Harga emas jatuh 29% dari rekor tertinggi Januari 2026 sebesar $5.589/oz ke sekitar $3.975/oz per 1 Juli 2026. J.P. Morgan memproyeksikan target akhir tahun 2026 di $6.000/oz, sementara Wells Fargo menjadi yang paling optimis dengan prediksi $6.100–$6.300/oz.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for Based on what gold investors should know about the current correction and long-term outlook accor. Article summary: Gold has fallen sharply — from a January all-time high of ~$5,589/oz down to roughly $3,975/oz by July 1, 2026, a drop of about 29% [7]. Despite this, Waratah Capital's Brad Dunkley and most major institutions view the c. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts w
Harga emas mengalami penurunan tajam—dari rekor tertinggi sepanjang masa di bulan Januari 2026 sekitar $5.589/oz turun ke sekitar $3.975/oz pada 1 Juli 2026, atau turun sekitar 29% . Meskipun mengalami koreksi ini, Brad Dunkley, salah satu pendiri dan CIO Waratah Capital Advisors, serta sebagian besar lembaga keuangan besar berpendapat bahwa aksi jual ini justru merupakan peluang beli di tengah pasar bullish sekuler yang masih utuh. Menurut mereka, tren ini didorong oleh kekuatan struktural seperti pelemahan mata uang (currency debasement), de-dolarisasi, dan fragmentasi geopolitik.
Dunkley menjadi salah satu manajer institusional yang paling vokal membela tesis emas selama masa penurunan ini. Dalam wawancara dengan Kitco News pada 30 Juni 2026, ia berargumen bahwa koreksi ini telah menciptakan titik masuk yang menarik, baik untuk emas batangan maupun saham pertambangan emas. Alasannya, "pemerintah dan bank sentral pada akhirnya akan terbukti tidak bersedia menoleransi rasa sakit ekonomi" dan akan terus menjaga ekonomi tetap panas .
Pelemahan mata uang struktural, bukan inflasi jangka pendek, adalah kekuatan dominan di balik pasar bullish emas jangka panjang, menurut Dunkley. Ia menjelaskan bahwa para pembuat kebijakan secara efektif telah meninggalkan gagasan untuk membiarkan resesi atau perlambatan ekonomi berkepanjangan, dan justru mengandalkan suku bunga riil negatif untuk mengelola utang negara yang membengkak .
Fragmentasi geopolitik adalah pilar struktural kedua. Di luar kebijakan moneter, meningkatnya perpecahan geopolitik memberikan dukungan berkelanjutan bagi permintaan emas .
Waratah membuktikan keyakinannya dengan aksi nyata. Pada September 2025, perusahaan ini secara aktif membeli saham pertambangan emas, dengan keyakinan bahwa reli baru saja dimulai . Dunkley secara khusus menyebut Goliath Resources Ltd. sebagai salah satu saham yang sesuai dengan tesis bullish
. Dana unggulan perusahaan memang sempat mengalami kemunduran di awal tahun 2025—dana Waratah One mencatat return -3,3% pada Q1 2025 dan Waratah 1x mencatat -5%—namun manajer portofolio Jason Lindal menekankan bahwa kerugian jangka pendek ini mencerminkan volatilitas biasa, bukan perubahan strategi fundamental
.
Pada akhir Juni 2026, beberapa bank memangkas perkiraan jangka pendek mereka karena suku bunga The Fed yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama (higher-for-longer) dan dolar yang lebih kuat membebani sentimen. Business Insider melaporkan bahwa "seruan bullish $6.000 yang dulu mulai meredup" dan harga emas berada di ~$4.000, turun 30% dari puncaknya . Namun, sebagian besar institusi tetap mempertahankan target akhir tahun yang lebih tinggi meskipun telah memangkas rata-rata jangka pendek mereka
. J.P. Morgan memangkas perkiraan rata-rata harga emas setahun penuh 2026 menjadi $5.243/oz dari $5.708/oz, dengan menyebut permintaan investor jangka pendek telah "mengering menjadi hanya sedikit," tetapi tetap mempertahankan target akhir tahun di sekitar $6.000/oz, dengan harapan permintaan akan kembali meningkat di paruh kedua tahun 2026
.
Koreksi 29% dari rekor tertinggi emas di bulan Januari telah menguji keyakinan investor, namun bobot opini institusional—mulai dari aksi beli langsung Waratah Capital hingga target akhir tahun J.P. Morgan sebesar $6.000—menunjukkan bahwa koreksi ini adalah guncangan di tengah siklus (mid-cycle shakeout), bukan akhir dari pasar bullish. Faktor risiko utamanya sudah diketahui: The Fed yang terus hawkish, dolar yang lebih kuat, dan potensi likuidasi ETF. Bagi investor emas jangka panjang, pertanyaan utamanya adalah apakah kekuatan struktural (de-dolarisasi, dominasi fiskal, fragmentasi geopolitik) akan mampu mengalahkan hambatan siklikal—dan jawaban konsensus untuk saat ini adalah: ya.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Harga emas jatuh 29% dari rekor tertinggi Januari 2026 sebesar $5.589/oz ke sekitar $3.975/oz per 1 Juli 2026.
Harga emas jatuh 29% dari rekor tertinggi Januari 2026 sebesar $5.589/oz ke sekitar $3.975/oz per 1 Juli 2026. J.P. Morgan memproyeksikan target akhir tahun 2026 di $6.000/oz, sementara Wells Fargo menjadi yang paling optimis dengan prediksi $6.100–$6.300/oz.
Risiko utama: skenario bearish di mana kebijakan Fed yang hawkish, dolar AS yang kuat, dan risiko likuidasi ETF besar besaran dapat mendorong emas di bawah $3.900/oz.