Apa sebenarnya yang mendorong angka-angka ini? Dan mungkinkah kekuatan on-chain ini pada akhirnya bisa mendongkrak harga?
Lonjakan 72% dalam alamat aktif harian di XRP Ledger, yang dilaporkan oleh Santiment dan analis Ali Martinez pada 28 Juni 2026, meningkatkan metrik ini dari sekitar 23.000 menjadi lebih dari 39.500 alamat . Sekilas, ini terdengar seperti katalis pertumbuhan jaringan yang klasik.
Namun, sumber dari lonjakan ini sebagian besar adalah infrastruktur stablecoin. Pada 25 Juni 2026, XRP Ledger untuk pertama kalinya mengalahkan Ethereum sebagai jaringan terbesar yang menampung stablecoin RLUSD milik Ripple, dengan sekitar $802 juta di XRPL dibandingkan $793 juta di Ethereum . Selisihnya memang tipis — sekitar $6 juta — tetapi ini menandai pergeseran struktural. Beberapa hari sebelumnya, pada pertengahan Juni, Ethereum masih memegang sekitar 53% pasokan RLUSD ($879 juta vs. $760 juta di XRPL) .
Aktivitas stablecoin ini menghasilkan pola tertentu: transaksi AccountSet, peristiwa minting dan burning, serta operasi DEX yang terkait dengan RLUSD menciptakan interaksi dompet tanpa melibatkan token XRP itu sendiri. Volume transaksi harian di XRPL melonjak hingga hampir 3 juta pada April 2026, kira-kira tiga kali lipat dari ~1 juta yang tercatat pada pertengahan 2025, terutama didorong oleh aktivitas infrastruktur ini .
Intinya: Pengguna ini berinteraksi dengan stablecoin, bukan membeli XRP. Ini menjelaskan mengapa terjadi perbedaan yang tajam antara aktivitas on-chain dan harga spot.
Perbedaan ini semakin terlihat jelas ketika kita melihat perilaku pemegang besar. Dompet dengan setidaknya 10.000 XRP mencapai rekor 332.230 alamat, menurut Santiment, melanjutkan tren akumulasi yang dimulai pada Juni 2024 . Paus yang memegang antara 10 juta dan 100 juta XRP menambahkan 920 juta koin, meningkatkan saldo gabungan mereka menjadi 11,79 miliar XRP .
Pada skala tertinggi, dompet dengan setidaknya 10 juta XRP kini menguasai sekitar 45,83 miliar XRP — sekitar 68,5% dari pasokan yang beredar, konsentrasi terbesar sejak Mei 2018 .
Akumulasi di level rekor bersamaan dengan harga di level terendah multi-bulan biasanya menandakan salah satu dari dua hal: entah ini adalah pemegang jangka panjang strategis yang membeli saat turun, atau dompet-dompet ini sebenarnya bukan pembeli spekulatif sama sekali. Ekosistem RLUSD — yang membutuhkan XRP untuk biaya transaksi dan persyaratan cadangan — mungkin telah meningkatkan jumlah "paus" karena operator stablecoin menyiapkan dompet. Ini masih menjadi pertanyaan terbuka, tetapi pergerakan harga belum mengonfirmasi sinyal bullish yang biasanya tersirat oleh akumulasi saja.
Sementara data on-chain terlihat kuat, grafik XRP menunjukkan cerita yang berbeda. Token ini diperdagangkan di sekitar $1,05, turun 8% dalam seminggu terakhir dan 43% year-to-date . Posisinya berada di bawah rata-rata pergerakan 100 hari dan 200 hari — sebuah konfigurasi bearish yang klasik .
Analis Ali Martinez mengidentifikasi $1,06 sebagai level support yang kritis. Jika tembus di bawah level ini, harga bisa terpapar ke $0,80, $0,62, atau bahkan $0,51 . Analis lain melihat potensi penurunan ke $0,54, sekitar 60% di bawah level saat ini . Tren yang lebih luas pun suram: XRP telah mencatatkan enam bulan kerugian beruntun, menghapus semua keuntungan yang dibuat dalam siklus 2024–2025 .
Rebound ke $1,10 diperlukan untuk mengisyaratkan potensi pembalikan arah double-bottom, tetapi tekanan beli belum cukup kuat untuk mencapai hal itu sejauh ini .
Ketegangan utama pada XRP saat ini adalah antara fundamental akumulasi yang kuat dan struktur harga yang memburuk.
Skenario Bullish: Akumulasi paus yang memecahkan rekor, cadangan bursa yang menurun (menunjukkan pasokan berpindah ke cold storage), pertumbuhan ekosistem RLUSD yang membawa pengguna baru ke XRPL, dan aliran masuk spot ETF menciptakan skenario supply-squeeze yang bisa memaksa harga naik seiring waktu.
Skenario Bearish: Lonjakan alamat aktif sebagian besar adalah infrastruktur stablecoin, bukan permintaan organik XRP. Harga telah menembus semua rata-rata pergerakan kunci, RSI mendekati wilayah oversold, dan kondisi makro masih tidak menguntungkan. Level $1,06 digambarkan sebagai "garis pertahanan terakhir" sebelum pergerakan ke $0,80–$0,75 .
Kesimpulan: Metrik on-chain memang kuat, tetapi metrik tersebut mengukur hal yang salah untuk reli harga. Sampai aktivitas terkait RLUSD diterjemahkan menjadi tekanan beli bersih untuk XRP, atau sampai token ini berhasil merebut kembali level $1,10 secara meyakinkan, struktur bearish tetap akan mendominasi.
Probabilitas pasar yang disebutkan dalam pertanyaan awal (peluang Polymarket 78% untuk tetap di atas $1, 21% untuk di atas $1,10; RSI 30,79; angka cadangan Binance tertentu; data arus masuk spot ETF) tidak dapat diverifikasi secara independen dalam batasan pencarian dan harus diperiksa silang terhadap sumber data langsung.