Developer Warframe Tak Rayakan 'Kematian' Destiny 2 — Mereka Justru Berduka
Ketika Bungie mengumumkan berakhirnya dukungan live service Destiny 2 pada Juni 2026, para developer Warframe justru bereaksi dengan kesedihan, bukan selebrasi — mereka menyebut kabar itu 'bencana' dan 'mengguncang du... Community Director Warframe, Megan Everett, memperingatkan bahwa 'sebuah game sehat ketika ia me...
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-FlashGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Ketika Bungie mengumumkan berakhirnya dukungan live service Destiny 2 pada Juni 2026, para developer Warframe justru bereaksi dengan kesedihan, bukan selebrasi — mereka menyebut kabar itu 'bencana' dan 'mengguncang du...
Community Director Warframe, Megan Everett, memperingatkan bahwa 'sebuah game sehat ketika ia memiliki kompetitor'.
Search & fact-check with cited sources for What did Warframe's developers say about the end of Destiny 2's live support, including their emoWarframe's developers mourned the end of Destiny 2's live support, calling it 'catastrophic' and creating a hidden in-game tribute.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What did Warframe's developers say about the end of Destiny 2's live support, including their emo. Article summary: Here is a comprehensive, sourced summary of what Warframe's developers said about the end of Destiny 2's live support.. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative
openai.com
Pada Mei 2026, Bungie mengumumkan akan menghentikan konten baru untuk Destiny 2 setelah update terakhir pada 9 Juni 2026 . Kabar ini mengguncang komunitas penembak bergenre live-service — termasuk studio di balik saingan terberat Destiny 2.
Alih-alih membuka sampanye, para pengembang Warframe dari Digital Extremes justru merespons dengan kesedihan yang mendalam, ucapan duka cita publik, dan penghormatan nyata di dalam game. Inilah yang mereka katakan, mengapa mereka mengatakannya, dan apa artinya bagi genre ini.
'Bencana' dan 'Tak Terpikirkan': Reaksi Emosional
Rebecca Ford (Creative Director) adalah salah satu suara pertama dan paling menonjol dari Digital Extremes. Berbicara di podcast dan di media sosial, ia menggambarkan berita itu sebagai "bencana" (catastrophic) dan "tak terpikirkan" (unthinkable), mengatakan ia tidak bisa memahami bagaimana industri bisa "mengakhiri salah satu game paling berpengaruh dalam dekade terakhir" .
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Developer Warframe Tak Rayakan 'Kematian' Destiny 2 — Mereka Justru Berduka"?
Ketika Bungie mengumumkan berakhirnya dukungan live service Destiny 2 pada Juni 2026, para developer Warframe justru bereaksi dengan kesedihan, bukan selebrasi — mereka menyebut kabar itu 'bencana' dan 'mengguncang du...
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Ketika Bungie mengumumkan berakhirnya dukungan live service Destiny 2 pada Juni 2026, para developer Warframe justru bereaksi dengan kesedihan, bukan selebrasi — mereka menyebut kabar itu 'bencana' dan 'mengguncang du... Community Director Warframe, Megan Everett, memperingatkan bahwa 'sebuah game sehat ketika ia memiliki kompetitor'.
Developer Warframe Tak Rayakan 'Kematian' Destiny 2 — Mereka Justru Berduka
Ketika Bungie mengumumkan berakhirnya dukungan live service Destiny 2 pada Juni 2026, para developer Warframe justru bereaksi dengan kesedihan, bukan selebrasi — mereka menyebut kabar itu 'bencana' dan 'mengguncang du... Community Director Warframe, Megan Everett, memperingatkan bahwa 'sebuah game sehat ketika ia me...
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-FlashGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Ketika Bungie mengumumkan berakhirnya dukungan live service Destiny 2 pada Juni 2026, para developer Warframe justru bereaksi dengan kesedihan, bukan selebrasi — mereka menyebut kabar itu 'bencana' dan 'mengguncang du...
Community Director Warframe, Megan Everett, memperingatkan bahwa 'sebuah game sehat ketika ia memiliki kompetitor'.
Search & fact-check with cited sources for What did Warframe's developers say about the end of Destiny 2's live support, including their emoWarframe's developers mourned the end of Destiny 2's live support, calling it 'catastrophic' and creating a hidden in-game tribute.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What did Warframe's developers say about the end of Destiny 2's live support, including their emo. Article summary: Here is a comprehensive, sourced summary of what Warframe's developers said about the end of Destiny 2's live support.. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative
openai.com
Pada Mei 2026, Bungie mengumumkan akan menghentikan konten baru untuk Destiny 2 setelah update terakhir pada 9 Juni 2026 . Kabar ini mengguncang komunitas penembak bergenre live-service — termasuk studio di balik saingan terberat Destiny 2.
Alih-alih membuka sampanye, para pengembang Warframe dari Digital Extremes justru merespons dengan kesedihan yang mendalam, ucapan duka cita publik, dan penghormatan nyata di dalam game. Inilah yang mereka katakan, mengapa mereka mengatakannya, dan apa artinya bagi genre ini.
