Startup martech asal Denmark, Serpier, telah mengumpulkan dana seed sebesar €1,4 juta (juga dilaporkan sekitar $1,6 juta) untuk mengembangkan platform bertenaga AI yang membantu brand e-commerce meningkatkan visibilitas di mesin pencari tradisional dan chatbot AI . Putaran pendanaan yang diumumkan pada 25 Juni 2026 ini dipimpin oleh VC Denmark, True Collective, dengan partisipasi dari Export and Investment Fund of Denmark (EIFO)
. Ini adalah putaran pendanaan pertama dan satu-satunya Serpier hingga saat ini
.
Didirikan di Aarhus pada tahun 2024, Serpier ApS resmi berdiri pada 13 November 2024, dengan alamat terdaftar di Åbyhøj . Tujuan perusahaan adalah mengembangkan dan menjual layanan pemasaran digital
. Tim pendiri terdiri dari Steffen Sørensen (CEO), Simon Holm (Direktur), Søren Fuhr (Growth & Co-founder), dan Thomas Grástein (CTO)
. Per pertengahan 2026, perusahaan mempekerjakan sekitar 19 orang dan melayani klien di berbagai pasar
.
Platform Serpier berfokus pada Generative Engine Optimization (GEO), membantu pengecer memantau bagaimana brand dan produk mereka muncul di dalam jawaban yang dihasilkan AI dari ChatGPT, Gemini, dan model bahasa besar lainnya . Platform ini mengidentifikasi peluang sitasi dan secara otomatis memublikasikan konten otoritatif yang dirancang untuk meningkatkan visibilitas AI
. Serpier juga menyertakan integrasi Magento/Adobe Commerce untuk atribusi AI tingkat perusahaan, memungkinkan pedagang memetakan rujukan AI ke pesanan dan pendapatan
.
Perusahaan juga menawarkan integrasi Model Context Protocol (MCP), yang memungkinkan pengguna menghubungkan Claude, ChatGPT, Gemini, dan asisten AI lain yang kompatibel dengan MCP langsung ke ruang kerja Serpier .
Produk unggulan Serpier adalah agen AI bernama Navi. Saat ini, Navi mengelola optimasi visibilitas pencarian dari ujung ke ujung — ia mengidentifikasi peluang, menghasilkan konten yang relevan, dan memublikasikannya secara otomatis . Platform ini menyediakan akses ke database lebih dari 200.000 outlet media untuk distribusi konten dan pembangunan tautan
.
Dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh beberapa outlet yang meliput putaran pendanaan, salah satu pendiri Søren Fuhr mengatakan: "Pemasaran berkembang menuju agen AI yang menangani eksekusi sementara pemasar fokus pada strategi." Perusahaan berencana untuk memperluas kemampuan Navi melampaui optimasi pencarian untuk mengotomatiskan tugas pemasaran yang lebih luas, termasuk pembuatan konten, manajemen kampanye, dan pembuatan halaman arahan
.
Selama pengumuman pendanaan, beredar klaim bahwa Serpier telah mencapai pendapatan lebih dari €2,5 juta dan profitabilitas di tahun fiskal pertamanya. Catatan publik menceritakan kisah yang lebih bernuansa.
Data registrasi bisnis Denmark (Århus Stiftstidende) menunjukkan bahwa untuk tahun fiskal 2025, Serpier ApS melaporkan laba kotor sebesar DKK 4,2 juta (sekitar €563.000) . Perusahaan ini baru didirikan pada akhir tahun 2024, yang berarti tahun fiskal penuh pertamanya masih berlangsung. Tidak ada sumber independen — baik itu registrasi publik, laporan keuangan yang diaudit, atau artikel pengumuman pendanaan — yang memverifikasi angka pendapatan €2,5 juta atau mengonfirmasi profitabilitas.
Catatan penting: Klaim "pendapatan lebih dari €2,5 juta dan profitabilitas di tahun fiskal pertamanya" tidak dikonfirmasi secara jelas oleh catatan keuangan publik. Registrasi menunjukkan laba kotor ~DKK 4,2 juta, dan perusahaan baru didirikan pada akhir tahun 2024. Klaim ini harus diperlakukan sebagai belum terverifikasi tanpa sumber utama atau laporan keuangan yang diaudit.
Serpier memasuki pasar yang padat namun berkembang pesat untuk alat visibilitas AI. Pesaingnya termasuk platform seperti Alhena AI, Yotpo Discover, Sorank, dan FAII, yang semuanya melacak bagaimana brand muncul di dalam hasil pencarian yang dihasilkan AI . Yang membedakan Serpier adalah penekanannya pada alur kerja yang digerakkan oleh agen (Navi) yang tidak hanya memantau visibilitas tetapi juga mengambil tindakan — menerbitkan konten, membangun tautan, dan bertujuan untuk mengotomatiskan seluruh kampanye pemasaran.
Bagi brand e-commerce, proposisi nilainya jelas: agen belanja AI seperti ChatGPT Shopping dan Google AI Overviews semakin berpengaruh dalam penemuan produk . Platform Serpier menawarkan cara untuk mengukur dan meningkatkan bagaimana sebuah brand muncul di dalam mesin AI ini, beralih dari SEO tradisional ke apa yang disebut industri sebagai "Generative Engine Optimization."
Seperti yang diungkapkan salah satu pendiri Søren Fuhr di profil LinkedIn-nya: "Serpier membantu brand dan pemasar untuk disebutkan dalam sumber tepercaya yang membentuk visibilitas pencarian dan AI."
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Startup martech Denmark, Serpier, berhasil mengumpulkan dana seed €1,4 juta (sekitar $1,6 juta) yang dipimpin oleh True Collective dan Export and Investment Fund of Denmark (EIFO) pada Juni 2026.
Startup martech Denmark, Serpier, berhasil mengumpulkan dana seed €1,4 juta (sekitar $1,6 juta) yang dipimpin oleh True Collective dan Export and Investment Fund of Denmark (EIFO) pada Juni 2026. Klaim bahwa Serpier telah mencapai pendapatan lebih dari €2,5 juta dan profitabilitas di tahun fiskal pertamanya belum terverifikasi: data registrasi publik Denmark menunjukkan laba kotor sebesar DKK 4,2 juta (€563.00...
Platform Serpier mencakup integrasi Magento/Adobe Commerce dan koneksi MCP, serta berencana memperluas agen AI nya, Navi, menjadi alat otomatisasi pemasaran yang lebih luas untuk pembuatan konten, manajemen kampanye,...