"Saya senang menyebut dia sebagai Michael Jordan-nya sepak bola," kata Xavi. Ia mendeskripsikan hat-trick Messi sebagai "hampir tidak manusiawi" dan "gila," seraya menambahkan bahwa pemain Argentina itu "terus mendefinisikan ulang batas-batas olahraga."
Xavi secara langsung menyamakan kedua ikon tersebut: "Dia membawa tim di pundaknya, terutama di momen-momen terpenting." Perbandingan ini bergema luas, dengan banyak media mengamplifikasi pesan bahwa Messi kini telah "melampaui semua rival historis untuk mahkota pemain terbaik sepanjang masa."
Gelandang Argentina, Alexis Mac Allister, tidak ragu dalam pujiannya. Berbicara kepada beIN SPORTS, ia mengatakan bahwa "pentingnya Messi bagi Argentina tidak pernah bisa dipertanyakan atau dilebih-lebihkan" setelah hat-trick tersebut menjadikannya pencetak gol terbanyak bersama di Piala Dunia.
"Tidak ada kata-kata untuk Messi… jika seseorang berpikir bahwa tim ini lebih baik tanpa Leo, hari ini menjadi jelas bahwa dia terus membuat kami takjub setiap hari," tambah Mac Allister. "Seluruh tim mendapat energi darinya."
Enzo Fernández, yang tumbuh besar dengan mengidolakan Messi, juga memberikan penghormatan emosional. "Tidak ada kata-kata yang bisa benar-benar menggambarkan seperti apa Messi itu. Dia sedang on fire! Benar-benar brilian!" kata Fernández kepada wartawan di mixed zone.
"Tim ini menikmati bermain bersamanya. Kami memiliki ikatan yang luar biasa. Ini skuad yang fantastis, dan Leo cocok di dalamnya. Dia selalu tenang," lanjut Fernández. Di situs resmi Chelsea, ia menambahkan bahwa bermain dengan idolanya adalah "mimpi yang menjadi kenyataan" dan menyebut Messi sebagai "panutan, baik di dalam maupun di luar lapangan."
Menyamai rekor gol Piala Dunia sepanjang masa milik Miroslav Klose — Hat-trick Messi membawa total gol Piala Dunia kariernya menjadi 16, menyamai legenda Jerman tersebut sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Hat-trick Piala Dunia pertama dalam kariernya — Di pertandingan Piala Dunia ke-26, di usia 38 tahun, Messi mencetak hat-trick pertamanya di turnamen ini. Ini juga menjadikannya pemain tertua yang mencetak hat-trick di Piala Dunia.
Pemain pria pertama yang tampil di enam Piala Dunia — Messi tampil di Piala Dunia keenam kalinya (2006, 2010, 2014, 2018, 2022, 2026), sebuah pencapaian yang belum pernah diraih pemain pria lain sebelumnya.
100 penampilan internasional — Pertandingan ini merupakan penampilan ke-200 Messi untuk Argentina di semua kompetisi.
Melampaui Pelé dalam kontribusi gol Piala Dunia sepanjang masa — Dengan 16 gol dan 6 assist di ajang Piala Dunia, Messi kini memiliki total 22 kontribusi gol, melampaui rekor Pelé yang sebelumnya berjumlah 21. Al Jazeera melaporkan bahwa Messi "melampaui rekor Pelé untuk kontribusi gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia."
Argentina mendominasi sejak awal. Messi membuka skor di menit ke-17 dengan tembakan jarak jauh, menggandakan keunggulan di menit ke-60 dengan memanfaatkan bola rebound dari tembakan Alexis Mac Allister, dan melengkapi hat-trick-nya di menit ke-76 dengan penyelesaian tenang dari tepi kotak penalti. Ia keluar lapangan mendapatkan standing ovation dari pendukung Argentina yang memadati Stadion Kansas City.
Kemenangan ini menjadi awal yang sempurna bagi Argentina dalam mempertahankan gelar juara Piala Dunia FIFA 2026.