Didirikan pada tahun 2024 di Aarhus, Denmark, oleh Steffen Sørensen, Simon Holm, Søren Fuhr, dan Thomas Grástein, Serpier kini telah tumbuh menjadi 19 karyawan dan melaporkan pendapatan lebih dari €2,5 juta di tahun fiskal pertamanya, serta sudah mencapai titik impas (profitabilitas) . Beberapa sumber bahkan menyebutkan angka pendapatan mencapai €3 juta .
Serpier adalah platform pemasaran yang menggunakan AI dengan fokus pada Generative Engine Optimization (GEO) — yaitu praktik memantau dan meningkatkan cara produk serta merek muncul dalam jawaban yang dihasilkan AI dan kutipan dari Large Language Model (LLM) . Berbeda dengan SEO tradisional yang berfokus pada algoritma peringkat Google, GEO mengoptimalkan cara model bahasa besar seperti ChatGPT, Gemini, Claude, dan Perplexity mengambil dan mengutip informasi .
Platform ini memantau visibilitas AI di berbagai model dan perintah (prompt), melacak kutipan dan pangsa suara (share of voice), serta mendistribusikan penyebutan merek ke jaringan lebih dari 200.000 outlet penerbit .
Produk unggulan Serpier adalah agen AI bernama Navi, yang menangani optimasi visibilitas pencarian dari awal hingga akhir: ia mengidentifikasi peluang, membuat konten yang relevan, dan menerbitkannya secara otomatis . Kemampuan Navi saat ini meliputi:
Navi dirancang sebagai "operator pemasaran AI yang bekerja untuk Anda," dengan integrasi MCP yang memungkinkan pengguna menghubungkan Claude, ChatGPT, dan Gemini langsung ke ruang kerja Serpier — sehingga mereka dapat bertanya, menyusun strategi, dan memesan dari dalam antarmuka obrolan yang sudah mereka gunakan .
Serpier berencana untuk memperluas Navi menjadi ruang kerja otomatisasi pemasaran yang lebih luas yang mencakup :
Tujuannya adalah mengubah Navi dari sekadar alat visibilitas pencarian menjadi operator pemasaran otonom yang dapat menjalankan berbagai aktivitas pemasaran .
Visi Serpier mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam dunia pemasaran: Agen AI akan menangani eksekusi taktis — produksi konten, optimasi kampanye, penerbitan, dan pemantauan — sementara manusia fokus pada strategi, kreativitas, dan pengambilan keputusan tingkat tinggi .
Pendekatan berbasis agen ini adalah bagian dari tren yang lebih besar di bidang martech, di mana platform semakin banyak menanamkan agen AI otonom untuk menggantikan alur kerja manual yang berulang . Serpier adalah salah satu pelopor awal yang menerapkan ini secara spesifik pada Generative Engine Optimization — sebuah kategori yang hampir tidak ada dua tahun lalu, tetapi kini menjadi penting bagi merek e-commerce yang ingin direkomendasikan oleh ChatGPT atau Google AI Overviews .
Didirikan pada tahun 2024 di Aarhus, Denmark, oleh Steffen Sørensen, Simon Holm, Søren Fuhr, dan Thomas Grástein, Serpier kini telah tumbuh menjadi 19 karyawan dan melaporkan pendapatan lebih dari €2,5 juta di tahun fiskal pertamanya, serta sudah mencapai titik impas (profitabilitas) . Beberapa sumber bahkan menyebutkan angka pendapatan mencapai €3 juta .
Serpier adalah platform pemasaran yang menggunakan AI dengan fokus pada Generative Engine Optimization (GEO) — yaitu praktik memantau dan meningkatkan cara produk serta merek muncul dalam jawaban yang dihasilkan AI dan kutipan dari Large Language Model (LLM) . Berbeda dengan SEO tradisional yang berfokus pada algoritma peringkat Google, GEO mengoptimalkan cara model bahasa besar seperti ChatGPT, Gemini, Claude, dan Perplexity mengambil dan mengutip informasi .
Platform ini memantau visibilitas AI di berbagai model dan perintah (prompt), melacak kutipan dan pangsa suara (share of voice), serta mendistribusikan penyebutan merek ke jaringan lebih dari 200.000 outlet penerbit .
Produk unggulan Serpier adalah agen AI bernama Navi, yang menangani optimasi visibilitas pencarian dari awal hingga akhir: ia mengidentifikasi peluang, membuat konten yang relevan, dan menerbitkannya secara otomatis . Kemampuan Navi saat ini meliputi:
Navi dirancang sebagai "operator pemasaran AI yang bekerja untuk Anda," dengan integrasi MCP yang memungkinkan pengguna menghubungkan Claude, ChatGPT, dan Gemini langsung ke ruang kerja Serpier — sehingga mereka dapat bertanya, menyusun strategi, dan memesan dari dalam antarmuka obrolan yang sudah mereka gunakan .
Serpier berencana untuk memperluas Navi menjadi ruang kerja otomatisasi pemasaran yang lebih luas yang mencakup :
Tujuannya adalah mengubah Navi dari sekadar alat visibilitas pencarian menjadi operator pemasaran otonom yang dapat menjalankan berbagai aktivitas pemasaran .
Visi Serpier mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam dunia pemasaran: Agen AI akan menangani eksekusi taktis — produksi konten, optimasi kampanye, penerbitan, dan pemantauan — sementara manusia fokus pada strategi, kreativitas, dan pengambilan keputusan tingkat tinggi .
Pendekatan berbasis agen ini adalah bagian dari tren yang lebih besar di bidang martech, di mana platform semakin banyak menanamkan agen AI otonom untuk menggantikan alur kerja manual yang berulang . Serpier adalah salah satu pelopor awal yang menerapkan ini secara spesifik pada Generative Engine Optimization — sebuah kategori yang hampir tidak ada dua tahun lalu, tetapi kini menjadi penting bagi merek e-commerce yang ingin direkomendasikan oleh ChatGPT atau Google AI Overviews .