Dan Ives menilai tekanan pada saham Nvidia sebagai peluang beli, bukan bukti bahwa prospek pertumbuhan AI perusahaan telah memburuk. Proyeksi pertumbuhan pendapatan sekitar 70% pada tahun fiskal 2028 dan keterbatasan pasokan menjadi bagian dari alasan optimistisnya.
Diterbitkan olehGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Why did tech analyst Dan Ives of Yorkville Ives & Co. describe Nvidia’s roughly 5% decline over two sessions as a buying opportunity on Octo. Article summary: Ives treated Nvidia’s pullback as a financing driven selloff rather than evidence that its AI growth story had broken: he continued to see the company as the “bedrock of the AI Revolution” and retained his Outperform rat. Topic tags: general web, agents, ai, code, marketing. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts wit
Dan Ives melihat pelemahan saham Nvidia sebagai peluang untuk masuk, bukan tanda bahwa prospek bisnis AI perusahaan itu mulai retak. Pada 16 Oktober 2026, analis Yorkville Ives & Co. tersebut mempertahankan rekomendasi Outperform dan target harga US$300, serta menyebut Nvidia sebagai “fondasi Revolusi AI”. 6
Angka penurunan sekitar 5% dalam dua sesi yang disebut dalam pertanyaan tidak dapat dipastikan dari sumber yang tersedia. Namun, laporan pada saat itu memang menggambarkan tekanan pada saham Nvidia di tengah kekhawatiran investor tentang bagaimana ekspansi infrastruktur AI dibiayai. 6
Salah satu penopang pandangan bullish itu adalah prospek pertumbuhan Nvidia. Perusahaan memproyeksikan pendapatan tahun fiskal 2028 meningkat sekitar 70%. Reuters juga melaporkan bahwa kekurangan komponen memori membatasi seberapa cepat Nvidia dapat memenuhi permintaan—bukan bahwa permintaan melemah. 3
Bagi investor, perbedaan itu penting: jika penjualan tertahan karena pasokan terbatas, tekanan pada harga saham belum tentu berarti prospek bisnis ikut memburuk. Namun, proyeksi pertumbuhan tersebut tetap merupakan prospek, bukan jaminan hasil.
Permintaan pelanggan turut menjadi bagian dari argumen. Jensen Huang, CEO Nvidia, menyebut permintaan untuk chip AI kuat dan didukung kontrak. Reuters juga melaporkan rencana Nvidia dan AWS untuk menambah dua juta GPU pada 2027–2028. 3
11 Contoh tersebut menunjukkan adanya rencana investasi infrastruktur, tetapi tidak cukup untuk memastikan bahwa seluruh belanja yang direncanakan akan terlaksana atau menghasilkan keuntungan.
Pandangan Ives juga bertumpu pada keunggulan Nvidia yang melampaui GPU. Ia menyoroti posisi perusahaan dalam perangkat keras dan perangkat lunak yang bersama-sama menopang infrastruktur AI. 16
17 Dengan pendekatan sistem semacam itu, persaingan tidak hanya ditentukan oleh harga sebuah chip, tetapi juga oleh bagaimana komponen-komponen bekerja sebagai satu kesatuan.
Ives menggambarkan investasi AI masih berada di “babak ketiga” dalam permainan yang lebih panjang. 1 Itu mencerminkan keyakinannya bahwa belanja AI dapat berlanjut, tetapi bukan bukti bahwa setiap perusahaan yang membangun infrastruktur akan mampu mendanainya.
Ives secara terbuka membahas kekhawatiran seputar CoreWeave, biaya modal Nvidia, dan kondisi pasar kredit dalam wawancara Bloomberg pada 16 Oktober. 4 Ia juga memandang tekanan pada saham CoreWeave sebagai peluang beli, dengan alasan permintaan dan simpanan pesanan perusahaan tersebut.
9
Namun, permintaan tinggi tidak otomatis menjawab pertanyaan yang lebih sulit: apakah pelanggan infrastruktur AI dapat membiayai pembangunan, membayar utang, dan menggunakan kapasitas komputasi secara menguntungkan. Komitmen kapasitas Nvidia senilai US$6,3 miliar terkait CoreWeave menjadi salah satu sorotan dalam perdebatan tersebut. 13
Karena itu, tesis bullish Ives tidak menghapus risiko pembiayaan atau membuktikan bahwa risiko tersebut sudah tertangani sepenuhnya. Informasi yang tersedia juga tidak cukup untuk memastikan sejumlah rincian eksposur CoreWeave, termasuk total kewajibannya dan ketentuan kapasitas yang belum terjual.
Intinya: Ives melihat kekhawatiran pendanaan sebagai sumber tekanan pasar, sementara ia tetap percaya pada pertumbuhan dan posisi kompetitif Nvidia. Ia mempertahankan target US$300, tetapi argumen itu bukan berarti risiko kredit dan pembiayaan dalam pembangunan infrastruktur AI telah hilang. 6
7
11
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Dan Ives menilai tekanan pada saham Nvidia sebagai peluang beli, bukan bukti bahwa prospek pertumbuhan AI perusahaan telah memburuk.
Dan Ives menilai tekanan pada saham Nvidia sebagai peluang beli, bukan bukti bahwa prospek pertumbuhan AI perusahaan telah memburuk. Proyeksi pertumbuhan pendapatan sekitar 70% pada tahun fiskal 2028 dan keterbatasan pasokan menjadi bagian dari alasan optimistisnya.
Namun, permintaan yang kuat dan kontrak pelanggan belum dengan sendirinya menjawab apakah perusahaan infrastruktur AI mampu membiayai pembangunan dan memenuhi kewajiban utangnya.
