Lonjakan Mobil Listrik Diprediksi Hempaskan 320.000 Barel Permintaan Minyak per Hari, Goldman Sachs Pangkas Proyeksi Harga Brent 2027
Goldman Sachs menyimpulkan bahwa lonjakan adopsi kendaraan listrik global, yang dipicu oleh harga BBM tinggi selama krisis Selat Hormuz, dapat memangkas permintaan minyak hingga 320.000 barel per hari pada akhir 2027. Pangsa pasar penjualan mobil listrik global melonjak 3,4 poin persentase selama masa krisis, mencap...
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-FlashGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Goldman Sachs menyimpulkan bahwa lonjakan adopsi kendaraan listrik global, yang dipicu oleh harga BBM tinggi selama krisis Selat Hormuz, dapat memangkas permintaan minyak hingga 320.000 barel per hari pada akhir 2027.
Pangsa pasar penjualan mobil listrik global melonjak 3,4 poin persentase selama masa krisis, mencapai 26,1%—level tertinggi kedua yang pernah tercatat.
Goldman melihat adanya hambatan struktural permanen pada permintaan minyak sebesar 'sedikit di atas 10%' dari kelemahan permintaan selama krisis, dengan penetrasi EV di China sebagai jangkar utama jangka panjang.
Search & fact-check with cited sources for What did Goldman Sachs' late-June research note conclude about the impact of rapid global EV adopGoldman Sachs projects EV adoption could permanently reduce oil demand by 320,000 barrels per day by late 2027.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What did Goldman Sachs' late-June research note conclude about the impact of rapid global EV adop. Article summary: Goldman Sachs' late-June research concluded that: - **China-led global EV adoption**, supercharged by Hormuz crisis fuel prices, will cut oil demand by **up to 320,000 bpd by late 2027** (base case). - **Global EV market. Topic tags: general, government, general web, user generated, news. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermar
openai.com
Pada akhir Juni 2026, Goldman Sachs merilis riset yang mengguncang pasar energi: lonjakan adopsi kendaraan listrik (EV) global—yang dipercepat oleh harga BBM rekor selama krisis Hormuz—dapat secara permanen mengurangi permintaan minyak hingga 320.000 barel per hari (bph) pada akhir 2027. Bank ini kemudian memangkas proyeksi harga minyak mentah Brent untuk 2027 menjadi $75 per barel, turun dari $80 hanya sepekan sebelumnya, setelah kesepakatan damai AS-Iran mempercepat pemulihan pasokan minyak Teluk .
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Lonjakan Mobil Listrik Diprediksi Hempaskan 320.000 Barel Permintaan Minyak per Hari, Goldman Sachs Pangkas Proyeksi Harga Brent 2027"?
Goldman Sachs menyimpulkan bahwa lonjakan adopsi kendaraan listrik global, yang dipicu oleh harga BBM tinggi selama krisis Selat Hormuz, dapat memangkas permintaan minyak hingga 320.000 barel per hari pada akhir 2027.
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Goldman Sachs menyimpulkan bahwa lonjakan adopsi kendaraan listrik global, yang dipicu oleh harga BBM tinggi selama krisis Selat Hormuz, dapat memangkas permintaan minyak hingga 320.000 barel per hari pada akhir 2027. Pangsa pasar penjualan mobil listrik global melonjak 3,4 poin persentase selama masa krisis, mencapai 26,1%—level tertinggi kedua yang pernah tercatat.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Goldman melihat adanya hambatan struktural permanen pada permintaan minyak sebesar 'sedikit di atas 10%' dari kelemahan permintaan selama krisis, dengan penetrasi EV di China sebagai jangkar utama jangka panjang.
Lonjakan Mobil Listrik Diprediksi Hempaskan 320.000 Barel Permintaan Minyak per Hari, Goldman Sachs Pangkas Proyeksi Harga Brent 2027
Goldman Sachs menyimpulkan bahwa lonjakan adopsi kendaraan listrik global, yang dipicu oleh harga BBM tinggi selama krisis Selat Hormuz, dapat memangkas permintaan minyak hingga 320.000 barel per hari pada akhir 2027. Pangsa pasar penjualan mobil listrik global melonjak 3,4 poin persentase selama masa krisis, mencap...
