IPO Anthropic menghadirkan dua kemungkinan bagi pasar: penawaran ini bisa membangkitkan kembali minat terhadap saham AI, atau justru menambah persaingan memperebutkan uang investor. Pada 29 Oktober 2026, belum ada kepastian bahwa salah satu skenario itu akan terjadi. Namun, ada tanda-tanda posisi jual pendek yang menumpuk, sementara perusahaan teknologi berlomba mencari dana untuk membiayai pengembangan AI.
18
26
Apa yang sudah diketahui tentang IPO Anthropic?
Pada 26 Oktober, Anthropic mengajukan Form S-1 kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), dokumen pendaftaran yang menjadi langkah formal menuju penawaran saham perdana. Perusahaan pembuat Claude itu berencana mencatatkan saham Kelas A di Nasdaq Global Select Market dengan kode ANT. Jumlah saham yang akan ditawarkan dan rentang harganya belum ditentukan.
3
Laporan menyebut Goldman Sachs dan Morgan Stanley sebagai penjamin emisi utama. Sejumlah perkiraan media menempatkan nilai perusahaan di kisaran US$1,5 triliun hingga US$2 triliun, sementara laporan lain menyebut potensi penggalangan dana hingga US$100 miliar atau lebih. Angka-angka tersebut masih berupa perkiraan, bukan harga atau nilai IPO yang telah dipastikan.
9
13
16
Laporan juga menyebut peluncuran pada November sedang dipertimbangkan. Salah satu jadwal yang beredar menempatkan awal promosi kepada investor pada pekan 9 November, tetapi tanggal dan jadwal resmi penawaran belum ditetapkan dalam dokumen yang tersedia.
4
Dokumen keuangan Anthropic menunjukkan dua sisi bisnisnya. Pendapatan pada paruh pertama 2026 mencapai US$16,3 miliar, sekitar 14 kali pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, perusahaan juga melaporkan rugi bersih US$80,7 miliar. Reuters menyebut sebagian besar kerugian itu berkaitan dengan pos nonoperasional terkait obligasi konversi, sehingga angka tersebut tidak tepat dibaca begitu saja sebagai ukuran biaya operasional tunai.
1
12
15
Mengapa saham teknologi bisa ikut terdorong?
Pada hari pengajuan S-1, pemberitaan pasar mencatat saham AS dan Kanada menguat, sementara saham terkait AI dan saham chip mendapat dorongan. Pergerakan itu memberi petunjuk bahwa kabar IPO dapat menghidupkan kembali optimisme investor—meski belum membuktikan bahwa efeknya akan bertahan.
7
8
14
Laporan Bloomberg pada 29 Oktober menyoroti banyaknya taruhan terhadap penurunan saham. Data Goldman Sachs yang dikutip dalam pemberitaan menunjukkan klien hedge fund mereka menjual pendek sekitar US$5 saham untuk setiap US$1 saham yang dibeli selama Oktober. Penggunaan pinjaman untuk bertaruh melawan saham juga dilaporkan mendekati level tertinggi dalam lima tahun.
26
Jika antusiasme terhadap AI pulih dan harga saham teknologi naik, investor yang menjual saham secara short mungkin perlu membeli kembali saham untuk menutup posisi mereka. Pembelian tambahan seperti ini dapat mempercepat kenaikan harga—fenomena yang kerap disebut short squeeze. Namun, itu merupakan kemungkinan, bukan hasil yang sudah pasti.
18
26
Konteks pasarnya juga penting: laporan yang mengutip data Goldman Sachs menyebut Nasdaq 100 turun 5,8% sejak 6 Oktober, di tengah kekhawatiran atas belanja AI yang meningkat dan suku bunga yang lebih tinggi. Di sisi lain, Deutsche Bank dilaporkan menilai kepemilikan saham investor telah turun ke kisaran yang lebih normal menurut ukuran historis.
26
Mengapa IPO besar justru bisa menekan likuiditas?
Untuk membeli saham IPO, investor menggunakan dana yang mungkin sebelumnya dialokasikan ke saham lain. Karena itu, penawaran yang sangat besar dapat membuat perusahaan teknologi bersaing lebih ketat memperebutkan modal, terutama ketika banyak perusahaan sekaligus membutuhkan dana untuk membangun infrastruktur AI. Ini risiko persaingan atas dana, bukan bukti bahwa pasar pasti kehabisan likuiditas.
Skala kebutuhan tersebut terlihat dari rencana Meta yang mengumumkan penjualan saham senilai US$95 miliar untuk mendanai ambisi AI-nya. Nvidia, AMD, dan Broadcom dilaporkan menyatakan minat menjadi investor jangkar dalam penawaran Meta, dengan kontribusi gabungan hingga US$5 miliar. Bersamaan dengan perkiraan penggalangan dana Anthropic hingga US$100 miliar, rencana-rencana itu menyoroti besarnya kebutuhan modal di sektor ini.
9
Jim Cramer juga memperingatkan bahwa penjualan saham dalam skala besar dapat meminta lebih banyak dana daripada yang nyaman disediakan Wall Street. Peringatan tersebut menggambarkan risiko perebutan modal; dengan sendirinya, hal itu tidak memastikan bahwa pasar akan mengalami kekurangan dana.
Kesimpulannya: peluang reli, bukan jaminan
Jika IPO Anthropic menguatkan keyakinan investor terhadap bisnis AI, saham teknologi bisa mendapat dorongan dan posisi jual pendek berpotensi memperbesar pergerakan naik. Sebaliknya, jika penawaran jumbo dari berbagai perusahaan datang bersamaan, investor mungkin harus lebih selektif dalam menempatkan modal.
Jadi, IPO ini bukan hanya ujian bagi valuasi Anthropic. Penawaran tersebut juga menjadi barometer minat investor terhadap peluang AI—dan kesediaan mereka untuk terus membiayai kebutuhan modalnya yang besar. Sampai 29 Oktober, kedua kemungkinan itu masih terbuka.
18