'Bencana' dan 'Tak Terpikirkan': Reaksi Emosional
Rebecca Ford (Creative Director) adalah salah satu suara pertama dan paling menonjol dari Digital Extremes. Berbicara di podcast dan di media sosial, ia menggambarkan berita itu sebagai "bencana" (catastrophic) dan "tak terpikirkan" (unthinkable), mengatakan ia tidak bisa memahami bagaimana industri bisa "mengakhiri salah satu game paling berpengaruh dalam dekade terakhir" .
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Developer Warframe Tak Rayakan 'Kematian' Destiny 2 — Mereka Justru Berduka"?
Ketika Bungie mengumumkan berakhirnya dukungan live service Destiny 2 pada Juni 2026, para developer Warframe justru bereaksi dengan kesedihan, bukan selebrasi — mereka menyebut kabar itu 'bencana' dan 'mengguncang du...
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Ketika Bungie mengumumkan berakhirnya dukungan live service Destiny 2 pada Juni 2026, para developer Warframe justru bereaksi dengan kesedihan, bukan selebrasi — mereka menyebut kabar itu 'bencana' dan 'mengguncang du... Community Director Warframe, Megan Everett, memperingatkan bahwa 'sebuah game sehat ketika ia memiliki kompetitor'.
Ford menelusuri koneksi pribadinya dengan Bungie hingga saat ia bermain Halo 3 di usia 16 tahun . Dalam sebuah postingan yang banyak dibagikan, ia menulis: "Destiny adalah dan merupakan kekuatan alam, dicintai dan dipegang di tangan begitu banyak orang yang, untuk sesaat, menjadi bagian dari hal terbesar di dunia game. Betapa dahsyatnya! Saya berusia 16 tahun lagi — saya 35 tahun. Saya membuat Warframe, saya mengucapkan selamat tinggal pada satu-satunya pilar yang bisa saya lihat."
Megan Everett (Community Director & Live Ops Lead) menggambarkan pengumuman itu sebagai "memilukan" (heartbreaking) dan "mengguncang dunia" (earth-shattering) . Ia mengatakan kepada Eurogamer bahwa ia tidak pernah membayangkan akan membaca email dari Bungie tentang penghentian dukungan Destiny 2. Berbicara kepada PC Gamer, ia menegaskan: "Tidak ada yang merayakan".
Pablo Alonso (Design Director) juga ikut berduka cita secara publik dan menyamakannya dengan saat Heroes of the Storm dihentikan, mengkritik mereka yang memanfaatkan momen tersebut untuk mendorong game saingan alih-alih menunjukkan rasa hormat . Ia mengatakan bahwa rekomendasi seperti itu — menyuruh penggemar yang berduka untuk "main game lain saja" — tidak membantu, malah "menjengkelkan" .
Soal Kompetisi: 'Game Itu Sehat Kalau Punya Pesaing'
Alih-alih menganggap berakhirnya Destiny 2 sebagai kemenangan kompetitif, para petinggi Warframe justru membingkainya sebagai kerugian bagi seluruh genre live-service.
Megan Everett secara eksplisit mengatakan: "Sebuah game sehat ketika ia memiliki kompetitor". Ia menjelaskan bahwa kehadiran Destiny 2 mendorong Warframe untuk menjadi lebih baik, dan ketiadaannya meninggalkan kekosongan yang tak bisa diisi oleh satu game pun .
Rebecca Ford menimpali, menyatakan "tidak ada satu dunia pun yang masuk akal" untuk mengakhiri dukungan Destiny 2, dan keputusan itu didorong oleh tekanan dari sisi bisnis, bukan sisi kreatif . Ia kemudian menambahkan bahwa "tidak akan ada Warframe tanpa warisan game-game Bungie" .
Konteks Lebih Luas: Update Terakhir dan Penghormatan dalam Game
Update terakhir: Pada 9 Juni 2026, Bungie merilis Monument of Triumph sebagai update konten besar terakhir Destiny 2, menghentikan pengembangan aktif sementara server tetap berjalan . Tidak ada rencana untuk Destiny 3.
Acara penghormatan: Pada 17 Juni 2026, Digital Extremes meluncurkan Alert khusus dalam game di planet Telesto, bertajuk "Make Your Own Fate" — sebuah penghormatan yang disengaja untuk franchise Destiny. Ford kemudian memposting bahwa para pemain menemukan "pesan bertema Destiny di dalam game" sebagai tribute tersembunyi .
Dampak genre: Banyak media mencatat bahwa kepergian Destiny 2 menghilangkan kompetitor terbesar di ruang penembak penjarah (looter shooter) live-service, meninggalkan Warframe sebagai judul gratis-untuk-dimainkan (free-to-play) dominan yang bertahan lama . Namun para pengembang tidak membingkai ini sebagai peluang, melainkan sebagai tanda yang mengkhawatirkan bagi kesehatan model live-service secara keseluruhan .
