Jumlah kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz anjlok hingga hanya 12 kapal dalam sehari—turun dari 35 kapal sehari sebelumnya dan kurang dari 10% dari volume normal. Iran meluncurkan drone one way attack ke kapal kapal niaga.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What caused a sharp slowdown in commercial vessel traffic through the Strait of Hormuz over the w. Article summary: Here is a source-by-source fact-check of the key claims you asked about, based on the provided reporting.. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual
Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak paling vital di dunia, mengalami kemacetan lalu lintas kapal niaga yang dramatis pada akhir Juni 2026. Pada akhir pekan 27–29 Juni, hanya 12 kapal yang melintasi selat tersebut pada hari Minggu, turun dari 35 kapal sehari sebelumnya, menurut firma intelijen maritim Windward . Laporan terpisah dari Reuters menyebutkan bahwa lalu lintas kapal melalui Hormuz berada di bawah 10% dari volume normal meskipun gencatan senjata sudah berlaku
.
Berikut adalah fakta-fakta berdasarkan sumber-sumber yang ada.
Iran meluncurkan beberapa drone one-way attack yang menargetkan kapal-kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukan AS mencegat setidaknya empat drone tersebut pada 5 Juni 2026, dan mendeskripsikannya sebagai "ancaman langsung terhadap operasi maritim regional" . Serangan drone Iran terus berlanjut sepanjang Juni
.
Setidaknya satu kapal terkena serangan dan dikonfirmasi oleh banyak sumber: kapal tanker Kiku berbendera Panama, yang membawa minyak mentah untuk perusahaan energi milik negara Qatar, terkena proyektil yang tidak teridentifikasi saat melintasi selat pada pagi hari 27 Juni . Tidak ada korban jiwa di antara kru dan tidak ada kebocoran minyak yang dilaporkan
. Sebagai tanggapan, CENTCOM mengatakan pihaknya menyerang "infrastruktur pengawasan, sistem komunikasi, lokasi pertahanan udara, fasilitas penyimpanan drone, dan kemampuan peletakan ranjau" milik Iran
.
Insiden terpisah melibatkan kapal kargo M/V Ever Lovely berbendara Singapura, yang terkena drone one-way attack Iran pada 25 Juni saat meninggalkan selat di sepanjang pantai Oman, menurut CENTCOM . Serangan ini memaksa Organisasi Maritim Internasional (IMO) PBB untuk menghentikan sementara operasi evakuasinya
.
IMO PBB memperkirakan bahwa sekitar 80 ranjau masih berada di jalur pelayaran historis Selat Hormuz—tepatnya di koridor tengah yang dikenal sebagai Traffic Separation Scheme . Badan pemilik kapal tanker, Intertanko, mengonfirmasi bahwa area tengah terhalang oleh sekitar 80 ranjau dan pengiriman reguler tidak dapat dilanjutkan hingga ranjau-ranjau tersebut dibersihkan
.
Karena bahaya ranjau, perang Iran telah mendorong terciptanya dua jalur alternatif: satu yang mengikuti pantai Oman dan dikoordinasikan oleh AS, dan satu lagi yang dikendalikan Teheran dan lebih dekat ke perairan teritorial Iran . IRGC memperingatkan kapal-kapal bahwa navigasi di luar rute yang ditentukan itu "sangat berbahaya dan dilarang" serta mengancam akan mengambil tindakan terhadap kapal yang mengabaikan arahan tersebut
.
Semakin banyak kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz mematikan pemancar Automatic Identification System (AIS) mereka, sebuah praktik yang dikenal sebagai "going dark." Hal ini membuat pelacakan kapal menjadi lebih sulit dan mungkin menyebabkan undercounting lalu lintas sebenarnya .
Data dari firma intelijen maritim Kpler menunjukkan bahwa hampir 62% kapal tanker dan kapal kargo yang berlayar dari Teluk Persia ke India mematikan pemancar mereka saat melintasi selat, menurut laporan NDTV . Angka khusus ini didukung oleh sumber tunggal tersebut; laporan lain mengonfirmasi bahwa pelayaran gelap meningkat tetapi tidak memverifikasi secara independen angka 62% untuk kapal tujuan India secara spesifik
.
AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada 15 Juni 2026, yang bertujuan untuk mengakhiri permusuhan dan memulihkan lalu lintas niaga melalui selat tersebut . Kesepakatan itu mengikuti gangguan selama 110 hari yang dimulai dengan dimulainya konflik Iran pada 28 Februari
. Pada pekan setelah gencatan senjata, 125 transit tercatat, total mingguan tertinggi sejak perang dimulai
.
Namun, pemulihan itu terbukti rapuh. Serangan drone pada 25 Juni terhadap M/V Ever Lovely menimbulkan ketidakpastian baru atas pelayaran, menghentikan rencana evakuasi PBB dan menyebabkan beberapa kapal tanker berbalik arah . Pada 29 Juni, pengiriman melalui selat kembali melambat, dengan hanya 12 kapal komoditas yang melintas pada hari Minggu dibandingkan dengan 29 pada hari Sabtu
.
Selat tersebut tetap terbuka, tetapi jumlah kapal yang melaluinya masih jauh di bawah level sebelum perang. Keberadaan ranjau, risiko serangan drone lebih lanjut, serta skema rute saingan antara Iran dan AS terus menghambat kembalinya operasi normal .
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Jumlah kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz anjlok hingga hanya 12 kapal dalam sehari—turun dari 35 kapal sehari sebelumnya dan kurang dari 10% dari volume normal.
Jumlah kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz anjlok hingga hanya 12 kapal dalam sehari—turun dari 35 kapal sehari sebelumnya dan kurang dari 10% dari volume normal. Iran meluncurkan drone one way attack ke kapal kapal niaga. Setidaknya satu kapal tanker berbendera Panama dan satu kapal kargo berbendera Singapura terkena serangan.
Sekitar 80 ranjau laut masih mengotori alur pelayaran utama (Traffic Separation Scheme), sehingga IMO memberlakukan dua jalur alternatif: satu di dekat pantai Oman dan satu lagi di dekat perairan Iran.