Pada 30 Juni 2026, SemiAnalysis melaporkan bahwa Nvidia membatalkan desain asli Rubin Ultra dengan 4 chip hanya tiga bulan setelah peluncuran di GTC 2026, karena masalah manufaktur di TSMC. Masalah warping pada substrat paket CoWoS L TSMC membuat koneksi antar chip gagal, memaksa Nvidia beralih ke konfigurasi 2 die...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What did SemiAnalysis report on June 30, 2026, about Nvidia canceling the original four-chip Rubi. Article summary: Here is the full fact-check of what SemiAnalysis reported on June 30, 2026, and its implications.. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factu
Pada 30 Juni 2026, firma riset semikonduktor SemiAnalysis membuat serangkaian klaim yang saling terkait tentang peta jalan akselerator AI generasi terbaru Nvidia. Inti laporan — bahwa Nvidia telah membatalkan desain GPU paling ambisiusnya hanya tiga bulan setelah mengumumkannya — langsung mengguncang industri chip. Namun, gambaran utuhnya lebih kompleks dari sekadar satu pembatalan: ini mengungkap sebuah perusahaan yang menyeimbangkan kekuatan pendapatan jangka pendek dengan batasan manufaktur struktural, erosi kompetitif di basis pelanggannya sendiri, dan strategi pengemasan (packaging) jangka panjang yang sedang berubah.
Pada 30 Juni 2026, SemiAnalysis memposting di X bahwa Nvidia telah membatalkan versi asli GPU Rubin Ultra dengan konfigurasi 4 chip (4-die) sekitar tiga bulan setelah diperkenalkan di GTC 2026 . Desain aslinya membutuhkan empat compute chiplet dengan 16 modul memori HBM4E dalam satu paket canggih, yang ditargetkan rilis tahun 2027
. SemiAnalysis menyatakan bahwa "Rubin Ultra" pengganti telah diperkecil ukurannya hingga setengahnya, dengan performa dunia nyata juga berkurang setengahnya
.
GPU Rubin standar asli menggunakan 2 die komputasi ditambah 8 modul HBM4 . Rubin Ultra pada dasarnya adalah dua chip Rubin yang dilebur dalam satu paket — 4 die ditambah 16 HBM4E
. Versi yang diperkecil kembali ke konfigurasi 2-die + 8 HBM yang sama dengan Rubin dasar
.
Catatan penting: Nvidia belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi pembatalan ini, dan beberapa pelaku pasar pada 30 Juni berpendapat bahwa SemiAnalysis mungkin mengulangi rumor rantai pasokan dari April 2026, bukan melaporkan informasi baru . Media Taiwan, Ctee dan Commercial Times, sudah melaporkan revisi desain ini pada awal April 2026
.
Akar penyebab pembatalan adalah kompleksitas pengemasan (packaging) canggih di TSMC:
Perkiraan industri (dari postingan LinkedIn seorang analis industri) menunjukkan pendekatan 4-die mengalami hasil produksi (yield) sekitar 60% di tingkat paket; peralihan ke 2-die diperkirakan akan meningkatkan hasil produksi menjadi sekitar 85% dan mengurangi biaya per kartu sekitar 30% .
TSMC dikabarkan tengah menjajaki pendekatan pengemasan baru bernama CoPoS (Chip-on-Panel-on-Substrate) yang menggantikan interposer silikon ~300mm dengan panel persegi/ persegi panjang yang lebih besar. Spesifikasi awal menyebut panel sekitar 310×310mm, dengan skalabilitas masa depan hingga 515×510mm atau bahkan 750×620mm . Namun, CoPoS diperkirakan belum mencapai produksi massal hingga akhir 2028 atau awal 2029 — terlambat untuk jendela peluncuran Rubin Ultra tahun 2027
.
Perbedaan performa dan memori antara desain asli dan versi revisi dirangkum dalam tabel berikut:
Beberapa sumber industri Taiwan (TrendForce / Commercial Times) melaporkan pada awal April 2026 bahwa perencanaan rantai pasokan selalu untuk desain 2-die, menunjukkan bahwa rencana 4-die mungkin merupakan pengumuman awal yang ambisius yang tidak pernah mencapai kelayakan produksi . Nvidia dikabarkan berencana mencapai throughput 4-die asli di tingkat papan/sistem, bukan tingkat paket — menggunakan konfigurasi 2+2 di mana dua paket 2-die terpisah dipasang bersama di papan server yang sama
.
SemiAnalysis menyoroti tiga lapisan erosi kompetitif dalam laporan yang sama pada 30 Juni :
Kisah pembatalan hanyalah setengah dari apa yang diterbitkan SemiAnalysis pada 30 Juni. Firma tersebut juga memperkirakan bahwa pendapatan komputasi pusat data Nvidia pada paruh kedua 2026 bisa 20% di atas konsensus Wall Street — terutama karena kemacetan pasokan HBM4 telah teratasi . Ini menciptakan apa yang disebut firma tersebut sebagai dinamika "es dan api": pendapatan jangka pendek yang kuat bersamaan dengan peta jalan produk unggulan yang melemah.
Implikasi utama:
Laporan SemiAnalysis pada 30 Juni 2026 memberikan gambaran yang kompleks: Nvidia menghadapi kendala manufaktur nyata yang memaksa desain ulang produk andalan, tetapi perusahaan juga memiliki momentum pendapatan jangka pendek yang kuat. Ancaman kompetitif dari silikon kustom hyperscaler dan perangkat lunak agnostik kerangka kerja adalah nyata dan terukur, tetapi posisi pasar dominan Nvidia berarti risiko ini berlangsung selama bertahun-tahun, bukan kuartalan. Apakah pembatalan Rubin Ultra adalah kesalahan pengemasan satu kali atau awal dari pergeseran kompetitif struktural akan bergantung pada apakah pengemasan CoPoS generasi berikutnya dari TSMC dapat memberikan skala multi-die yang tidak bisa diberikan oleh CoWoS-L.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Pada 30 Juni 2026, SemiAnalysis melaporkan bahwa Nvidia membatalkan desain asli Rubin Ultra dengan 4 chip hanya tiga bulan setelah peluncuran di GTC 2026, karena masalah manufaktur di TSMC.
Pada 30 Juni 2026, SemiAnalysis melaporkan bahwa Nvidia membatalkan desain asli Rubin Ultra dengan 4 chip hanya tiga bulan setelah peluncuran di GTC 2026, karena masalah manufaktur di TSMC. Masalah warping pada substrat paket CoWoS L TSMC membuat koneksi antar chip gagal, memaksa Nvidia beralih ke konfigurasi 2 die dengan performa setengah dari target awal.
SemiAnalysis juga menyoroti erosi pangsa pasar Nvidia dari chip buatan sendiri hyperscaler (TPU, Trainium) dan pertumbuhan ASIC kustom yang mengancam dominasi CUDA.