Ancaman bom palsu mengganggu setidaknya 27 penerbangan di Eropa pada Kamis, 5 November. Sebagian pesawat terpaksa mendarat di lokasi lain, sementara pesawat lain dikawal jet militer. Pemeriksaan tidak menemukan bahan peledak, tetapi belum jelas siapa yang mengirim ancaman atau apakah semua insiden itu berkaitan.
14
23
8
Penerbangan yang terdampak
Respons terhadap ancaman berbeda-beda: ada pesawat yang dialihkan untuk pemeriksaan, ada pula yang melanjutkan perjalanan dengan pengawalan militer.
4
7
- Aer Lingus: Penerbangan EI402 dari Dublin menuju Roma dialihkan ke pangkalan udara militer Évreux di Normandia, Prancis. Pesawat mendarat dengan selamat. Sebanyak 151 penumpang dan enam awak dilaporkan selamat, sementara tim penjinak bom memeriksa pesawat.
1
14
- Ryanair: Tiga penerbangan menuju Sofia dari Madrid, Kopenhagen, dan London Stansted menerima ancaman. Jet tempur Bulgaria mengawal pesawat-pesawat tersebut, dan pemeriksaan tidak menemukan bahan peledak.
19
- Finnair: Maskapai itu mengatakan ancaman diterima untuk penerbangan Helsinki–Roma dan Helsinki–Wina. Jet tempur Italia mengawal pesawat menuju Roma, yang kemudian melanjutkan penerbangan ke tujuan. Ancaman tersebut dilaporkan palsu.
8
18
- Wizz Air: Penerbangan dari Milan ke Warsawa dialihkan ke Wina, menurut laporan TheJournal.ie.
Berbagai laporan juga menyebut penerbangan dan bandara lain ikut terdampak. Namun, informasi yang tersedia belum merinci setiap insiden maupun memastikan klaim spesifik tentang gangguan pada penerbangan Air Europa atau Iberia.
23
Mengapa pesawat Aer Lingus dibawa ke Évreux?
Otoritas Prancis menyatakan penerbangan Dublin–Roma itu dialihkan setelah menerima ancaman bom. Pesawat dikawal oleh pesawat militer Prancis ke pangkalan Évreux, lalu mendarat dengan selamat untuk menjalani pemeriksaan.
1
14
15
Kantor Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu menyebut pesawat dicegat karena pilotnya “tidak bekerja sama seperti yang diharapkan dengan pihak berwenang”. Jaksa wilayah mengatakan pilot dan kopilot dimintai keterangan. Laporan terpisah menyebut pilot sempat menolak mendarat, tetapi informasi yang tersedia belum cukup untuk memastikan secara rinci apa yang terjadi di kokpit atau alasan awak mengambil keputusan tersebut.
13
21
Pihak berwenang memastikan penumpang dan awak selamat, tetapi laporan yang tersedia tidak menjelaskan secara terperinci pengalaman mereka selama pengalihan dan pemeriksaan.
1
Isi ancaman dan siapa yang mengirimnya
AFP melaporkan bahwa pesan yang dikirim ke bandara di Roma dan Sofia memuat bahasa misoginis dan mengaku berasal dari “pejuang Male State”.
11 Dalam laporan Reuters, sebuah surel mengklaim bahwa alat peledak telah dipasang pada penerbangan dari Helsinki dan Dublin, dan akan meledak dalam 60 menit.
Nama yang dicantumkan dalam pesan itu mirip dengan nama gerakan anti-feminis Rusia yang, menurut sejumlah laporan, dilarang di Rusia dan ditetapkan sebagai kelompok ekstremis di sana pada 2021. Namun, penggunaan nama tersebut dalam ancaman bukan bukti bahwa gerakan itu atau anggotanya benar-benar mengirim pesan. Identitas pelaku dan kemungkinan hubungan antarinsiden masih belum diketahui.
8
11
Menteri Transportasi Inggris Heidi Alexander menyebut ancaman itu sebagai “ancaman palsu yang berbahaya”. Komisaris Transportasi Uni Eropa Apostolos Tzitzikostas mengatakan ancaman tersebut tidak dapat diterima, tetapi masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah insiden-insiden itu saling berkaitan.
9
15
Gangguan berulang, jumlah penerbangan berbeda-beda
Ancaman pada 5 November terjadi setelah insiden serupa pada awal pekan. Euronews melaporkan sekitar 27 penerbangan menjadi sasaran pada Selasa dan sebuah bandara di Warsawa sempat ditutup sementara.
19 Informasi yang tersedia tidak memastikan rincian laporan tentang pengalihan penerbangan ke Budapest pada Senin.
Jumlah penerbangan yang dilaporkan terdampak pada 5 November berbeda-beda. Sejumlah laporan menyebut lebih dari belasan penerbangan, sedangkan Reuters, CNBC, dan RTÉ melaporkan sedikitnya 27. Angka-angka itu merupakan hitungan yang dilaporkan berbagai media, bukan satu total yang telah diselaraskan dan diverifikasi secara independen.
3
8
14
23
Kesimpulan yang paling jelas: ancaman tersebut memicu gangguan besar dan tindakan pencegahan, tetapi pemeriksaan yang dilaporkan tidak menemukan bahan peledak. Hingga laporan-laporan tersebut diterbitkan, pihak berwenang belum mengidentifikasi pengirim ancaman ataupun memastikan apakah insiden-insiden itu terkoordinasi.
8
11