Skor akhir: Mesir 1-1 Iran
Pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal. Mesir membuka keunggulan pada menit ke-5 setelah Mahmoud Saber memanfaatkan bola lepas dan melepaskan tembakan yang melewati kiper Iran, Alireza Beiranvand .
Iran mendapat peluang besar untuk menyamakan kedudukan beberapa menit kemudian. Pada menit ke-11, eksekusi penalti Mehdi Taremi berhasil digagalkan kiper Mesir, Mostafa Shobeir. Namun, Iran tidak berhenti menekan. Tiga menit berselang, Ramin Rezaeian mencetak gol dari sudut sempit untuk mengubah skor menjadi 1-1 .
Setelah awal laga yang menghibur, permainan sempat berjalan lebih ketat. Drama terbesar baru terjadi pada masa tambahan waktu. Pada menit ke-93, Shoja Khalilzadeh mencetak gol dari jarak dekat dan para pemain Iran sempat merayakan kemenangan. Namun, pemeriksaan VAR menunjukkan posisi offside. Keputusan di lapangan pun dibatalkan dan skor tetap 1-1 .
Iran masih memiliki dua peluang emas setelah itu. Sundulan Saeid Ezatolahi dan Mehdi Taremi sama-sama membentur mistar gawang. Yasser Ibrahim juga melakukan penyelamatan penting di garis gawang untuk menggagalkan upaya Rezaeian mencetak gol keduanya .
| Posisi | Tim | Poin | Hasil |
|---|---|---|---|
| 1 | Belgia | 7 | Lolos ke babak 32 besar |
| 2 | Mesir | 5 | Lolos ke babak 32 besar |
| 3 | Iran | 3 | Menunggu hasil tim peringkat ketiga grup lain |
| 4 | Selandia Baru | 1 | Tersingkir |
Belgia finis sebagai juara grup, sedangkan Mesir mengamankan posisi kedua. Iran berada di peringkat ketiga dengan tiga poin dan masih berpeluang melaju jika catatan mereka cukup baik dibandingkan tim peringkat ketiga dari grup lain .
Mesir memastikan tiket ke babak 32 besar untuk pertama kalinya sejak debut mereka di Piala Dunia pada 1934 . Pada fase berikutnya, Mesir akan menghadapi Australia .
Bagi Iran, gol Khalilzadeh yang dianulir VAR menjadi momen pahit. Seandainya gol tersebut disahkan, Iran akan mengamankan kemenangan dan posisi yang lebih baik. Dengan hasil imbang ini, mereka masih harus menanti hasil dari grup-grup lain untuk menentukan nasib di turnamen .
Ramin Rezaeian menerima penghargaan Super Player of the Match setelah mencetak gol penyama kedudukan untuk Iran .
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian bersejarah tim yang akhirnya mampu menembus fase gugur. Ia juga mengakui bahwa pertandingan berakhir dalam suasana penuh ketegangan .
Mahmoud Saber menyebut keberhasilan tersebut sebagai “mimpi yang menjadi kenyataan” dan memuji semangat juang rekan-rekannya dalam bertahan menghadapi tekanan Iran pada menit-menit akhir .