The Fed di bawah pimpinan Ketua Kevin Warsh mengambil nada yang sangat hawkish pada pertemuan Juni 2026, mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut . Dampaknya langsung terasa di Hong Kong karena dolar Hong Kong (HKD) dipatok ke dolar AS (USD). Akibatnya, Hong Kong 'mengimpor' kebijakan moneter yang lebih ketat dari AS. Pada 18 Juni saja, HSI jatuh 2,27% sebagai reaksi langsung terhadap sikap The Fed ini
. Para analis menyebutnya sebagai "pukulan ganda dari sinyal hawkish The Fed dan kekhawatiran yang masih membayangi ekonomi domestik China"
. Dari 19 pejabat The Fed, sembilan di antaranya kini memperkirakan akan ada kenaikan suku bunga, berdasarkan 'dot plot'
.
Aksi jual massal di sektor teknologi terjadi serempak di seluruh dunia pada akhir Juni. Pemicunya adalah kekhawatiran yang meningkat bahwa reli kecerdasan buatan (AI) sudah berjalan "terlalu cepat, terlalu jauh," di tengah biaya infrastruktur AI yang membengkak dan sinyal monetisasi yang lemah . Indeks Hang Seng Tech ikut terseret, turun 2,14% pada pekan yang berakhir 19 Juni, dan terus merosot pada pekan berikutnya
. Aksi jual ini meluas di Asia: KOSPI Korea Selatan jatuh 8% (memicu penghentian perdagangan/circuit breaker), Nikkei Jepang ambles ~5% pada 26 Juni, dan Nasdaq mencatat sesi kerugian kelima berturut-turut karena saham chip terpuruk
.
Fenomena divergensi berbentuk K sudah terlihat jelas di pasar China. Laporan Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) pada Maret 2026 bahkan mengakui adanya "perbedaan berbentuk K yang nyata di seluruh rumah tangga dan sektor" dalam perekonomian yang lebih luas . Di pasar saham, modal beralih dari saham internet dan konsumen China (yang mendominasi pencatatan saham di Hong Kong) menuju pemenang rantai pasok AI di Taiwan, Korea, dan AS
. CICC mencatat bahwa "satu-satunya tema dominan di paruh pertama 2026 adalah apakah suatu pasar memiliki AI atau tidak — pasar dengan AI melawan pasar tanpa AI, seperti Hong Kong"
. Outlook dari Hang Seng Investment sendiri mengonfirmasi bahwa saham Hong Kong secara luas tertinggal, sementara investor lebih memilih saham defensif, dividen tinggi, dan volatilitas rendah
.
Alibaba Group Holding menjadi pemberat tunggal terbesar. Sahamnya ambrol ke level terendah dalam 16 bulan dan mendorong HSI sempat jatuh di bawah 23.000 pada 25 Juni . Pemicunya adalah laporan bahwa perusahaan AI asal AS, Anthropic, menuduh Alibaba secara "ilegal" mengekstrak kemampuan dari model AI-nya, Claude
. Kelemahan yang dipicu Alibaba, dikombinasikan dengan aksi jual luas di saham terkait AI dan semikonduktor, sangat membebani indeks HSI yang sarat saham teknologi
.
Faktor-faktor ini tidak bekerja sendiri — mereka saling memperkuat:
Comments
0 comments