Pada malam 1–2 November 2026, Ukraina dan Rusia sama-sama melaporkan serangan siber terhadap aplikasi peringatan darurat. Pengguna menerima pesan palsu tentang ancaman nuklir dan bahaya lain—bukan konfirmasi bahwa serangan nuklir atau kimia benar-benar terjadi. Belum diketahui apakah kedua insiden itu berkaitan.
5
9
Peringatan palsu di Ukraina
Aplikasi Air Alert, yang digunakan warga untuk menerima informasi serangan udara, sempat menampilkan sejumlah pesan menyesatkan. Notifikasi itu menyebut bahaya nuklir dan kimia, serta memperingatkan adanya pertempuran di jalanan Kyiv dan wilayah Ukraina lainnya. Pesan palsu lain menyatakan bahwa Rusia telah mengerahkan rudal hipersonik Oreshnik. Angkatan Udara Ukraina mengonfirmasi aplikasi tersebut telah disusupi dan meminta masyarakat tetap tenang.
3
14
Aplikasi itu sempat ditangguhkan setelah akses tanpa izin terdeteksi. Selama layanan terganggu, Kementerian Transformasi Digital Ukraina menyarankan warga memantau notifikasi darurat di ponsel, sirene, dan kanal resmi Angkatan Udara untuk mengetahui ancaman udara.
5
12
Rusia juga melaporkan aplikasi diretas
Beberapa jam setelah pengumuman Ukraina, Kementerian Situasi Darurat Rusia menyebut aplikasinya mengalami “serangan siber besar-besaran” yang menyebarkan informasi palsu. Laporan menyebut warga di wilayah Belgorod, Oryol, Voronezh, dan Rostov menerima notifikasi palsu mengenai ancaman nuklir.
15
7
Sejumlah laporan mengutip pesan yang menyebut hulu ledak nuklir diluncurkan ke berbagai wilayah Rusia. Namun, teks persis dan rincian pesan tersebut tidak dapat dipastikan secara independen dari informasi yang tersedia.
7
16
Siapa pelakunya?
Pusat Komunikasi Strategis Ukraina menyalahkan Rusia atas peretasan aplikasi Ukraina, tetapi laporan yang tersedia tidak menyertakan bukti teknis independen yang memastikan identitas pelaku.
14
15
Salah satu unggahan palsu menyebut kelompok peretas Hitcore. Kanal Telegram Rusia Mash kemudian melaporkan bahwa orang-orang yang mengaku mewakili kelompok itu mengklaim bertanggung jawab. Klaim tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.
12
Kelompok Atesh mengatakan peretas pro-Ukraina telah membobol aplikasi Rusia. Pernyataan itu juga belum terverifikasi—dan tidak membuktikan bahwa Atesh sendiri melakukan serangan. Pengakuan Rusia bahwa aplikasinya diserang memastikan adanya laporan pelanggaran, bukan siapa pelakunya.
4
15
Dengan demikian, belum ada dasar yang cukup untuk menyebut kedua insiden sebagai serangan terkoordinasi atau aksi balasan yang telah terbukti. Laporan menyatakan hubungan antara keduanya masih belum jelas.
9
Dampaknya bagi warga
Jutaan warga Ukraina mengandalkan Air Alert untuk mendapat informasi tentang rudal dan drone Rusia. Karena itu, notifikasi palsu maupun gangguan layanan dapat menyulitkan warga menentukan kapan harus mencari perlindungan, sekaligus berisiko mengurangi kepercayaan terhadap peringatan berikutnya.
2 Saat aplikasi bermasalah, warga disarankan mengikuti kanal resmi dan sumber peringatan lain yang dapat dikonfirmasi—bukan menganggap semua peringatan sebagai kabar palsu.
12
Insiden ini terjadi saat gencatan senjata lokal terlama dalam perang, di sekitar Oleshky yang dikuasai Rusia di wilayah Kherson, berakhir pada Minggu. Gencatan senjata enam hari itu dimulai pada Selasa, 27 Oktober, dan Kyiv mengatakan Rusia menolak perpanjangannya. Laporan yang tersedia tidak membuktikan adanya hubungan antara berakhirnya gencatan senjata dan peretasan aplikasi.
14
15