Kesimpulan: Duka, Bukan Sombong
Para pengembang Warframe bereaksi dengan kesedihan yang tidak ditutup-tutupi, secara eksplisit menolak untuk membingkai berita itu sebagai sebuah kemenangan, dan sebaliknya meratapi kehilangan seorang saingan yang mereka akui telah menginspirasi pekerjaan mereka sendiri. Mereka membuktikan kata-kata mereka dengan tindakan — sebuah penghormatan tersembunyi di dalam game mereka sendiri yang hanya bisa ditemukan oleh mereka yang jeli.
Seperti yang dikatakan Megan Everett: "Sebuah game sehat ketika ia memiliki kompetitor." Dengan ukuran itu, berakhirnya dukungan live Destiny 2 membuat seluruh genre ini menjadi sedikit kurang sehat.
pcgamesn.comWarframe adds a touching tribute to Destiny 2
Ford menelusuri koneksi pribadinya dengan Bungie hingga saat ia bermain Halo 3 di usia 16 tahun . Dalam sebuah postingan yang banyak dibagikan, ia menulis: "Destiny adalah dan merupakan kekuatan alam, dicintai dan dipegang di tangan begitu banyak orang yang, untuk sesaat, menjadi bagian dari hal terbesar di dunia game. Betapa dahsyatnya! Saya berusia 16 tahun lagi — saya 35 tahun. Saya membuat Warframe, saya mengucapkan selamat tinggal pada satu-satunya pilar yang bisa saya lihat."
Megan Everett (Community Director & Live Ops Lead) menggambarkan pengumuman itu sebagai "memilukan" (heartbreaking) dan "mengguncang dunia" (earth-shattering) . Ia mengatakan kepada Eurogamer bahwa ia tidak pernah membayangkan akan membaca email dari Bungie tentang penghentian dukungan Destiny 2. Berbicara kepada PC Gamer, ia menegaskan: "Tidak ada yang merayakan".
Pablo Alonso (Design Director) juga ikut berduka cita secara publik dan menyamakannya dengan saat Heroes of the Storm dihentikan, mengkritik mereka yang memanfaatkan momen tersebut untuk mendorong game saingan alih-alih menunjukkan rasa hormat . Ia mengatakan bahwa rekomendasi seperti itu — menyuruh penggemar yang berduka untuk "main game lain saja" — tidak membantu, malah "menjengkelkan" .
Soal Kompetisi: 'Game Itu Sehat Kalau Punya Pesaing'
Alih-alih menganggap berakhirnya Destiny 2 sebagai kemenangan kompetitif, para petinggi Warframe justru membingkainya sebagai kerugian bagi seluruh genre live-service.
Megan Everett secara eksplisit mengatakan: "Sebuah game sehat ketika ia memiliki kompetitor". Ia menjelaskan bahwa kehadiran Destiny 2 mendorong Warframe untuk menjadi lebih baik, dan ketiadaannya meninggalkan kekosongan yang tak bisa diisi oleh satu game pun .
Rebecca Ford menimpali, menyatakan "tidak ada satu dunia pun yang masuk akal" untuk mengakhiri dukungan Destiny 2, dan keputusan itu didorong oleh tekanan dari sisi bisnis, bukan sisi kreatif . Ia kemudian menambahkan bahwa "tidak akan ada Warframe tanpa warisan game-game Bungie" .
Konteks Lebih Luas: Update Terakhir dan Penghormatan dalam Game
Update terakhir: Pada 9 Juni 2026, Bungie merilis Monument of Triumph sebagai update konten besar terakhir Destiny 2, menghentikan pengembangan aktif sementara server tetap berjalan . Tidak ada rencana untuk Destiny 3.
Acara penghormatan: Pada 17 Juni 2026, Digital Extremes meluncurkan Alert khusus dalam game di planet Telesto, bertajuk "Make Your Own Fate" — sebuah penghormatan yang disengaja untuk franchise Destiny. Ford kemudian memposting bahwa para pemain menemukan "pesan bertema Destiny di dalam game" sebagai tribute tersembunyi .
Dampak genre: Banyak media mencatat bahwa kepergian Destiny 2 menghilangkan kompetitor terbesar di ruang penembak penjarah (looter shooter) live-service, meninggalkan Warframe sebagai judul gratis-untuk-dimainkan (free-to-play) dominan yang bertahan lama . Namun para pengembang tidak membingkai ini sebagai peluang, melainkan sebagai tanda yang mengkhawatirkan bagi kesehatan model live-service secara keseluruhan .
Kesimpulan: Duka, Bukan Sombong
Para pengembang Warframe bereaksi dengan kesedihan yang tidak ditutup-tutupi, secara eksplisit menolak untuk membingkai berita itu sebagai sebuah kemenangan, dan sebaliknya meratapi kehilangan seorang saingan yang mereka akui telah menginspirasi pekerjaan mereka sendiri. Mereka membuktikan kata-kata mereka dengan tindakan — sebuah penghormatan tersembunyi di dalam game mereka sendiri yang hanya bisa ditemukan oleh mereka yang jeli.
Seperti yang dikatakan Megan Everett: "Sebuah game sehat ketika ia memiliki kompetitor." Dengan ukuran itu, berakhirnya dukungan live Destiny 2 membuat seluruh genre ini menjadi sedikit kurang sehat.
pcgamesn.comWarframe adds a touching tribute to Destiny 2