Sebagai perbandingan, perkiraan dari lembaga lain jauh lebih konservatif. Fortune Business Insights memproyeksikan pasar baterai sodium-ion global hanya sebesar US$7,08 miliar pada 2034 , sementara Fact.MR memperkirakan US$12,5–15,2 miliar pada 2035–2036
. Angka US$800 miliar dalam laporan Morgan Stanley mewakili total pembentukan modal yang dibutuhkan di seluruh ekosistem, bukan pendapatan pasar.
Laporan Morgan Stanley menyoroti tiga keunggulan struktural dibandingkan baterai lithium-ion yang sudah ada:
General Motors diidentifikasi sebagai pemain awal AS melalui kemitraan strategis dengan Peak Energy, pengembang penyimpanan listrik berbasis di Denver . Kemitraan ini diumumkan pada acara GM Empower 2026 pada 9 Juni 2026, dan mencakup investasi strategis dari GM Ventures di Peak Energy
.
Kemitraan ini menandakan komitmen besar dari pabrikan mobil tradisional untuk menggunakan kimia sodium-ion secara khusus untuk penyimpanan listrik stasioner, bukan untuk kendaraan listrik (EV).
CATL (Contemporary Amperex Technology Co.) dari China sudah memproduksi massal sel sodium-ion untuk mobil listrik kompak dan truk ringan, sebuah pasar yang sebelumnya disebut Morgan Stanley memiliki potensi pertumbuhan 'cembung' (convex) .
Pada 22 Juni 2026, CATL meluncurkan TENER Sodium Energy Storage System di Munich, Jerman — yang disebut sebagai sistem penyimpanan energi baterai sodium-ion pertama di dunia yang telah tervalidasi di lapangan . Spesifikasi utama dari pengumuman resmi CATL:
Peluncuran TENER oleh CATL merupakan langkah validasi yang signifikan, menunjukkan bahwa produksi skala GWh secara komersial sudah layak.
Konsolidasi industri. Morgan Stanley memperingatkan bahwa skala besar sodium-ion akan memicu konsolidasi di antara produsen baterai, di mana pemain yang ada harus membarui peralatan atau berisiko menjadi usang .
Pergeseran permintaan komoditas.
Proyeksi Morgan Stanley sangat ambisius. Perkiraan independen lain — termasuk dari Fact.MR, Fortune Business Insights, dan Precedence Research — memproyeksikan pasar baterai sodium-ion hanya sebesar US$7–15 miliar pada 2034–2036 , jauh di bawah angka investasi US$800 miliar dalam skenario Morgan Stanley. Angka pengurangan permintaan tembaga sebesar 200.000 ton metrik banyak dikutip dalam liputan laporan tersebut, namun tidak dapat ditelusuri langsung dari dokumen asli Morgan Stanley.
Hasil produksi massal dan degradasi di dunia nyata untuk sodium-ion pada skala GWh yang dibayangkan Morgan Stanley masih belum terbukti, meskipun peluncuran TENER oleh CATL merupakan langkah berarti menuju pembuktian kelayakan komersial. Kesuksesan jangka panjang teknologi ini akan bergantung pada investasi modal yang berkelanjutan, dukungan kebijakan, dan pengurangan biaya yang terus-menerus.