Pada 28-29 Juni 2026, Pakistan melancarkan operasi militer lintas batas terbesarnya dalam beberapa bulan terhadap persembunyian militan di Afganistan, yang menewaskan setidaknya 29 orang. Serangan ini merupakan respons langsung terhadap serangan berdarah di markas paramiliter di Karachi — namun ini juga merupakan eskalasi terbaru dalam konflik yang terus meningkat sejak gencatan senjata yang rapuh runtuh pada akhir 2025.
Berikut adalah rincian terverifikasi tentang apa yang terjadi, mengapa, dan bagaimana India terseret ke dalam perselisihan ini.
Penyebab langsungnya adalah percobaan serangan teroris di markas regional paramiliter Sindh Rangers di Karachi pada 27-28 Juni 2026. Militan bersenjata lengkap dengan senjata api dan bahan peledak menyerbu kompleks tersebut . Pasukan keamanan Pakistan mengaku menewaskan tiga penyerang, dan tiga personel Rangers tewas dalam baku tembak; penyerang keempat ditangkap hidup-hidup dan diidentifikasi sebagai warga negara Afganistan
.
Keesokan harinya, militer Pakistan melancarkan apa yang mereka gambarkan sebagai operasi darat "berbasis intelijen" di distrik Bajaur di sisi perbatasan mereka sendiri, diikuti dengan "serangan terukur" — termasuk serangan udara presisi — melintasi perbatasan ke Afganistan . Menteri Informasi Attaullah Tarar mengonfirmasi bahwa tiga target di provinsi Afganistan Paktia, Paktika, dan Kunar dihancurkan
.
Setelah serangan Karachi dan serangan lintas batas, pejabat Pakistan menuduh bahwa serangan itu dilakukan oleh "kaki tangan India" . Tuduhan ini sesuai dengan pola yang sudah lama berlangsung: Pakistan berulang kali mengklaim bahwa India mendukung kelompok militan yang beroperasi dari wilayah Afganistan melawan Pakistan
.
Respons India cepat dan tegas. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Randhir Jaiswal menyebut tuduhan itu "tidak berdasar" dan meminta otoritas Pakistan untuk "berintrospeksi" dan mengambil tindakan kredibel terhadap infrastruktur teror di tanahnya sendiri, bukannya menyalahkan orang lain .
India juga mengutuk serangan lintas batas itu sendiri. Di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 9 Juni 2026, India menuduh Pakistan melanggar kedaulatan Afganistan dan menyebabkan korban sipil . Sebelumnya dalam konflik, India menggambarkan serangan udara Pakistan sebagai upaya untuk "mengeksternalisasi kelemahan internalnya"
.
Catatan penting: Ini adalah pernyataan dari pemerintah India. Tidak ada bukti independen publik yang mengonfirmasi atau menyangkal klaim spesifik Pakistan tentang kaki tangan India dalam serangan Karachi. Tuduhan ini masih diperdebatkan.
Serangan Juni 2026 tidak dapat dipahami secara terpisah. Ini adalah ledakan terbaru dan salah satu yang terbesar dalam konflik yang terus meningkat secara stabil sejak gencatan senjata yang dinegosiasikan runtuh.
Setelah beberapa bentrokan perbatasan paling mematikan dalam beberapa tahun, gencatan senjata dimediasi oleh Turki dan Qatar pada akhir Oktober 2025. Kedua belah pihak setuju untuk memperpanjangnya melalui pembicaraan di Istanbul yang mencakup mekanisme pemantauan dan verifikasi .
Pembicaraan gagal hampir seketika. Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengumumkan pada 8 November bahwa negosiasi telah gagal, terutama karena Pakistan bersikeras agar Taliban Afganistan mengambil tindakan terhadap TTP — sebuah tuntutan yang ditolak Kabul karena melampaui "kemampuannya" . Gencatan senjata tetap berlaku di atas kertas tetapi menjadi semakin hampa.
Gencatan senjata hancur secara brutal pada 26-27 Februari, ketika Pakistan melancarkan serangan udara ke instalasi militer Taliban di Kabul, Kandahar, dan Paktia, menyebutnya sebagai balasan atas serangan lintas batas TTP. Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, secara terbuka menyatakan bahwa kedua negara sekarang dalam "perang terbuka" . Afganistan membalas dengan tembakan perbatasan dan serangannya sendiri
.
Gencatan senjata singkat pada Maret, yang diumumkan menjelang Idul Fitri, berakhir dan diikuti oleh pertempuran kembali yang menewaskan setidaknya dua warga sipil di Kunar . Serangan besar TTP di pos keamanan Pakistan pada Mei menewaskan beberapa personel paramiliter, semakin mengikis sisa-sisa pengendalian diri
.
Beberapa hari sebelum serangan Karachi, Afganistan melancarkan serangan udara ke apa yang disebutnya sebagai persembunyian militan dan "entitas intelijen musuh" di dalam Pakistan, meningkatkan ketegangan ke puncak baru .
Operasi darat dan serangan presisi Pakistan yang menewaskan 29 militan merupakan operasi lintas batas tunggal terbesar sejak deklarasi 'perang terbuka' Februari .
Gencatan senjata 2025 tidak pernah menghasilkan penyelesaian politik. Gencatan senjata mulai terkikis hampir seketika setelah pembicaraan gagal pada November 2025, dihancurkan secara brutal pada Februari 2026, dan telah digantikan oleh siklus serangan dan pembalasan yang meningkat. Serangan Juni 2026 bukanlah insiden yang terisolasi — ini adalah kelanjutan dari pola yang tidak menunjukkan tanda-tanda de-eskalasi.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Pakistan melancarkan operasi darat dan serangan udara ke wilayah Afganistan pada 28 29 Juni 2026, mengklaim menewaskan 29 militan sebagai balasan atas serangan terhadap markas paramiliter Sindh Rangers di Karachi yang...
Pakistan melancarkan operasi darat dan serangan udara ke wilayah Afganistan pada 28 29 Juni 2026, mengklaim menewaskan 29 militan sebagai balasan atas serangan terhadap markas paramiliter Sindh Rangers di Karachi yang... India dengan tegas menolak tuduhan Pakistan tentang keterlibatan 'kaki tangan India' dalam serangan Karachi, menyebutnya 'tidak berdasar' dan meminta Islamabad untuk 'berintrospeksi'.
Serangan ini merupakan operasi lintas batas tunggal terbesar sejak Menteri Pertahanan Pakistan mendeklarasikan 'perang terbuka' pada Februari 2026, setelah runtuhnya gencatan senjata rapuh yang dimediasi Turki dan Qat...