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-FlashGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Goldman Sachs menyimpulkan bahwa lonjakan adopsi kendaraan listrik global, yang dipicu oleh harga BBM tinggi selama krisis Selat Hormuz, dapat memangkas permintaan minyak hingga 320.000 barel per hari pada akhir 2027.
Pangsa pasar penjualan mobil listrik global melonjak 3,4 poin persentase selama masa krisis, mencapai 26,1%—level tertinggi kedua yang pernah tercatat.
Goldman melihat adanya hambatan struktural permanen pada permintaan minyak sebesar 'sedikit di atas 10%' dari kelemahan permintaan selama krisis, dengan penetrasi EV di China sebagai jangkar utama jangka panjang.
Search & fact-check with cited sources for What did Goldman Sachs' late-June research note conclude about the impact of rapid global EV adopGoldman Sachs projects EV adoption could permanently reduce oil demand by 320,000 barrels per day by late 2027.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Search & fact-check with cited sources for What did Goldman Sachs' late-June research note conclude about the impact of rapid global EV adop. Article summary: Goldman Sachs' late-June research concluded that: - **China-led global EV adoption**, supercharged by Hormuz crisis fuel prices, will cut oil demand by **up to 320,000 bpd by late 2027** (base case). - **Global EV market. Topic tags: general, government, general web, user generated, news. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermar
openai.com
Pada akhir Juni 2026, Goldman Sachs merilis riset yang mengguncang pasar energi: lonjakan adopsi kendaraan listrik (EV) global—yang dipercepat oleh harga BBM rekor selama krisis Hormuz—dapat secara permanen mengurangi permintaan minyak hingga 320.000 barel per hari (bph) pada akhir 2027. Bank ini kemudian memangkas proyeksi harga minyak mentah Brent untuk 2027 menjadi $75 per barel, turun dari $80 hanya sepekan sebelumnya, setelah kesepakatan damai AS-Iran mempercepat pemulihan pasokan minyak Teluk .
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Lonjakan Mobil Listrik Diprediksi Hempaskan 320.000 Barel Permintaan Minyak per Hari, Goldman Sachs Pangkas Proyeksi Harga Brent 2027"?
Goldman Sachs menyimpulkan bahwa lonjakan adopsi kendaraan listrik global, yang dipicu oleh harga BBM tinggi selama krisis Selat Hormuz, dapat memangkas permintaan minyak hingga 320.000 barel per hari pada akhir 2027.
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Goldman Sachs menyimpulkan bahwa lonjakan adopsi kendaraan listrik global, yang dipicu oleh harga BBM tinggi selama krisis Selat Hormuz, dapat memangkas permintaan minyak hingga 320.000 barel per hari pada akhir 2027. Pangsa pasar penjualan mobil listrik global melonjak 3,4 poin persentase selama masa krisis, mencapai 26,1%—level tertinggi kedua yang pernah tercatat.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Goldman melihat adanya hambatan struktural permanen pada permintaan minyak sebesar 'sedikit di atas 10%' dari kelemahan permintaan selama krisis, dengan penetrasi EV di China sebagai jangkar utama jangka panjang.
Artikel ini mengupas tuntas kesimpulan Goldman—angka permintaan, proyeksi harga, hambatan struktural, dan konteks geopolitik—lengkap dengan sumber data.
Catatan Riset 22 Juni: Adopsi EV dan Penghancuran Permintaan Minyak
Pada 22 Juni 2026, Goldman Sachs menerbitkan catatan riset khusus yang mengkaji hubungan antara krisis Hormuz dan adopsi kendaraan listrik (EV) .
Pemicu percepatan: Bank tersebut mengaitkan lonjakan adopsi EV dengan lonjakan harga akibat gangguan di Selat Hormuz. Bensin yang jauh lebih mahal mendorong konsumen beralih ke kendaraan listrik lebih cepat dari perkiraan sebelumnya .
Data pangsa pasar EV global:
Pangsa penjualan EV global terhadap total pasar mobil baru naik 3,4 poin persentase selama periode krisis .
Total pangsa pasar EV mencapai 26,1% pada bulan lalu, level tertinggi kedua yang pernah tercatat .
