Copilot Cowork mensyaratkan lisensi Microsoft 365 Copilot, lalu mengenakan biaya penggunaan melalui Copilot Credits untuk tugas yang dijalankan.[39] Pendapatan Microsoft, pertumbuhan Azure, dan backlog kontrak yang besar menunjukkan momentum bisnis, tetapi backlog bukan pendapatan yang sudah diterima dan belum membu...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How is Satya Nadella shifting Microsoft toward usage-based AI pricing through Copilot Cowork, and what do its recent revenue, Azure growth,. Article summary: Satya Nadella is moving Microsoft from selling AI mainly by the user to selling it by the user *and* by the work performed. Copilot Cowork still requires a Microsoft 365 Copilot subscription, but its tasks incur usage-ba. Topic tags: general, news, general web, user generated, government. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermark
Microsoft menambahkan lapisan biaya berdasarkan pemakaian ke bisnis Copilot. Untuk menggunakan Copilot Cowork, pelanggan tetap memerlukan lisensi Microsoft 365 Copilot. Setelah itu, tugas yang dikerjakan Cowork ditagihkan melalui Copilot Credits sesuai pemakaian.
Bagi Microsoft, model ini membuka peluang untuk memperoleh pendapatan lebih besar ketika pelanggan menyerahkan lebih banyak pekerjaan kepada agen AI. Namun, biaya pelanggan tidak lagi hanya ditentukan oleh jumlah lisensi; besarnya tagihan juga bergantung pada seberapa banyak Cowork digunakan.
Peluangnya terlihat dari pertumbuhan bisnis cloud Microsoft. Tantangan finansialnya lebih sulit: apakah pelanggan akan menggunakan AI secara rutin dan menghasilkan pendapatan yang cukup menguntungkan untuk membiayai kapasitas komputasi di baliknya?
Langganan per pengguna memberi Microsoft pemasukan berulang untuk akses ke layanan. Penagihan berdasarkan penggunaan menambahkan potensi pendapatan yang mengikuti banyaknya tugas yang dijalankan. Dengan kata lain, pelanggan dapat memulai dari sejumlah pengguna berlisensi, lalu membayar lebih ketika pemakaian agen AI meningkat.
Perubahan ini juga memengaruhi cara membaca angka adopsi. Lebih dari 30 juta kursi berbayar Microsoft 365 Copilot menunjukkan adanya basis pelanggan yang besar. Namun, jumlah kursi berbayar saja tidak menjelaskan seberapa sering mereka memakai Cowork atau berapa banyak yang bersedia dibayar untuk tugas-tugasnya.
Bagi Microsoft, pertanyaan bisnisnya adalah apakah pelanggan merasa tugas yang dikerjakan Cowork cukup bernilai untuk digunakan berulang kali. Bagi perusahaan pembeli, pertanyaan praktisnya adalah bagaimana memperkirakan dan mengendalikan biaya pemakaian.
Pada kuartal fiskal IV 2026, Microsoft membukukan pendapatan sekitar US$90 miliar, naik 18% dibandingkan tahun sebelumnya. Azure tumbuh 43% dan pendapatan tahunannya melampaui US$100 miliar. Sementara itu, backlog kontrak komersial mencapai US$678 miliar, naik 84%.17
Backlog kontrak—nilai kewajiban komersial yang masih harus dipenuhi dan diakui sebagai pendapatan pada periode mendatang—memberi petunjuk tentang permintaan yang sudah terikat. Namun, angka itu bukan pendapatan yang sudah diterima, dan pertumbuhan cloud yang kuat tidak membuktikan bahwa setiap beban kerja AI akan menghasilkan laba yang baik. Angka-angka tersebut menunjukkan skala dan momentum, tetapi belum menjawab apakah investasi AI akan memberi imbal hasil memadai.
Microsoft dan OpenAI mengubah ketentuan kemitraan mereka pada April 2026. OpenAI kini dapat melayani pelanggan melalui penyedia cloud lain, sementara Microsoft tetap menjadi mitra cloud utamanya, menurut Reuters.1
Perubahan ini melonggarkan ikatan distribusi yang sebelumnya lebih eksklusif. Akibatnya, produk Copilot, platform cloud, dan hubungan Microsoft dengan pelanggan menjadi semakin penting bagi bisnis AI perusahaan itu sendiri. Kemitraan dengan OpenAI tetap relevan, tetapi tidak lagi menjadi satu-satunya penentu posisi Microsoft di pasar.
