Memasuki gelombang survei Desember 2025, sekitar 29% responden menyatakan tertarik upgrade khusus untuk fitur Apple Intelligence — naik 500 basis poin dibandingkan survei sebelumnya . Meski begitu, UBS menganggap tren perbaikan ini 'belum cukup meyakinkan' untuk mengubah pandangan mereka secara keseluruhan
. Sekitar 28% responden mengatakan fitur AI baru tidak akan memengaruhi keputusan pembelian mereka, turun 400 basis poin dari survei sebelumnya
.
Salah satu catatan survei menyimpulkan: "Minat bersih terhadap ponsel pintar GenAI tinggi di China (~74%) tetapi lesu di kawasan lain; harga menjadi hambatan utama adopsi. Konsumen di luar China tidak bersedia membayar mahal untuk ponsel GenAI" .
Data survei UBS menunjukkan perbedaan signifikan antar wilayah, dengan pasar AS mencatat penurunan paling mengkhawatirkan.
Secara global, minat beli ponsel pintar 12 bulan ke depan turun dari 39% pada kuartal IV-2024 menjadi 36% pada kuartal II-2025, stagnan year-on-year .
UBS mencatat peningkatan minat pada ponsel lipat dalam survei akhir 2025. Hingga Desember 2025, total 'minat bersih' terhadap perangkat lipat Apple mencapai sekitar 40%, naik 300 basis poin setengah tahun, dengan pertumbuhan paling signifikan dari konsumen AS . Namun, UBS tetap mengatakan tren ini 'belum cukup meyakinkan' untuk mengubah peringkat mereka
.
Harga masih menjadi hambatan utama. Data survei UBS sebelumnya (2024) menunjukkan hanya 18% pengguna iPhone yang bersedia membayar di atas US$2.000 untuk ponsel lipat, sementara sekitar 60% menginginkan harga di kisaran US$1.500–US$1.700 .
UBS memperkirakan Apple akan merilis iPhone lipat ('iPhone Fold') pada paruh kedua tahun 2026, dan laporan rantai pasokan menunjukkan perangkat tersebut mungkin bergaya buku (book-style) . Analisis pembongkaran (teardown) UBS memperkirakan biaya bahan baku (bill of materials) untuk perangkat tersebut sekitar US$759
.
Konsumen semakin betah memakai iPhone mereka lebih lama. Survei UBS menemukan bahwa usia rata-rata iPhone yang saat ini digunakan adalah 22,9 bulan, tidak berubah dari survei sebelumnya dan menyamai level tertinggi yang pernah tercatat . Ini menunjukkan siklus penggantian (replacement cycle) terus memanjang.
Data UBS lainnya bahkan menunjukkan gambaran yang lebih panjang untuk pasar tertentu: survei terpisah dari awal 2025 mencatat rata-rata usia iPhone di AS mencapai 35 bulan (2,9 tahun) dan di Jepang sekitar 40 bulan . Siklus penggantian ideal (aspirational replacement cycle) untuk ponsel pintar secara umum juga meluas menjadi 31,1 bulan, naik dari 29,7 bulan pada kuartal sebelumnya
.
Per 1 Juli 2026, UBS mengulangi peringkat Neutral untuk saham Apple . Target harga spesifik tidak diungkapkan dalam materi sumber yang tersedia.
Data survei UBS menantang narasi bahwa Apple Intelligence saja akan mendorong gelombang upgrade besar-besaran. Meskipun minat terhadap AI nyata dan terus tumbuh — terutama di China — hal itu belum berujung pada peningkatan minat beli yang meluas. Ditambah dengan siklus penggantian yang semakin panjang dan sensitivitas harga yang tinggi terhadap ponsel lipat, data ini menunjukkan bahwa katalis besar Apple berikutnya mungkin lebih bergantung pada inovasi perangkat keras (iPhone lipat pada 2026) daripada fitur perangkat lunak AI semata. Sampai saat itu tiba, konsumen tampak puas menunggu.