Perkiraan pengurangan permintaan:
Skenario dasar (base-case): Hambatan permintaan akibat EV mencapai sekitar 320.000 bph pada akhir 2027.
Sebagai perbandingan, catatan Goldman terpisah pada 6 Juni memperkirakan total penghancuran permintaan minyak global (dari semua penyebab, termasuk penarikan stok dan efek ekonomi yang lebih luas) sebesar 4–5 juta bph pada bulan April, setara dengan pengurangan 4–5% dari permintaan global .
Bank tersebut mencatat bahwa pemulihan permintaan setelah krisis akan terjadi "cepat tetapi tidak sempurna," dengan penetrasi EV di China menjadi hambatan struktural permanen bagi permintaan minyak .
Proyeksi Harga Minyak Mentah Brent 2027: Dua Kali Pemangkasan Berturut-turut
Goldman Sachs secara progresif menurunkan proyeksi harga minyak Brent sepanjang Juni 2026:
11–12 Juni (pemangkasan pertama): Goldman menurunkan rata-rata Brent 2027 sebesar $5 menjadi $80/barel, dengan alasan pasokan yang lebih kuat dari produsen non-OPEC (AS, Brasil, Guyana, Venezuela, UEA) dan permintaan yang lebih lemah, terutama peralihan China ke EV .
16 Juni (pasca-kesepakatan AS-Iran): Setelah kesepakatan damai sementara diumumkan, Goldman memangkas lagi—menurunkan rata-rata 2027 menjadi $75/barel dan mengurangi proyeksi Brent Q4 2026 menjadi $80 dari $90 .
17 Juni (Podcast Riset Goldman): Daan Struyven, co-head Riset Goldman, mengonfirmasi proyeksi $75/barel untuk 2027, mencatat bahwa pasar telah memperhitungkan pemulihan pasokan .
Alasan utama pemangkasan kedua: Kesepakatan sementara AS-Iran, yang diumumkan oleh Presiden Trump, mencabut blokade angkatan laut dan mulai membuka kembali Selat Hormuz. Goldman mempercepat timeline yang diasumsikan untuk pemulihan ekspor Teluk Persia sebanyak satu bulan—menjadi akhir Juli 2026, bukan akhir Agustus—sehingga membawa gelombang pasokan yang sebelumnya terkunci . Bank tersebut mencatat bahwa pada April 2026, sebelum kesepakatan, mereka telah memperingatkan bahwa Brent bisa mencapai $130/barel jika selat tersebut tidak pernah dibuka kembali sepenuhnya; kesepakatan damai secara efektif menghilangkan risiko ekor tersebut .
Hambatan Struktural di Pasar Minyak
Goldman mengidentifikasi dua hambatan struktural yang akan bertahan bahkan setelah krisis Hormuz sepenuhnya teratasi:
Penghancuran permintaan akibat EV di China: Bank tersebut mencatat bahwa percepatan peralihan China ke kendaraan listrik telah menciptakan "hambatan struktural" pada permintaan minyak yang diperkirakan sekitar setengah juta barel per hari dari baseline permintaan hingga 2027 . Seorang analis menulis bahwa penetrasi EV di China "menjaga hambatan struktural" yang tidak akan berbalik .
'Sedikit di atas 10%' kerusakan permintaan bersifat permanen: Goldman berasumsi bahwa sedikit di atas 10% dari kelemahan permintaan sementara yang disebabkan oleh lonjakan harga akan bersifat permanen—artinya perubahan perilaku konsumen (adopsi EV, peningkatan efisiensi, pergeseran moda transportasi) tidak akan kembali seperti semula bahkan setelah harga turun .
Proyeksi surplus pasar: Bank tersebut memproyeksikan surplus 3,2 juta bph di pasar minyak pada 2027, meskipun mencatat bahwa persediaan yang rendah dan permintaan penimbunan strategis akan memberikan lantai harga .
Konteks Lebih Luas: Kesepakatan Damai AS-Iran
Kesepakatan damai sementara AS-Iran pada pertengahan Juni menjadi katalis geopolitik utama untuk penurunan peringkat proyeksi:
Kesepakatan itu mengakhiri permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20% minyak global .
