Pasar saham Eropa melemah pada Rabu, 7 Oktober 2026, karena investor menghadapi tiga tekanan sekaligus: imbal hasil obligasi pemerintah yang naik, harga minyak yang kembali menembus US$101 per barel, serta kekhawatiran terhadap kondisi keuangan Prancis. Kombinasi itu menghidupkan lagi kecemasan soal inflasi dan arah suku bunga. STOXX Europe 600 turun sekitar 1% setelah mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut.
11
12
13
Saham bank paling terpukul
Sektor perbankan menjadi salah satu titik terlemah di pasar. Indeks saham bank Eropa turun sekitar 3,3% pada penutupan dan sempat merosot hampir 4% sepanjang perdagangan. Saham Société Générale dan Deutsche Bank masing-masing turun lebih dari 5% pada sesi tersebut.
4
12
Di Spanyol, IBEX 35 mengakhiri rentetan kenaikan tiga hari dengan penurunan 1,68%, ke 19.118 poin. Imbal hasil obligasi pemerintah Spanyol tenor 10 tahun berada di atas 4,10%, sementara harga Brent ditutup di US$101,65 per barel.
9
10
11
Mengapa kenaikan imbal hasil membuat investor gelisah?
Imbal hasil yang naik berarti biaya pinjaman pemerintah meningkat, tetapi dampaknya tidak berhenti di pasar obligasi. Ketika imbal hasil bergerak cepat, nilai pasar obligasi yang sudah dimiliki bank bisa turun. Kekhawatiran tentang selisih imbal hasil atau spread utang Prancis dengan negara lain juga dapat menambah kecemasan mengenai biaya pendanaan dan risiko kredit. Di tengah kenaikan harga minyak, investor khawatir inflasi kembali meningkat dan suku bunga perlu dipertahankan tinggi lebih lama.
4
13
Kenaikan suku bunga memang dapat membantu pendapatan bunga dari pinjaman baru. Namun, pada hari itu perhatian investor lebih tertuju pada risiko dari gejolak pasar obligasi, potensi kerugian nilai obligasi yang dimiliki, serta dampaknya terhadap peminjam dan biaya pendanaan bank.
4
13
Prancis menjadi salah satu sumber kecemasan
Imbal hasil obligasi Prancis mendekati 5% ketika investor mencermati kondisi keuangan publik negara itu. Gubernur Bank of France Emmanuel Moulin menyebut situasi pasar obligasi Prancis rumit dan serius, tetapi mengatakan bahwa kondisi saat itu belum memerlukan intervensi Bank Sentral Eropa (ECB). Menurutnya, ECB bertugas menjaga stabilitas harga, bukan menyelesaikan masalah anggaran negara; solusi fiskal perlu dicari di dalam negeri.
2
5
21
Tekanan tersebut terjadi di tengah pelemahan yang lebih luas. Pada hari yang sama, FTSE MIB Italia turun 2,62%, DAX Jerman melemah 1,53%, CAC 40 Prancis turun 1,44%, dan FTSE 100 Inggris terkoreksi 0,89%. Euro juga dilaporkan turun 0,68% terhadap dolar AS. Pergerakan serentak ini menunjukkan investor mengurangi eksposur terhadap risiko, tetapi tidak membuktikan bahwa satu faktor saja menjadi penyebab langsung penurunan tiap indeks.
10
11
13
Kekhawatiran sudah terlihat sejak awal bulan
Penurunan pada 7 Oktober terjadi setelah pasar lebih dulu tertekan pada 1 Oktober. Saat itu, STOXX Europe 600 ditutup di level terendah sejak Juni ketika imbal hasil obligasi naik dan saham bank melemah. Di Inggris, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 30 tahun mencapai level tertinggi sejak 1998 di tengah kekhawatiran anggaran dan inflasi.
3
7
Dengan demikian, pelemahan 7 Oktober bukan semata-mata reaksi terhadap suku bunga yang lebih tinggi. Harga minyak di atas US$101 memperkuat kekhawatiran inflasi, sementara kenaikan imbal hasil dan persoalan fiskal Prancis membuat investor kembali berhati-hati terhadap saham bank.
11
12
13