Salesforce mengumumkan ketersediaan umum Agentforce Contact Center Workforce Engagement Management (WEM) pada 22 Juni 2026, yang mencakup fitur Workforce Management (WFM) dan Quality Management (QM) native [2][4]. Fitur WFM meliputi peramalan cerdas berdasarkan data historis, kapasitas jangka panjang, penjadwalan ma...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What workforce management and quality management features did Salesforce unveil in its June 2026. Article summary: ## Salesforce Agentforce Contact Center WEM — June 2026 Launch. Topic tags: general, general web, user generated, documentation. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
Pada 22 Juni 2026, di ajang Customer Contact Week di Las Vegas, Salesforce mengumumkan ketersediaan umum Agentforce Contact Center Workforce Engagement Management (WEM). Langkah ini menambahkan fitur workforce management (WFM) dan quality management (QM) ke dalam tumpukan CCaaS (Contact Center as a Service) milik Salesforce — hanya tiga bulan setelah mereka meluncurkan Agentforce Contact Center di acara Enterprise Connect . Ini merupakan gebrakan signifikan bagi Salesforce dalam persaingan melawan Zendesk (yang juga berangkat dari CRM ke CCaaS) dan vendor contact center mapan seperti NICE dan Verint.
WEM dari Salesforce mencakup seperangkat alat tenaga kerja dan kualitas yang dirancang untuk menghadirkan perencanaan berbasis data dan pengawasan di pusat kontak.
Fitur Workforce Management (WFM):
Tujuan yang dinyatakan untuk WFM adalah menyederhanakan penempatan staf, mengurangi lembur, meningkatkan utilisasi sumber daya, dan meningkatkan CSAT (kepuasan pelanggan) .
Fitur Quality Management (QM):
Dokumentasi bantuan Salesforce menyebut alat-alat ini sebagai "alat perencanaan berbasis data" yang mencakup peramalan, perencanaan kapasitas, dan penjadwalan fleksibel . Catatan rilis Trailhead Summer '26 menekankan bahwa WEM membantu "mengoptimalkan sumber daya tim di semua saluran" dengan alat native yang terintegrasi
.
Wawasan dari WFM dan QM ditampilkan melalui Agentforce Service Command Center, yang memberikan visibilitas terpadu atas aktivitas agen manusia dan AI . Kemampuan utamanya meliputi:
Ini adalah evolusi dari konsep Agentforce Command Center/Observabilitas yang lebih luas yang diperkenalkan pada pertengahan 2025, yang dirancang untuk memberikan "transparansi penuh" pada tenaga kerja hybrid manusia-AI . Peluncuran WEM pada Juni 2026 membuat hal ini dapat ditindaklanjuti secara spesifik oleh supervisor pusat kontak dengan menghubungkan observabilitas langsung ke penjadwalan WFM dan skoring QM
.
Baik Salesforce maupun Zendesk kini menawarkan WFM/QM native sebagai bagian dari platform CCaaS mereka — sebuah perubahan penting karena keduanya bukanlah vendor infrastruktur contact center tradisional.
Vendor mapan seperti NICE CXone dan Verint tetap lebih matang di beberapa kategori utama.
Posisi tanding Salesforce: Analis dari CMSWire dan No Jitter mencatat bahwa Salesforce tidak bertujuan untuk menyamai NICE/Verint fitur-demi-fitur dalam jangka pendek. Keunggulannya adalah konteks native-CRM — peramalan WFM dan skor QM terhubung langsung ke objek Salesforce, data peluang, dan riwayat kasus, yang tidak dapat ditandingi vendor WEM mandiri mana pun . Platform ini paling cocok untuk perusahaan pasar menengah dan yang berpusat pada Salesforce, sementara NICE dan Verint masih unggul untuk pusat kontak besar, kompleks, multi-saluran, dan sangat teregulasi
.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Salesforce mengumumkan ketersediaan umum Agentforce Contact Center Workforce Engagement Management (WEM) pada 22 Juni 2026, yang mencakup fitur Workforce Management (WFM) dan Quality Management (QM) native [2][4].
Salesforce mengumumkan ketersediaan umum Agentforce Contact Center Workforce Engagement Management (WEM) pada 22 Juni 2026, yang mencakup fitur Workforce Management (WFM) dan Quality Management (QM) native [2][4]. Fitur WFM meliputi peramalan cerdas berdasarkan data historis, kapasitas jangka panjang, penjadwalan massal, dan metrik kepatuhan; sedangkan QM mencakup penilaian kualitas interaksi serta alat pembinaan [1][8][13].
Semua wawasan dari WFM dan QM ditampilkan di Agentforce Service Command Center, yang memberikan visibilitas terpadu atas aktivitas agen manusia dan AI dalam satu panel [2][3][4].