Sweeney pertama kali melontarkan gagasan 'Team Open' dalam keynote penutup Unreal Fest pada 17 Juni 2026, memposisikannya sebagai aliansi perusahaan game yang membangun ekosistem terbuka dan saling terhubung untuk bersaing melawan platform tertutup seperti Roblox . Dalam wawancara dengan PC Gamer, dia memperjelas bahwa dia akan "senang sekali" jika Valve dan Steam bergabung dalam koalisi ini
.
Pilar teknis konkret dari visi ini adalah Unreal Engine 6, yang rencananya akan digunakan Epic sebagai fondasi untuk identitas pemain portabel, sistem sosial lintas game, ekonomi dalam game bersama, dan kosmetik yang bisa dipindahkan (dimulai dari Fortnite) . Sweeney berargumen bahwa perilisan game AAA tradisional gagal karena pemain tidak punya alasan untuk meninggalkan grup teman mereka yang sudah ada, dan game-game UE6 yang saling terhubung bisa menyelesaikan masalah retensi itu
.
Komunitas game (NeoGAF, Reddit) dan pengamat industri langsung mengidentifikasi kelemahan logis inti: game-game itu tidak ada di Steam karena pilihan penerbitnya sendiri, bukan karena Steam mengecualikan mereka.
Bantahan kedua berfokus pada kekurangan fitur Epic Games Store sendiri yang sudah terkenal — masih tidak memiliki sistem ulasan pengguna, fitur komunitas yang memadai, dan keranjang belanja (sudah bertahun-tahun hilang), serta berbagai alat infrastruktur sosial lain yang sudah dibangun Steam selama dua dekade. Para kritikus berargumen bahwa Sweeney sedang memberi ceramah ke Valve tentang peluang yang terlewatkan sementara toko miliknya sendiri masih berjuang menutup celah fitur dasar .
Wawancara PC Gamer ini bukan pernyataan terisolasi, melainkan insiden terbaru dalam kampanye publik Sweeney melawan Valve sepanjang tahun 2026:
Benang merah yang konsisten: Sweeney secara bersamaan menyerang kebijakan Valve (label AI, harga) sambil mengusulkan Valve bergabung dengan ekosistem terbuka Epic — strategi retorika yang memposisikan Epic sebagai alternatif yang tercerahkan dan Valve sebagai inkumben yang tertutup dan picik. Pengamat komunitas di NeoGAF mencatat polanya: "Tim Sweeney membuka diri ke Steam, bilang Steam kehilangan miliaran" dianggap secara luas sebagai promosi diri untuk ekosistem Epic, bukan tawaran kerja sama yang tulus .
Klaim 'miliaran dolar' Sweeney secara teknis tidak bisa diverifikasi dan bertumpu pada premis yang dipertanyakan — game-game yang dia kutip tidak ada di Steam karena penerbitnya (termasuk Epic sendiri) memilih untuk tidak menempatkannya di sana. Tawaran 'Team Open'-nya, meskipun ambisius secara konsep, menghadapi skeptisisme karena Epic Games Store belum bisa menyaingi fitur Steam, dan karena kritik Sweeney yang tak henti-hentinya terhadap Valve sepanjang 2026 melemahkan ketulusan undangan untuk bermitra. Wawancara PC Gamer ini paling tepat dipahami sebagai puncak dari rentetan pesan terkoordinasi di sekitar Unreal Fest 2026, di mana Sweeney mencoba memposisikan Epic sebagai juara keterbukaan sambil menjadikan Valve sebagai antagonis — strategi yang menghasilkan berita utama tetapi juga mendapat bantahan faktual signifikan dari komunitas game.