Wintermute memperingatkan Bitcoin dapat turun menuju $59.000, dengan dukungan teknikal yang lemah di antara $50.000 dan $59.000. Data Glassnode menunjukkan 10,83 juta BTC atau sekitar 54% pasokan beredar berada dalam posisi rugi yang belum terealisasi—angka tertinggi sepanjang masa.
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What did Wintermute warn in its June 30, 2026 report about the current state of the crypto bear m. Article summary: **Note:** I could not locate a single report dated specifically June 30, 2026 from Wintermute that bundles all of the metrics you listed. The available evidence comes from a series of Wintermute notes published between m. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fa
Tidak ada satu laporan Wintermute yang diterbitkan tepat pada 30 Juni 2026 dan memuat seluruh metrik ini sekaligus. Namun, rangkaian catatan perusahaan tersebut pada pertengahan hingga akhir Juni, ditambah data pasar per 30 Juni, menunjukkan pesan yang konsisten: bear market Bitcoin belum dapat dianggap selesai.
Wintermute melihat risiko penurunan lanjutan, sentimen investor yang sangat takut, pasokan BTC dalam posisi rugi pada rekor tertinggi, serta belum adanya arus modal baru yang cukup untuk membentuk dasar pasar yang tahan lama.
Dalam catatan pada akhir Juni, Wintermute memperingatkan Bitcoin berpotensi turun menuju $59.000. Perusahaan itu juga menyebut tidak ada dukungan teknikal yang kuat dan berkelanjutan di antara $50.000 hingga $59.000.
Dalam catatan 24 Juni, Wintermute mengatakan kejutan inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) yang lebih tinggi dari perkiraan dapat mendorong Bitcoin menembus level $59.000. Sebaliknya, data PCE yang lebih rendah pun belum tentu cukup untuk menciptakan titik terendah yang bertahan lama. Catatan 16 Juni juga menyebut Bitcoin masih berpotensi diperdagangkan di kisaran $50.000.
Kerentanan utama: Wintermute menggambarkan kondisi pasar sebagai "liquidity crunch" atau tekanan likuiditas yang membuat rentang harga Bitcoin rapuh. Pada 24 Juni, harga opsi yang dipantau perusahaan menunjukkan rentang 24 jam sekitar $61.242 hingga $63.563—sinyal bahwa keyakinan terhadap reli berkelanjutan masih tipis.
Crypto Fear & Greed Index berada di level 15, yang dikategorikan sebagai "Extreme Fear", pada 30 Juni 2026. Pada pekan penjualan terbesar di awal Juni, indeks tersebut bahkan sempat menyentuh level 12.
Indeks ini bukan indikator pasti bahwa harga sudah mencapai titik terendah. Namun, level ketakutan yang sangat tinggi biasanya menunjukkan investor sedang mengurangi risiko dan pasar memasuki fase kapitulasi atau pelepasan posisi secara agresif.
Data on-chain Glassnode per 25 Juni menunjukkan 10,83 juta BTC, atau sekitar 54% pasokan yang beredar, berada dalam posisi rugi yang belum terealisasi. Angka tersebut merupakan rekor tertinggi dan melampaui puncak yang tercatat di sekitar dasar siklus 2019, 2020, dan 2022—yang masing-masing berada di kisaran 10,5 juta BTC.
K33 Research secara terpisah memperkirakan sekitar 50% pasokan Bitcoin berada dalam posisi rugi.
Besarnya angka tersebut penting karena mencakup lebih dari separuh Bitcoin yang telah ditambang. Dari total pasokan yang berada di bawah harga beli, sekitar 5,58 juta BTC dimiliki oleh pemegang jangka panjang—dompet yang tidak memindahkan koinnya selama setidaknya 155 hari. Artinya, bahkan investor yang relatif sabar masih menanggung kerugian yang belum terealisasi dalam jumlah besar.
Empat pekan sebelumnya, porsi pasokan Bitcoin yang berada dalam posisi rugi masih sekitar 30%. Dengan demikian, angkanya meningkat sekitar 20 poin persentase hanya dalam waktu kurang dari satu bulan.
Wintermute berulang kali menilai masih terlalu dini untuk menyatakan bahwa pasar telah mencapai bottom. Menurut perusahaan tersebut, pemulihan harga terbaru lebih mencerminkan sentimen risk-on terhadap kondisi makroekonomi daripada permintaan baru yang spesifik terhadap aset kripto.
Wintermute menyebut dasar pasar yang tahan lama baru dapat lebih meyakinkan apabila tiga sumber permintaan kembali terlihat jelas:
Risiko reli semu: Wintermute menggambarkan pergerakan dari $83.000 ke $60.000 sebagai "bear market fakeout"—pergerakan yang dapat menjebak trader bullish maupun bearish secara bergantian.
