Sony awalnya berencana merilis 12 game live service pada 2026, tapi kini hanya berkomitmen pada 6 judul setelah 7 proyek dibatalkan [1][12]. Hanya Helldivers 2 yang sukses besar; sisanya seperti Concord mengalami kegagalan total dan studio pengembangnya ditutup [1][4].
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What is PlayStation's current strategy toward live-service games, how does it differentiate its r. Article summary: Here is a fact-checked overview covering all four of your questions.. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
Langkah besar PlayStation masuk ke pasar game live-service (game yang terus diperbarui dengan konten baru) menjadi salah satu pergeseran strategi paling dramatis dan paling mahal dalam sejarah industri video game modern.
Sejak tahun 2022, Sony telah menginvestasikan miliaran dolar untuk mengakuisisi studio dan membangun jaringan game online. Namun, hasilnya justru berantakan: rentetan pembatalan proyek, kegagalan spektakuler game Concord, dan dampak kemanusiaan yang menghancurkan di anak perusahaannya, Bungie. Hingga pertengahan 2026, strategi ini memang babak belur, tapi belum sepenuhnya ditinggalkan.
Sony tetap berpegang teguh pada game live-service meskipun sederet proyek gagal total. Rencana awal pada 2022—yang diumumkan oleh mantan CEO Jim Ryan—adalah meluncurkan 12 judul live-service pada tahun 2025. Namun, rencana ini kemudian dikerucutkan secara drastis . Pada akhir 2023, Sony hanya berkomitmen untuk merilis enam dari 12 judul tersebut pada Maret 2026
. Hingga pertengahan 2026, hanya Helldivers 2 yang sukses besar, sementara tujuh proyek lainnya dibatalkan dan beberapa lainnya ditunda
.
Kepala PlayStation Studios, Hermen Hulst, telah mengubah pesan dari kuantitas menjadi kualitas. Ia mengatakan, "Yang penting bagi saya adalah memiliki beragam pengalaman pemain" daripada mengejar angka tertentu . Dalam wawancara dengan majalah Famitsu pada Juni 2026, co-CEO PlayStation Hideaki Nishino menegaskan bahwa perusahaan percaya game live-service "memiliki potensi untuk menarik pengguna di seluruh dunia" dan akan terus mengembangkannya
.
Kekuatan historis PlayStation selama ini adalah game single-player sinematik, seperti The Last of Us, God of War, dan Spider-Man. Dalam pergeseran menuju live-service, Sony secara sengaja mengalihkan sumber daya ke game online yang berkelanjutan—sebuah penyimpangan besar dari model tradisionalnya . Perbedaan utamanya:
Pendekatan dua jalur ini menciptakan ketegangan: jalur live-service telah menyedot investasi besar namun hanya menghasilkan satu hit yang jelas (Helldivers 2), yang akhirnya menyebabkan pembatalan proyek live-service dari Bluepoint (game multipemain God of War) dan Bend Studio .
Bungie telah dihantam PHK besar-besaran sejak diakuisisi Sony seharga $3,6 miliar pada tahun 2022 . Berikut rincian gelombang PHK-nya:
Total sejak akuisisi: Setidaknya 612 pekerjaan hilang dalam tiga gelombang, atau sekitar 47% dari total tenaga kerja Bungie . Sony juga mencatat kerugian $765 juta atas nilai Bungie pada Mei 2026—21% dari harga akuisisi
.
Perubahan kepemimpinan:
Kegagalan Concord menjadi momen penting. Game hero shooter ini dikembangkan selama delapan tahun oleh Firewalk Studios (yang diakuisisi Sony). Concord dirilis pada 23 Agustus 2024, dan langsung ditarik dari pasaran pada 6 September—hanya dua minggu setelah rilis—karena penjualan yang sangat rendah. Sony kemudian menutup Firewalk Studios pada Oktober 2024 .
Dampaknya sangat signifikan:
Meskipun semua ini terjadi, Sony tidak mundur. Perusahaan terus berinvestasi dalam judul live-service baru, menjadikan Helldivers 2 sebagai bukti bahwa model ini bisa berhasil untuk PlayStation . Jumlah proyek simultan telah dikurangi setengahnya, kontrol kualitas diperketat, dan pesan eksternal disesuaikan—namun arah strategisnya tetap tidak berubah hingga Juni 2026.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Sony awalnya berencana merilis 12 game live service pada 2026, tapi kini hanya berkomitmen pada 6 judul setelah 7 proyek dibatalkan [1][12].
Sony awalnya berencana merilis 12 game live service pada 2026, tapi kini hanya berkomitmen pada 6 judul setelah 7 proyek dibatalkan [1][12]. Hanya Helldivers 2 yang sukses besar; sisanya seperti Concord mengalami kegagalan total dan studio pengembangnya ditutup [1][4].
Bungie, studio yang diakuisisi Sony seharga $3,6 miliar, telah kehilangan setidaknya 612 karyawan dalam tiga gelombang PHK, atau 47% dari total tenaga kerja [2][13].