SpaceSail baru memiliki 144 satelit di orbit, sementara Starlink sudah punya 7.800+. Strategi SpaceSail: masuk ke negara negara seperti Brasil, Kazakhstan, dan Afrika Selatan yang menolak Starlink karena alasan regulasi atau politik.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What details are known about Chinese satellite company SpaceSail's new fundraising round, its sat. Article summary: SpaceSail has a massive ambition (10,000+ satellites) and strong state backing, but remains in a very early stage — only ~144 satellites on orbit versus Starlink's ~7,800+. Its strategy is not to outperform Starlink on t. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fa
Pada 22 Juni 2026, media pemerintah China Securities Times melaporkan bahwa SpaceSail (Shanghai Spacecom Satellite Technology) meluncurkan putaran pendanaan baru. Investasi baru ini akan mewakili gabungan kepemilikan saham tidak lebih dari 20% . Target pendanaan pastinya belum diumumkan secara terbuka, tetapi putaran ini menyusul penggalangan dana sekitar $933 juta (sebagian besar dari entitas negara) pada tahun 2025
. SpaceSail, yang dikendalikan oleh pemerintah kota Shanghai, telah mencari modal segar setidaknya sejak Maret 2026 untuk mendanai rencana peluncuran satelitnya yang agresif
. Putaran baru ini akan menghadirkan maksimal tiga investor baru, dan pemegang saham yang sudah ada juga diperkirakan akan berpartisipasi
. Dana yang terkumpul akan digunakan terutama untuk pembangunan konstelasi
.
Peluncuran SpaceSail berlangsung secara bertahap. Per Mei 2026, setelah meluncurkan 18 satelit baru, total konstelasi di orbit mencapai 144 satelit . Laporan media sosial pertengahan Juni 2026 bahkan menyebutkan konstelasi mungkin sudah bertumbuh hingga sekitar 200 satelit, namun angka ini belum dikonfirmasi secara independen oleh media besar
.
Target jangka pendek perusahaan adalah menempatkan 648 satelit pada akhir 2025 — sebuah target yang tampaknya sudah meleset mengingat jumlah baru 144 satelit pada pertengahan 2026 . Tujuan jangka panjangnya adalah konstelasi raksasa sebanyak 10.000 hingga 15.000 satelit di orbit rendah Bumi pada tahun 2030
.
Fase pertama menargetkan 648 satelit untuk cakupan regional; fase kedua menambah 648 satelit lagi untuk cakupan global pada 2027; fase ketiga menargetkan sekitar 15.000 satelit yang menawarkan integrasi multi-layanan koneksi langsung seluler pada 2030 . Sebuah pabrik manufaktur satelit di distrik Songjiang, Shanghai, yang dijalankan oleh kontraktor Genesat, sedang dibangun untuk memproduksi hingga 300 satelit per tahun
.
Dalam hal ekspansi pasar internasional, Brasil menjadi negara Amerika Latin pertama yang mengizinkan layanan komersial SpaceSail setelah regulator telekomunikasi Anatel memberikan izin pada awal 2026 . SpaceSail telah menyelesaikan perjanjian untuk berekspansi ke Brasil, memulai operasi di Kazakhstan, dan sedang dalam negosiasi dengan lebih dari 30 negara
.
| Metrik | Starlink | SpaceSail |
|---|---|---|
| Satelit di orbit | ~7.800–10.000 (per 2025–26) | ~144 (Mei 2026) |
| Pengguna global | ~6 juta | Belum berskala komersial |
| Kecepatan unduh rata-rata (AS) | ~200 Mbps | Belum banyak di-benchmark |
Konstelasi SpaceSail saat ini hanya sekitar 1–2% dari ukuran armada orbit Starlink. Starlink mulai diluncurkan pada 2019 dan memiliki keunggulan awal bertahun-tahun dalam hal ritme produksi, terminal pengguna, dan izin regulasi di seluruh dunia .
Layanan SpaceSail sangat mirip dengan Starlink — konstelasi ini dirancang untuk akses broadband serta komunikasi direct-to-device (D2D) dan solusi IoT satelit. Secara internal, proyek ini dijuluki "G60 Starlink" karena kemiripan fungsinya . Namun, Starlink diuntungkan oleh kemampuan peluncuran terintegrasi vertikal SpaceX (Falcon 9 / Starship), yang memberikan biaya peluncuran yang jauh lebih murah dan tingkat penyebaran yang lebih cepat. SpaceSail bergantung pada roket Long March China dan ekosistem peluncuran komersial yang memiliki irama lebih rendah
. Analis dari Analysys Mason mencatat bahwa meskipun SpaceSail adalah konstelasi berdaulat yang paling mirip dengan Starlink, Starlink dan Amazon Kuiper akan memimpin untuk masa mendatang dalam hal kinerja dan cakupan
.
SpaceSail dengan sengaja memasuki pasar di mana Starlink menghadapi hambatan regulasi, perlawanan politik, atau larangan layanan — khususnya di negara-negara Global South . Beijing mengintegrasikan SpaceSail ke dalam Belt and Road Initiative (BRI), memposisikannya sebagai alat geopolitik untuk menawarkan infrastruktur internet berdaulat kepada negara-negara mitra
. Negara target utama meliputi Brasil, Kazakhstan, Malaysia, Afrika Selatan, dan lebih dari 30 negara lainnya
. SpaceSail bahkan mungkin akan mengalahkan Starlink dalam meluncurkan layanan di Afrika Selatan
. Perusahaan diperkirakan akan menawarkan terminal dengan biaya lebih murah dan memposisikan diri sebagai alternatif non-AS, yang menarik bagi pemerintah yang khawatir dengan infrastruktur satelit yang dikendalikan AS
.
SpaceSail memiliki ambisi besar (10.000+ satelit) dan dukungan negara yang kuat, tetapi masih dalam tahap yang sangat awal — baru ~144 satelit di orbit berbanding ~7.800+ milik Starlink. Strateginya bukan untuk mengungguli Starlink dalam teknologi atau kecepatan saat ini, tetapi untuk memenangkan pasar yang kurang terlayani dengan memanfaatkan hubungan diplomatik China dan menawarkan alternatif berdaulat di mana Starlink diblokir atau tidak diinginkan. Sebagian besar analis tidak memperkirakan SpaceSail akan menjadi ancaman kompetitif yang berarti bagi dominasi global Starlink sebelum tahun 2030 .
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
SpaceSail baru memiliki 144 satelit di orbit, sementara Starlink sudah punya 7.800+.
SpaceSail baru memiliki 144 satelit di orbit, sementara Starlink sudah punya 7.800+. Strategi SpaceSail: masuk ke negara negara seperti Brasil, Kazakhstan, dan Afrika Selatan yang menolak Starlink karena alasan regulasi atau politik.
Loading comments...
Comments
0 comments