Peran lain yang disarankan termasuk "kritikus, auditor, atau mentor," "analis kritis dan praktis," atau "partner debat."
Salah satu prompt yang sering dibagikan meminta:
"Setiap kali aku menyajikan ide, lakukan hal berikut:
Untuk solusi yang lebih tahan lama, contoh prompt merekomendasikan untuk menempatkan arahan berpikir kritis di Pengaturan → Personalisasi dan mengubah nada bicara menjadi "kurang antusias."
Contoh arahannya:
Satu tips rekayasa prompt mengatakan bahwa meminta ChatGPT mengkritik pekerjaanmu sendiri secara langsung bisa memicu respons yang terlalu setuju.
Sebagai gantinya, bingkai permintaanmu sebagai ulasan terhadap "pekerjaan rekan kerja." Cara ini, menurut panduan tersebut, bisa mengurangi kecenderungan model untuk selalu setuju.
Daripada "Beri aku masukan tentang ide bisnis ini," mintalah bantahan, premis yang lemah, mode kegagalan, atau perbaikan konkret.
Ini menggeser interaksi ke arah perbandingan analitis dan uji stres, bukan sekadar dorongan semangat.
Panduan rekayasa prompt menyarankan untuk melapisi prompt sehingga model harus bernalar, merenung, menantang asumsi, dan menyempurnakan pemikiranmu.
Mulailah dengan arahan kritis yang luas, lalu lanjutkan dengan permintaan spesifik seperti "Identifikasi asumsi terlemah dalam argumenku" atau "Mode kegagalan apa yang belum aku pertimbangkan?"
Intinya: Sifat ChatGPT yang selalu setuju bisa dilawan melalui teknik prompt, bukan dianggap sebagai batasan yang tetap. Dengan memberikan persona kritis, proses kritik yang terstruktur, dan menggunakan pengaturan personalisasi, kamu bisa membuatnya lebih berguna sebagai pengkritik.
Pendekatan paling ampuh adalah menggunakan prompt instruksi detail bernomor di awal percakapan atau menyimpan arahan berpikir kritis di pengaturan personalisasi, bukan hanya bermodalkan permintaan satu kalimat.
Comments
0 comments