dari pemasok komponen ke arsitek platform. Nvidia menyediakan cetak biru pabrik AI DSX yang lengkap — desain pendingin cair, jaringan (NVLink/NvSwitch/InfiniBand), perangkat lunak CUDA dan AI Enterprise, serta arsitektur referensi . Mitra secara efektif mengoperasikan pabrik bermerek Nvidia, memberi Nvidia kendali atas arsitektur referensi bahkan ketika tidak memiliki gedung.
Paparan keuangan berlapis. Nvidia kini memiliki:
Pendapatan produk di muka dari penjualan GPU ke pabrik-pabrik ini.
Bagi hasil pendapatan cloud berulang dari penggunaan selama beberapa tahun.
Paparan dukungan kredit/pembiayaan — dengan ikut berinvestasi, Nvidia mengambil sebagian risiko neraca atas kesuksesan mitranya .
Penguncian ekosistem — keterikatan keuangan yang lebih dalam membuat pesaing seperti AMD atau Intel semakin sulit menembus pusat data tersebut.
Berekspansi melampaui hyperscaler. Dengan membiayai penyedia AI cloud yang lebih kecil, Nvidia memperluas pasar yang dapat dijangkau di luar AWS, Azure, dan GCP. Mitra ini menargetkan rintisan AI dan perusahaan yang mungkin tidak memiliki akses ke kapasitas GPU cloud hyperscale .
Singkatnya, Nvidia bertaruh bahwa neraca keuangan dan pengaruh produknya dapat menangkap nilai di setiap lapisan tumpukan komputasi AI — tidak hanya pada titik penjualan chip, tetapi selama bertahun-tahun penggunaan, margin layanan cloud, dan adopsi ekosistem.
Nvidia menyediakan perangkat keras di muka — GPU, jaringan, dan seluruh referensi desain Nvidia DSX (Data Center AI Factory), termasuk pendingin cair, tumpukan perangkat lunak, dan cetak biru arsitektural .
Mitra cloud membangun, mengoperasikan, dan menjual layanan komputasi AI kepada pelanggan mereka menggunakan infrastruktur tersebut .
Nvidia mendapatkan dua aliran pendapatan: pendapatan produk standar pada saat penyebaran ditambah bagian berulang dari pendapatan cloud yang dihasilkan oleh penggunaan pelanggan selama masa kemitraan multi-tahun .
Pada dasarnya, Nvidia beralih dari penjualan GPU satu kali ke model "GPU-as-a-Service" atau co-investasi, di mana keuntungannya terkait langsung dengan seberapa banyak komputasi AI yang berhasil dijual oleh mitranya.
Sharon AI: $4,88 Miliar untuk 72 MW Kapasitas AI di Australia
Contoh publik yang paling detail adalah Sharon AI (NASDAQ: SHAZ), yang mengumumkan kolaborasi komputasi strategis enam tahun dengan Nvidia pada 12 Juni 2026 . Ketentuan utama, yang dikonfirmasi oleh pengajuan SEC 8-K, adalah:
Nilai kontrak: Hingga $4,88 miliar di bawah Master Cloud Services Agreement dengan Order Form 1 tertanggal 8 Juni 2026 .
Lokasi & skala: 72 megawatt (MW) kapasitas pusat data baru di Australia, membawa total kapasitas pabrik AI yang direncanakan Sharon AI menjadi 132 MW .
GPU: Hingga 40.000 Nvidia Grace Blackwell GB300 GPU.
Struktur keuangan: Model bagi hasil dan dukungan kredit. Sharon AI tidak membeli chip secara langsung; Nvidia dan pemberi pinjaman mendanai sebagian besar perangkat keras sebagai imbalan atas bagi hasil pendapatan cloud .
Terkontrak: 102 MW kapasitas sudah dikontrakkan ke pelanggan akhir .
Sharon AI menjual layanan cloud bertenaga Nvidia, dan Nvidia memperoleh pendapatan produk standar dan sebagian dari pendapatan cloud atas kapasitas yang didukung tersebut . Pengajuan tersebut mencatat risiko eksekusi yang signifikan, termasuk jadwal pengiriman yang ketat dan kebutuhan pendanaan .