Dan Ives menilai tekanan pada saham Nvidia sebagai peluang beli, bukan bukti bahwa prospek pertumbuhan AI perusahaan telah memburuk. Proyeksi pertumbuhan pendapatan sekitar 70% pada tahun fiskal 2028 dan keterbatasan pasokan menjadi bagian dari alasan optimistisnya.
Diterbitkan olehGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Why did tech analyst Dan Ives of Yorkville Ives & Co. describe Nvidia’s roughly 5% decline over two sessions as a buying opportunity on Octo. Article summary: Ives treated Nvidia’s pullback as a financing driven selloff rather than evidence that its AI growth story had broken: he continued to see the company as the “bedrock of the AI Revolution” and retained his Outperform rat. Topic tags: general web, agents, ai, code, marketing. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts wit
Dan Ives melihat pelemahan saham Nvidia sebagai peluang untuk masuk, bukan tanda bahwa prospek bisnis AI perusahaan itu mulai retak. Pada 16 Oktober 2026, analis Yorkville Ives & Co. tersebut mempertahankan rekomendasi Outperform dan target harga US$300, serta menyebut Nvidia sebagai “fondasi Revolusi AI”. 6
Angka penurunan sekitar 5% dalam dua sesi yang disebut dalam pertanyaan tidak dapat dipastikan dari sumber yang tersedia. Namun, laporan pada saat itu memang menggambarkan tekanan pada saham Nvidia di tengah kekhawatiran investor tentang bagaimana ekspansi infrastruktur AI dibiayai. 6
Salah satu penopang pandangan bullish itu adalah prospek pertumbuhan Nvidia. Perusahaan memproyeksikan pendapatan tahun fiskal 2028 meningkat sekitar 70%. Reuters juga melaporkan bahwa kekurangan komponen memori membatasi seberapa cepat Nvidia dapat memenuhi permintaan—bukan bahwa permintaan melemah. 3
Bagi investor, perbedaan itu penting: jika penjualan tertahan karena pasokan terbatas, tekanan pada harga saham belum tentu berarti prospek bisnis ikut memburuk. Namun, proyeksi pertumbuhan tersebut tetap merupakan prospek, bukan jaminan hasil.
Permintaan pelanggan turut menjadi bagian dari argumen. Jensen Huang, CEO Nvidia, menyebut permintaan untuk chip AI kuat dan didukung kontrak. Reuters juga melaporkan rencana Nvidia dan AWS untuk menambah dua juta GPU pada 2027–2028. 3
11 Contoh tersebut menunjukkan adanya rencana investasi infrastruktur, tetapi tidak cukup untuk memastikan bahwa seluruh belanja yang direncanakan akan terlaksana atau menghasilkan keuntungan.
Pandangan Ives juga bertumpu pada keunggulan Nvidia yang melampaui GPU. Ia menyoroti posisi perusahaan dalam perangkat keras dan perangkat lunak yang bersama-sama menopang infrastruktur AI. 16
17 Dengan pendekatan sistem semacam itu, persaingan tidak hanya ditentukan oleh harga sebuah chip, tetapi juga oleh bagaimana komponen-komponen bekerja sebagai satu kesatuan.
Ives menggambarkan investasi AI masih berada di “babak ketiga” dalam permainan yang lebih panjang. 1 Itu mencerminkan keyakinannya bahwa belanja AI dapat berlanjut, tetapi bukan bukti bahwa setiap perusahaan yang membangun infrastruktur akan mampu mendanainya.
Ives secara terbuka membahas kekhawatiran seputar CoreWeave, biaya modal Nvidia, dan kondisi pasar kredit dalam wawancara Bloomberg pada 16 Oktober. 4 Ia juga memandang tekanan pada saham CoreWeave sebagai peluang beli, dengan alasan permintaan dan simpanan pesanan perusahaan tersebut.
9
Namun, permintaan tinggi tidak otomatis menjawab pertanyaan yang lebih sulit: apakah pelanggan infrastruktur AI dapat membiayai pembangunan, membayar utang, dan menggunakan kapasitas komputasi secara menguntungkan. Komitmen kapasitas Nvidia senilai US$6,3 miliar terkait CoreWeave menjadi salah satu sorotan dalam perdebatan tersebut. 13
Karena itu, tesis bullish Ives tidak menghapus risiko pembiayaan atau membuktikan bahwa risiko tersebut sudah tertangani sepenuhnya. Informasi yang tersedia juga tidak cukup untuk memastikan sejumlah rincian eksposur CoreWeave, termasuk total kewajibannya dan ketentuan kapasitas yang belum terjual.
Intinya: Ives melihat kekhawatiran pendanaan sebagai sumber tekanan pasar, sementara ia tetap percaya pada pertumbuhan dan posisi kompetitif Nvidia. Ia mempertahankan target US$300, tetapi argumen itu bukan berarti risiko kredit dan pembiayaan dalam pembangunan infrastruktur AI telah hilang. 6
7
11
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Dan Ives menilai tekanan pada saham Nvidia sebagai peluang beli, bukan bukti bahwa prospek pertumbuhan AI perusahaan telah memburuk.
Dan Ives menilai tekanan pada saham Nvidia sebagai peluang beli, bukan bukti bahwa prospek pertumbuhan AI perusahaan telah memburuk. Proyeksi pertumbuhan pendapatan sekitar 70% pada tahun fiskal 2028 dan keterbatasan pasokan menjadi bagian dari alasan optimistisnya.
Namun, permintaan yang kuat dan kontrak pelanggan belum dengan sendirinya menjawab apakah perusahaan infrastruktur AI mampu membiayai pembangunan dan memenuhi kewajiban utangnya.