Perusahaan juga menilai arus masuk stablecoin yang stagnan dan absennya modal baru membuat pasar rentan terhadap koreksi tajam.
Bitcoin tidak bergerak dalam ruang hampa. Beberapa tekanan makro yang disoroti Wintermute dan laporan pasar lain pada Juni meliputi:
Inflasi CPI Amerika Serikat pada Mei 2026 tercatat 4,2% secara tahunan, level tertinggi dalam tiga tahun, sehingga turut menekan aset berisiko secara lebih luas.
Arus dana ETF menjadi salah satu sinyal terpenting mengenai permintaan institusional terhadap Bitcoin.
Tekanan tersebut juga berlangsung secara konsisten. Dari 15 Mei hingga 3 Juni, ETF Bitcoin mengalami 13 hari perdagangan berturut-turut dengan arus keluar bersih, rekor terpanjang sejak produk tersebut diluncurkan. Dalam periode itu, investor menarik sekitar $4,4 miliar, dengan IBIT sendiri kehilangan sekitar $3,3 miliar.
Wintermute mencatat bahwa penurunan pada siklus ini lebih dangkal secara persentase dibandingkan bear market Bitcoin sebelumnya. Namun, perusahaan tersebut mengingatkan bahwa kedalaman penurunan saja tidak cukup untuk mengonfirmasi dasar pasar.
Penyebab tekanan kali ini juga berbeda. Jika bear market 2018 dikaitkan dengan runtuhnya tren initial coin offering (ICO), sedangkan kejatuhan 2022 dipicu oleh Luna dan FTX, Wintermute menggambarkan fase saat ini sebagai proses deleveraging yang relatif alami akibat kondisi makroekonomi dan tren siklus. Faktor utamanya adalah perubahan posisi, selera risiko, dan narasi pasar.
Dengan kata lain, bear market ini mungkin berakhir lebih cepat daripada siklus sebelumnya, tetapi waktu pembentukan dasar yang kuat masih belum dapat dipastikan dari data yang tersedia.
Data on-chain memperlihatkan situasi yang tampak berlawanan. Sekitar 79% pasokan Bitcoin yang beredar berada di tangan pemegang jangka panjang—didefinisikan sebagai koin yang tidak berpindah selama lebih dari 155 hari—dan angka tersebut merupakan rekor tertinggi. Penjualan oleh pemegang jangka panjang juga melambat secara tajam.
Namun, menurut Wintermute, ketahanan pemegang lama saja belum cukup untuk membentuk bottom. Reli terbaru dinilai lebih banyak didorong oleh aksi short-covering dan leverage, bukan permintaan spot baru yang kuat.
Tanpa modal baru dari ETF, stablecoin, atau treasury perusahaan aset digital, pasar tetap rentan terhadap gelombang penurunan berikutnya.
Intinya: keyakinan pemegang jangka panjang Bitcoin memang berada pada level historis, tetapi menurut Wintermute, keyakinan tanpa arus modal baru belum dapat dianggap sebagai sinyal bottoming.
Rangkaian peringatan Wintermute pada pertengahan hingga akhir Juni 2026 menggambarkan pasar yang masih berada dalam fase bear market: ketakutan ekstrem dengan indeks di level 15, lebih dari separuh pasokan Bitcoin berada dalam posisi rugi, ETF Bitcoin AS mengalami arus keluar $4,06 miliar, dan pasar menghadapi tekanan dari saham teknologi, sektor AI, serta ketidakpastian inflasi PCE.
Walaupun pemegang jangka panjang menunjukkan ketahanan yang belum pernah setinggi ini, Wintermute belum melihat bukti bahwa bottom yang tahan lama telah terbentuk. Arus modal baru belum kembali secara meyakinkan, sementara area antara $50.000 dan $59.000 dinilai minim dukungan teknikal yang kuat. Pesan utamanya bagi investor: jangan menganggap reli pemulihan sebagai konfirmasi bahwa bear market telah berakhir.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Wintermute memperingatkan Bitcoin dapat turun menuju $59.000, dengan dukungan teknikal yang lemah di antara $50.000 dan $59.000.
Wintermute memperingatkan Bitcoin dapat turun menuju $59.000, dengan dukungan teknikal yang lemah di antara $50.000 dan $59.000. Data Glassnode menunjukkan 10,83 juta BTC atau sekitar 54% pasokan beredar berada dalam posisi rugi yang belum terealisasi—angka tertinggi sepanjang masa.
ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar bersih sekitar $4,06 miliar sepanjang Juni, sementara BlackRock IBIT menyumbang sekitar 73% arus keluar pada pekan 22–26 Juni.