Firmus Technologies: $30 Miliar, 170.000 GPU di Indonesia
Hanya dua minggu kemudian, pada 28 Juni 2026, Firmus Technologies mengumumkan kemitraan strategis dengan Nvidia yang berlangsung hingga 2034 — komitmen lebih dari 8 tahun . Angka-angka besarnya sangat mencolok:
Skala kampus: Sebuah kampus 360 MW dedicated Nvidia DSX AI Factory di Batam, Indonesia, tepat di lepas pantai Singapura .
GPU: Hingga 170.000 GPU Nvidia.
Perkiraan pendapatan: Hingga $30 miliar dalam perjanjian off-take yang dikomitmenkan dalam enam tahun pertama .
Struktur keuangan: Firmus mengadakan perangkat keras Nvidia di bawah kerangka DSX bagi hasil dan dukungan kredit yang sama, menargetkan "global AI-natives" dengan komputasi berkinerja tinggi yang hemat biaya .
Firmus dan DayOne yang berbasis di Singapura akan mengembangkan kampus Batam. Proyek ini adalah bagian dari dorongan yang lebih luas untuk menyediakan kapasitas komputasi di luar cloud hyperscale yang dominan .
Mitra Lain yang Diketahui
Nvidia juga telah mengumumkan pengaturan serupa dengan:
Naver (Korea Selatan): Membangun infrastruktur AI berbasis DSX skala gigawatt, dimulai dari 55 MW dan diskalakan menjadi 200 MW pada tahun 2028, dengan target jangka panjang 1 GW .
SK Telecom (Korea Selatan): Memasuki bisnis cloud AI berbasis DSX, berekspansi dari Korea ke seluruh Asia .
IREN: Bermitra dengan Nvidia untuk mengoperasionalkan arsitektur DSX pada skala gigawatt, dengan IREN memiliki lapisan fisik, data, dan AI . IREN menandatangani kontrak cloud AI senilai $3,4 miliar selama lima tahun dengan Nvidia untuk penerapan GPU Blackwell di 60 MW kapasitas pusat data .
Apa Artinya bagi Strategi Nvidia
Kemitraan ini mengungkapkan pergeseran yang disengaja dalam cara Nvidia mendekati pasar infrastruktur AI. Perusahaan ini beralih dari menjual chip individu ke memonetisasi keunggulan perangkat kerasnya di berbagai lapisan:
Dari penjualan satu kali ke pendapatan berulang. Alih-alih menjual GPU sekali, Nvidia mengumpulkan sebagian dari setiap token AI yang dijual di perangkat keras itu selama 6 hingga 10 tahun . Ini menghaluskan siklus pendapatan dan mengikat pertumbuhan ke konsumsi AI yang sebenarnya, bukan hanya pembangunan pusat data.
Dari pemasok komponen ke arsitek platform. Nvidia menyediakan cetak biru pabrik AI DSX yang lengkap — desain pendingin cair, jaringan (NVLink/NvSwitch/InfiniBand), perangkat lunak CUDA dan AI Enterprise, serta arsitektur referensi . Mitra secara efektif mengoperasikan pabrik bermerek Nvidia, memberi Nvidia kendali atas arsitektur referensi bahkan ketika tidak memiliki gedung.
Paparan keuangan berlapis. Nvidia kini memiliki:
Pendapatan produk di muka dari penjualan GPU ke pabrik-pabrik ini.
Bagi hasil pendapatan cloud berulang dari penggunaan selama beberapa tahun.
Paparan dukungan kredit/pembiayaan — dengan ikut berinvestasi, Nvidia mengambil sebagian risiko neraca atas kesuksesan mitranya .
Penguncian ekosistem — keterikatan keuangan yang lebih dalam membuat pesaing seperti AMD atau Intel semakin sulit menembus pusat data tersebut.
Berekspansi melampaui hyperscaler. Dengan membiayai penyedia AI cloud yang lebih kecil, Nvidia memperluas pasar yang dapat dijangkau di luar AWS, Azure, dan GCP. Mitra ini menargetkan rintisan AI dan perusahaan yang mungkin tidak memiliki akses ke kapasitas GPU cloud hyperscale .
Singkatnya, Nvidia bertaruh bahwa neraca keuangan dan pengaruh produknya dapat menangkap nilai di setiap lapisan tumpukan komputasi AI — tidak hanya pada titik penjualan chip, tetapi selama bertahun-tahun penggunaan, margin layanan cloud, dan adopsi ekosistem.