Menurut model arus kas Handelsbanken, saham Nokia diperdagangkan mendekati nilai wajarnya di sekitar €12, dengan potensi kenaikan terbatas dari harga saat ini sekitar €10,42 . Bank tersebut secara eksplisit mencatat bahwa saham telah mengalami 'rerating' yang tajam. Dengan demikian, penurunan peringkat ini adalah penyesuaian valuasi/imbal hasil, bukan sinyal memburuknya fundamental bisnis
.
Handelsbanken sebelumnya tetap mempertahankan rekomendasi Beli bahkan di masa-masa sulit — misalnya, memangkas targetnya menjadi €5,50 pada pertengahan 2025 tetapi tetap merekomendasikan Beli . Langkah di bulan Juni ini hanya mengakui bahwa keuntungan mudah sudah berlalu.
Rally saham Nokia yang didorong AI telah menghasilkan komunitas analis yang sangat terpecah. Saham tersebut mencapai titik tertinggi dalam 16 tahun pada April 2026 setelah Nokia melaporkan lonjakan laba operasi komparabel Q1 sebesar 54% (€281 juta, melampaui konsensus sebesar €250 juta) dan menaikkan proyeksi pertumbuhan divisi AI . Pada akhir Mei 2026, rasio P/E forward membengkak dari sekitar 17x menjadi kira-kira 36x, yang memicu perdebatan valuasi
.
Berikut adalah posisi beberapa perusahaan besar:
Untuk saham yang tercatat di NYSE, target harga konsensus 12 bulan dari 18 analis adalah $12,57 (sekitar €11,70), yang mengimplikasikan potensi penurunan sekitar 3% dari harga saat ini. Rentangnya sangat lebar: terendah $5,00 dan tertinggi $21,00 .
Sementara tujuh analis menaikkan peringkat Nokia dalam gelombang terkonsentrasi pada Mei 2026 — termasuk CFRA, Argus, JPMorgan, Morgan Stanley, Deutsche Bank, Arete, dan Nordea — beberapa perusahaan secara bersamaan mengurangi antusiasme mereka.
SEB Equities menurunkan peringkat Nokia dari Buy ke Hold pada akhir Maret 2026, dengan menyatakan bahwa 'saham telah mengalami rerating setelah kinerja kuat di Optical Networks' . Wall Street Zen menurunkan peringkat saham menjadi Hold pada bulan Mei, menyebutnya 'fully valued' atau sudah mencapai nilai penuh
. Pada awal Juni 2026, saham Nokia turun tajam karena investor mengambil untung, dan sikap analis yang menganggap saham 'fully valued/limited upside' memperkuat aksi jual
.
Perbedaan fundamental di antara para analis dapat diringkas dalam dua kubu:
Kubu Bull — dipimpin oleh JPMorgan (target €18) dan Morgan Stanley (target €14) — berpendapat bahwa Nokia adalah pemain infrastruktur AI struktural. Akuisisi Infinera, ekspansi Optical Networks, dan lonjakan permintaan pusat data membenarkan valuasi belasan hingga pertengahan belasan . JPMorgan menilai Nokia pada 29 kali laba per saham berdasarkan rasio PEG 1,0, dan estimasi EBIT mereka untuk 2026, 2027, dan 2028 masing-masing 1,8%, 6,0%, dan 40,1% di atas konsensus Infront
.
Kubu Bear dan Skeptis — termasuk target harga rendah dari SEB, Barclays, dan konsensus itu sendiri — mencatat bahwa panduan jangka menengah Nokia sendiri sebesar €2,0–€2,5 miliar laba operasi komparabel untuk 2026 tidak mendukung P/E forward ~36x . Trailing P/E tercatat mendekati 64x pada Maret 2026
. Para analis ini melihat jebakan momentum klasik: saham telah berlari jauh di depan lintasan pendapatan yang mendasarinya.
Perpecahan ini sangat bimodal. Hampir tidak ada titik tengah: analis要么 melihat Nokia sebagai kisah AI-networking yang telah berubah, atau mereka melihat valuasi yang sudah kelewat mahal dan telah memperhitungkan pertumbuhan bertahun-tahun ke depan.
Penurunan peringkat oleh Handelsbanken adalah sinyal yang berguna, tetapi tidak menyelesaikan perdebatan. Ini menegaskan bahwa bahkan para pendukung setia pun kini melihat potensi kenaikan terbatas di level saat ini. Namun, rentang target harga yang lebar — dari €5,00 hingga €21,00 — berarti pasar belum mencapai konsensus. Laporan laba Nokia berikutnya dan kecepatan belanja infrastruktur AI kemungkinan akan menentukan kubu mana yang benar.