Bitcoin sempat menguat setelah pemilu sela AS, bahkan menembus US$81.000 pada 4 November. Namun, reli itu berbalik arah ketika aksi jual saham teknologi di Wall Street merembet ke pasar kripto. Pada Kamis, harga Bitcoin turun dari sekitar US$80.962 menjadi US$75.568; Jumat dini hari, harganya sempat menyentuh US$75.131, titik terendah sejak pertengahan September.
10
11
Penyebab utamanya tampak berupa perubahan sentimen terhadap aset berisiko, bukan satu kabar tunggal. Likuidasi posisi berleverage mempercepat penurunan, sementara arus beli belum cukup kuat untuk mendorong pemulihan yang meyakinkan.
Aksi jual saham teknologi menular ke kripto
Saham chip dan perusahaan yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) memimpin pelemahan di pasar AS. Kekhawatiran mengenai besarnya belanja AI serta hasil perusahaan semikonduktor yang mengecewakan ikut menekan Nasdaq dan saham semikonduktor. Pada hari yang sama, Nasdaq turun sekitar 5,5%, sedangkan indeks semikonduktor Philadelphia merosot sekitar 12%.
18
Hasil pemilu sela AS juga menambah ketidakpastian. Kemenangan Demokrat yang menguasai Kongres memunculkan kekhawatiran di kalangan investor soal prospek ekspansi AI dan kelanjutan pembahasan aturan kripto, termasuk CLARITY Act—rancangan undang-undang AS tentang struktur pasar aset kripto. Namun, hasil pemilu sebaiknya dipandang sebagai salah satu faktor dalam suasana pasar yang sudah rapuh, bukan penjelasan tunggal atas kejatuhan Bitcoin.
4
12
21
Likuidasi mempercepat penurunan
Ketika harga turun, posisi beli yang menggunakan pinjaman atau leverage lebih mudah terkena likuidasi otomatis. Lebih dari US$1,1 miliar posisi bullish kripto terhapus dalam aksi jual tersebut. Proses ini dapat menambah tekanan jual saat harga sedang melemah.
9
Namun, berkurangnya posisi berleverage tidak otomatis mendatangkan pembeli baru. Analisis pasar mencatat bahwa pembelian di pasar spot dan arus dari investor institusi masih lemah, sehingga penurunan posisi bullish belum menghasilkan pantulan yang kuat.
9
Arus dana ETF juga menunjukkan tekanan. ETF Bitcoin spot AS mencatat arus keluar bersih sekitar US$430 juta pada Kamis, membalikkan arus masuk yang terlihat sehari sebelumnya.
20 Karena itu, kembalinya Bitcoin ke kisaran US$76.000 pada Jumat lebih tepat dibaca sebagai meredanya tekanan jual sementara, belum sebagai bukti bahwa permintaan baru sudah kembali.
19
20
Data pekerjaan AS menambah hambatan pada Jumat
Laporan tenaga kerja AS yang dirilis Jumat menunjukkan penambahan 165.000 pekerjaan pada Oktober, sementara tingkat pengangguran turun dari 4,2% menjadi 4,1%. Data yang lebih kuat dari perkiraan itu mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga lebih lanjut. Prospek suku bunga tinggi biasanya membebani aset berisiko, termasuk Bitcoin.
11
Dengan demikian, laporan pekerjaan memperpanjang tekanan setelah aksi jual Kamis, tetapi bukan pemicu awal penurunan pada hari sebelumnya.
Pantulan belum berarti tren berbalik
Bitcoin memang kembali bergerak di sekitar US$76.000 pada Jumat, tetapi laporan pasar menyebut US$77.000 sebagai salah satu level penting untuk direbut kembali agar momentum naik lebih meyakinkan.
19 Dengan arus ETF yang keluar dan pembelian spot yang masih lemah, stabilisasi harga saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa pasar telah pulih.
Sebelumnya, peretasan Binance pada 29 Oktober—yang berdampak pada aset senilai sekitar US$6,3 miliar—juga menambah tekanan dan kegelisahan di pasar kripto. Peristiwa itu menjadi bagian dari latar belakang yang buruk, meski laporan mengaitkan penurunan tajam Kamis terutama dengan aksi jual saham teknologi dan gelombang likuidasi.
1
2
6
10