Meski mendominasi penguasaan bola — mencapai 75% dan melepaskan 21 tembakan berbanding 7 milik Paraguay — Jerman tidak mampu mencetak gol tambahan hingga waktu normal dan perpanjangan waktu berakhir .
Momen paling krusial terjadi pada menit ke-101 babak perpanjangan waktu. Bek Jerman, Jonathan Tah, melompat tertinggi menyambut umpan tendangan sudut Nathaniel Brown dan menyundul bola melewati kiper Paraguay, Orlando Gill, yang sepertinya membawa Jerman unggul 2-1 .
Para pemain Jerman sempat merayakan gol, namun wasit menghentikan pertandingan untuk pemeriksaan VAR . Setelah meninjau tayangan ulang di monitor, wasit Jalal Jayed memutuskan bahwa Waldemar Anton dari Jerman telah melakukan kontak dengan wajah atau kepala Gill sebelum sundulan Tah, sehingga dianggap sebagai pelanggaran terhadap kiper
.
Gol tersebut dianulir dan memicu kontroversi luas. The Independent melaporkan bahwa keputusan itu "meninggalkan rasa pahit," dengan tayangan ulang yang hanya memperlihatkan kontak minimal . Analis wasit BBC, Darren Cann, tidak setuju dengan keputusan tersebut, dengan mengatakan bahwa hampir tidak ada kontak
.
Kiper Paraguay, Orlando Gill, melakukan dua penyelamatan penting, sementara bek José Canale mengeksekusi penalti penentu kemenangan di babak sudden death untuk mengunci kemenangan 4-3 . Kai Havertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tah gagal mengeksekusi penalti untuk Jerman
.
Ini adalah kekalahan pertama Jerman dalam adu penalti Piala Dunia. Sebelumnya, mereka memiliki rekor sempurna 4-0 dalam adu penalti . Kekalahan ini menandai kegagalan ketiga Jerman secara beruntun di fase gugur — setelah tersingkir di fase grup pada 2018 dan 2022 — dan langsung menempatkan posisi manajer Julian Nagelsmann dalam bahaya serius
.
Ini adalah kemenangan bersejarah — kemenangan pertama mereka di fase gugur Piala Dunia sejak 2010, sekaligus mengakhiri rekor lima pertandingan knockout tanpa mencetak gol . Hasil ini disebut sebagai "momen terbaik Paraguay" dan kejutan terbesar Piala Dunia 2026
. India Today menyebutnya sebagai "malam terbesar dalam sejarah sepak bola negara itu"
.