Peluang AI Microsoft membutuhkan investasi infrastruktur yang besar. Salah satu laporan memperkirakan belanja modal kuartalan mencapai sekitar US$36 miliar, sementara arus kas bebas turun 23%.20
Di sinilah pertukaran risikonya terlihat jelas: pendapatan berbasis penggunaan dapat membantu membiayai kapasitas AI jika pelanggan menghasilkan permintaan berulang yang cukup menguntungkan. Namun, jika pendapatan dari pemakaian AI tertinggal dari investasi, belanja besar dapat menekan kemampuan perusahaan menghasilkan kas.
Karena itu, indikator pentingnya bukan sekadar ketersediaan Copilot atau pertumbuhan Azure. Yang perlu diperhatikan adalah apakah pelanggan terus memakai Cowork, apakah pemakaian itu menambah pendapatan di luar biaya lisensi, dan apakah keekonomian layanan membaik seiring bertambahnya beban kerja yang ditangani Microsoft.
Saham Microsoft naik sekitar 37,5% selama periode Juli–September, menurut rangkuman pasar pada Oktober.19 Perbandingan terpisah pada September menempatkan Microsoft di sekitar 27 kali laba dan Apple sekitar 37 kali laba.
17 Keduanya merupakan gambaran berdasarkan tanggal dan ukuran tertentu, bukan penilaian permanen atas nilai kedua perusahaan.
Kelipatan valuasi Microsoft yang lebih rendah dalam perbandingan itu mungkin tampak menarik. Namun, hal tersebut tidak menghapus risiko utama: investor masih membutuhkan bukti bahwa permintaan AI dapat berubah menjadi laba dan arus kas yang tahan lama.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan Microsoft bukan hanya jumlah kursi Copilot atau besarnya backlog. Kuncinya adalah apakah penggunaan Cowork yang berulang dan menguntungkan mampu mengubah belanja infrastruktur AI menjadi imbal hasil yang bertahan lama.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Copilot Cowork mensyaratkan lisensi Microsoft 365 Copilot, lalu mengenakan biaya penggunaan melalui Copilot Credits untuk tugas yang dijalankan.[39]
Copilot Cowork mensyaratkan lisensi Microsoft 365 Copilot, lalu mengenakan biaya penggunaan melalui Copilot Credits untuk tugas yang dijalankan.[39] Pendapatan Microsoft, pertumbuhan Azure, dan backlog kontrak yang besar menunjukkan momentum bisnis, tetapi backlog bukan pendapatan yang sudah diterima dan belum membuktikan margin AI yang menarik.[17]
Lebih dari 30 juta kursi berbayar Microsoft 365 Copilot memberi basis pelanggan potensial, tetapi angka itu belum menunjukkan seberapa sering pelanggan menggunakan Cowork.[49]
Copilot Cowork mensyaratkan lisensi Microsoft 365 Copilot, lalu mengenakan biaya penggunaan melalui Copilot Credits untuk tugas yang dijalankan.[39] Pendapatan Microsoft, pertumbuhan Azure, dan backlog kontrak yang besar menunjukkan momentum bisnis, tetapi backlog bukan pendapatan yang sudah diterima dan belum membu...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How is Satya Nadella shifting Microsoft toward usage-based AI pricing through Copilot Cowork, and what do its recent revenue, Azure growth,. Article summary: Satya Nadella is moving Microsoft from selling AI mainly by the user to selling it by the user *and* by the work performed. Copilot Cowork still requires a Microsoft 365 Copilot subscription, but its tasks incur usage-ba. Topic tags: general, news, general web, user generated, government. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermark
Microsoft menambahkan lapisan biaya berdasarkan pemakaian ke bisnis Copilot. Untuk menggunakan Copilot Cowork, pelanggan tetap memerlukan lisensi Microsoft 365 Copilot. Setelah itu, tugas yang dikerjakan Cowork ditagihkan melalui Copilot Credits sesuai pemakaian.
Bagi Microsoft, model ini membuka peluang untuk memperoleh pendapatan lebih besar ketika pelanggan menyerahkan lebih banyak pekerjaan kepada agen AI. Namun, biaya pelanggan tidak lagi hanya ditentukan oleh jumlah lisensi; besarnya tagihan juga bergantung pada seberapa banyak Cowork digunakan.