Goldman mengatakan ekspor Teluk dapat kembali ke level sebelum konflik pada akhir Juli 2026, satu bulan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya .
Dalam podcast 17 Juni, co-head Riset Goldman Daan Struyven menyatakan bahwa harga kemungkinan akan turun lebih lanjut tetapi tidak akan kembali ke level sebelum perang secara langsung, karena pasar telah memperhitungkan "skenario dasar yang relatif optimis" .
Bahkan setelah pemangkasan, Goldman mencatat risiko masih condong ke atas—jika Selat Hormuz menghadapi gangguan baru, minyak Brent masih bisa melonjak di atas $130 .
Intinya
Riset Goldman Sachs akhir Juni menyimpulkan bahwa:
Adopsi EV global yang dipimpin China, yang dipercepat oleh harga BBM krisis Hormuz, akan memangkas permintaan minyak hingga 320.000 bph pada akhir 2027 (skenario dasar).
Pangsa pasar EV global melonjak 3,4 poin persentase selama periode krisis, mencapai 26,1%.
Proyeksi harga minyak Brent dipangkas dalam dua langkah—pertama ke $80/barel (12 Juni), lalu ke $75/barel untuk 2027 (16 Juni)—didorong oleh hambatan permintaan EV dan kesepakatan damai AS-Iran yang membuka kembali Selat Hormuz.
Bank tersebut melihat hambatan struktural yang tidak dapat dibalik pada permintaan minyak sebesar "sedikit di atas 10%" dari kelemahan permintaan selama krisis, dengan penetrasi EV di China sebagai jangkar utama jangka panjang .
Artikel ini mengupas tuntas kesimpulan Goldman—angka permintaan, proyeksi harga, hambatan struktural, dan konteks geopolitik—lengkap dengan sumber data.
Catatan Riset 22 Juni: Adopsi EV dan Penghancuran Permintaan Minyak
Pada 22 Juni 2026, Goldman Sachs menerbitkan catatan riset khusus yang mengkaji hubungan antara krisis Hormuz dan adopsi kendaraan listrik (EV) .
Pemicu percepatan: Bank tersebut mengaitkan lonjakan adopsi EV dengan lonjakan harga akibat gangguan di Selat Hormuz. Bensin yang jauh lebih mahal mendorong konsumen beralih ke kendaraan listrik lebih cepat dari perkiraan sebelumnya .
Data pangsa pasar EV global:
Pangsa penjualan EV global terhadap total pasar mobil baru naik 3,4 poin persentase selama periode krisis .
Total pangsa pasar EV mencapai 26,1% pada bulan lalu, level tertinggi kedua yang pernah tercatat .
Perkiraan pengurangan permintaan:
Skenario dasar (base-case): Hambatan permintaan akibat EV mencapai sekitar 320.000 bph pada akhir 2027.
Sebagai perbandingan, catatan Goldman terpisah pada 6 Juni memperkirakan total penghancuran permintaan minyak global (dari semua penyebab, termasuk penarikan stok dan efek ekonomi yang lebih luas) sebesar 4–5 juta bph pada bulan April, setara dengan pengurangan 4–5% dari permintaan global .
Bank tersebut mencatat bahwa pemulihan permintaan setelah krisis akan terjadi "cepat tetapi tidak sempurna," dengan penetrasi EV di China menjadi hambatan struktural permanen bagi permintaan minyak .
Proyeksi Harga Minyak Mentah Brent 2027: Dua Kali Pemangkasan Berturut-turut
Goldman Sachs secara progresif menurunkan proyeksi harga minyak Brent sepanjang Juni 2026:
11–12 Juni (pemangkasan pertama): Goldman menurunkan rata-rata Brent 2027 sebesar $5 menjadi $80/barel, dengan alasan pasokan yang lebih kuat dari produsen non-OPEC (AS, Brasil, Guyana, Venezuela, UEA) dan permintaan yang lebih lemah, terutama peralihan China ke EV .
16 Juni (pasca-kesepakatan AS-Iran): Setelah kesepakatan damai sementara diumumkan, Goldman memangkas lagi—menurunkan rata-rata 2027 menjadi $75/barel dan mengurangi proyeksi Brent Q4 2026 menjadi $80 dari $90 .
