Pada 9 Juni 2026, Square Enix mengumumkan Kingdom Hearts Collection [I III] untuk Switch 2 dengan cover yang langsung dicurigai fans sebagai hasil AI karena anomali anatomi—mulai dari jari Donald Duck yang berjumlah e... Tanpa pernyataan resmi, Square Enix diam diam mengganti cover dengan artwork edisi Jepang yang o...
Jawaban penelitian
![Kingdom Hearts Collection [I~III] box art comparison showing the original version with alleged AI artifacts and the revised version with corrected artwork.](https://production-storage-studioglobal.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com/chat/EORaotpyJOhXQrnzEaHzxW1xXhD2/thumbnails/41B26BC364FA1A2045B7/F727A98F5FFD2AE9232D-medium-640.webp)
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What happened with Square Enix's Kingdom Hearts Collection [I-III] Nintendo Switch 2 box art foll. Article summary: Here is a full fact-checked breakdown of the incident.. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
Pada 9 Juni 2026, Square Enix mengumumkan Kingdom Hearts Collection [I~III] untuk Nintendo Switch 2 lewat Nintendo Direct. Dalam hitungan jam, fans mendeteksi bahwa cover edisi Amerika Utara—yang merupakan versi modifikasi dari karya seni utama Tetsuya Nomura—memiliki anomali anatomi dan rendering yang konsisten dengan hasil upscaling atau retouching AI generatif . Reaksi keras pun meluap di media sosial, forum, dan pers game.
Square Enix tidak mengeluarkan pernyataan atau permintaan maaf. Sebaliknya, perusahaan diam-diam mengganti cover di situs resmi dan daftar pengecer pada 18–22 Juni 2026. Banyak outlet mengonfirmasi pergantian ini pada 22 Juni . Cover baru dikirim ke pengecer tanpa pengumuman apa pun
.
Cover asli edisi NA memiliki beberapa artefak khas AI :
Kekurangan ini diinterpretasikan secara luas sebagai tanda bahwa Square Enix telah menjalankan lukisan asli Nomura melalui AI upscaler atau alat generative enhancement, bukan menggunakan artwork yang tidak tersentuh .
Cover pengganti pada dasarnya adalah karya seni edisi Jepang yang tidak pernah diubah. Dibandingkan dengan cover asli Amerika Utara, cover revisi:
Singkatnya, seni baru adalah ilustrasi buatan tangan yang tidak tersentuh. Seni lama adalah versi modifikasi yang tampaknya telah diproses melalui AI .
Kingdom Hearts Collection [I~III] dijadwalkan rilis pada 8 Oktober 2026 untuk Nintendo Switch 2, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S .
Insiden ini tidak berdiri sendiri. Industri game belakangan menyaksikan peningkatan tajam dalam perlawanan fans terhadap dugaan penggunaan AI dalam artwork komersial .
Kasus Kingdom Hearts menonjol karena melibatkan waralaba andalan, warisan seniman legendaris, dan mundurnya perusahaan secara diam-diam alih-alih membela praktik tersebut. Ini menandakan bahwa bahkan penerbit besar pun tidak kebal terhadap risiko reputasi dari artwork komersial buatan AI.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Pada 9 Juni 2026, Square Enix mengumumkan Kingdom Hearts Collection [I III] untuk Switch 2 dengan cover yang langsung dicurigai fans sebagai hasil AI karena anomali anatomi—mulai dari jari Donald Duck yang berjumlah e...
Pada 9 Juni 2026, Square Enix mengumumkan Kingdom Hearts Collection [I III] untuk Switch 2 dengan cover yang langsung dicurigai fans sebagai hasil AI karena anomali anatomi—mulai dari jari Donald Duck yang berjumlah e... Tanpa pernyataan resmi, Square Enix diam diam mengganti cover dengan artwork edisi Jepang yang orisinal pada 18–22 Juni 2026.
Kasus ini menyoroti tren industri di mana gamer kian militan menolak penggunaan AI dalam artwork komersial, bahkan memaksa perusahaan besar seperti Square Enix untuk mundur.