17 Juni (Podcast Riset Goldman): Daan Struyven, co-head Riset Goldman, mengonfirmasi proyeksi $75/barel untuk 2027, mencatat bahwa pasar telah memperhitungkan pemulihan pasokan .
Alasan utama pemangkasan kedua: Kesepakatan sementara AS-Iran, yang diumumkan oleh Presiden Trump, mencabut blokade angkatan laut dan mulai membuka kembali Selat Hormuz. Goldman mempercepat timeline yang diasumsikan untuk pemulihan ekspor Teluk Persia sebanyak satu bulan—menjadi akhir Juli 2026, bukan akhir Agustus—sehingga membawa gelombang pasokan yang sebelumnya terkunci . Bank tersebut mencatat bahwa pada April 2026, sebelum kesepakatan, mereka telah memperingatkan bahwa Brent bisa mencapai $130/barel jika selat tersebut tidak pernah dibuka kembali sepenuhnya; kesepakatan damai secara efektif menghilangkan risiko ekor tersebut .
Hambatan Struktural di Pasar Minyak
Goldman mengidentifikasi dua hambatan struktural yang akan bertahan bahkan setelah krisis Hormuz sepenuhnya teratasi:
Penghancuran permintaan akibat EV di China: Bank tersebut mencatat bahwa percepatan peralihan China ke kendaraan listrik telah menciptakan "hambatan struktural" pada permintaan minyak yang diperkirakan sekitar setengah juta barel per hari dari baseline permintaan hingga 2027 . Seorang analis menulis bahwa penetrasi EV di China "menjaga hambatan struktural" yang tidak akan berbalik .
'Sedikit di atas 10%' kerusakan permintaan bersifat permanen: Goldman berasumsi bahwa sedikit di atas 10% dari kelemahan permintaan sementara yang disebabkan oleh lonjakan harga akan bersifat permanen—artinya perubahan perilaku konsumen (adopsi EV, peningkatan efisiensi, pergeseran moda transportasi) tidak akan kembali seperti semula bahkan setelah harga turun .
Proyeksi surplus pasar: Bank tersebut memproyeksikan surplus 3,2 juta bph di pasar minyak pada 2027, meskipun mencatat bahwa persediaan yang rendah dan permintaan penimbunan strategis akan memberikan lantai harga .
Konteks Lebih Luas: Kesepakatan Damai AS-Iran
Kesepakatan damai sementara AS-Iran pada pertengahan Juni menjadi katalis geopolitik utama untuk penurunan peringkat proyeksi:
Kesepakatan itu mengakhiri permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20% minyak global .
Goldman mengatakan ekspor Teluk dapat kembali ke level sebelum konflik pada akhir Juli 2026, satu bulan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya .
Dalam podcast 17 Juni, co-head Riset Goldman Daan Struyven menyatakan bahwa harga kemungkinan akan turun lebih lanjut tetapi tidak akan kembali ke level sebelum perang secara langsung, karena pasar telah memperhitungkan "skenario dasar yang relatif optimis" .
Bahkan setelah pemangkasan, Goldman mencatat risiko masih condong ke atas—jika Selat Hormuz menghadapi gangguan baru, minyak Brent masih bisa melonjak di atas $130 .
Intinya
Riset Goldman Sachs akhir Juni menyimpulkan bahwa:
Adopsi EV global yang dipimpin China, yang dipercepat oleh harga BBM krisis Hormuz, akan memangkas permintaan minyak hingga 320.000 bph pada akhir 2027 (skenario dasar).
Pangsa pasar EV global melonjak 3,4 poin persentase selama periode krisis, mencapai 26,1%.
Proyeksi harga minyak Brent dipangkas dalam dua langkah—pertama ke $80/barel (12 Juni), lalu ke $75/barel untuk 2027 (16 Juni)—didorong oleh hambatan permintaan EV dan kesepakatan damai AS-Iran yang membuka kembali Selat Hormuz.
Bank tersebut melihat hambatan struktural yang tidak dapat dibalik pada permintaan minyak sebesar "sedikit di atas 10%" dari kelemahan permintaan selama krisis, dengan penetrasi EV di China sebagai jangkar utama jangka panjang .