Peluangnya terlihat dari pertumbuhan bisnis cloud Microsoft. Tantangan finansialnya lebih sulit: apakah pelanggan akan menggunakan AI secara rutin dan menghasilkan pendapatan yang cukup menguntungkan untuk membiayai kapasitas komputasi di baliknya?
Langganan per pengguna memberi Microsoft pemasukan berulang untuk akses ke layanan. Penagihan berdasarkan penggunaan menambahkan potensi pendapatan yang mengikuti banyaknya tugas yang dijalankan. Dengan kata lain, pelanggan dapat memulai dari sejumlah pengguna berlisensi, lalu membayar lebih ketika pemakaian agen AI meningkat.
Perubahan ini juga memengaruhi cara membaca angka adopsi. Lebih dari 30 juta kursi berbayar Microsoft 365 Copilot menunjukkan adanya basis pelanggan yang besar. Namun, jumlah kursi berbayar saja tidak menjelaskan seberapa sering mereka memakai Cowork atau berapa banyak yang bersedia dibayar untuk tugas-tugasnya.
Bagi Microsoft, pertanyaan bisnisnya adalah apakah pelanggan merasa tugas yang dikerjakan Cowork cukup bernilai untuk digunakan berulang kali. Bagi perusahaan pembeli, pertanyaan praktisnya adalah bagaimana memperkirakan dan mengendalikan biaya pemakaian.
Pada kuartal fiskal IV 2026, Microsoft membukukan pendapatan sekitar US$90 miliar, naik 18% dibandingkan tahun sebelumnya. Azure tumbuh 43% dan pendapatan tahunannya melampaui US$100 miliar. Sementara itu, backlog kontrak komersial mencapai US$678 miliar, naik 84%.17
Backlog kontrak—nilai kewajiban komersial yang masih harus dipenuhi dan diakui sebagai pendapatan pada periode mendatang—memberi petunjuk tentang permintaan yang sudah terikat. Namun, angka itu bukan pendapatan yang sudah diterima, dan pertumbuhan cloud yang kuat tidak membuktikan bahwa setiap beban kerja AI akan menghasilkan laba yang baik. Angka-angka tersebut menunjukkan skala dan momentum, tetapi belum menjawab apakah investasi AI akan memberi imbal hasil memadai.
Microsoft dan OpenAI mengubah ketentuan kemitraan mereka pada April 2026. OpenAI kini dapat melayani pelanggan melalui penyedia cloud lain, sementara Microsoft tetap menjadi mitra cloud utamanya, menurut Reuters.1
Perubahan ini melonggarkan ikatan distribusi yang sebelumnya lebih eksklusif. Akibatnya, produk Copilot, platform cloud, dan hubungan Microsoft dengan pelanggan menjadi semakin penting bagi bisnis AI perusahaan itu sendiri. Kemitraan dengan OpenAI tetap relevan, tetapi tidak lagi menjadi satu-satunya penentu posisi Microsoft di pasar.
Peluang AI Microsoft membutuhkan investasi infrastruktur yang besar. Salah satu laporan memperkirakan belanja modal kuartalan mencapai sekitar US$36 miliar, sementara arus kas bebas turun 23%.20
Di sinilah pertukaran risikonya terlihat jelas: pendapatan berbasis penggunaan dapat membantu membiayai kapasitas AI jika pelanggan menghasilkan permintaan berulang yang cukup menguntungkan. Namun, jika pendapatan dari pemakaian AI tertinggal dari investasi, belanja besar dapat menekan kemampuan perusahaan menghasilkan kas.
Karena itu, indikator pentingnya bukan sekadar ketersediaan Copilot atau pertumbuhan Azure. Yang perlu diperhatikan adalah apakah pelanggan terus memakai Cowork, apakah pemakaian itu menambah pendapatan di luar biaya lisensi, dan apakah keekonomian layanan membaik seiring bertambahnya beban kerja yang ditangani Microsoft.
Saham Microsoft naik sekitar 37,5% selama periode Juli–September, menurut rangkuman pasar pada Oktober.19 Perbandingan terpisah pada September menempatkan Microsoft di sekitar 27 kali laba dan Apple sekitar 37 kali laba.
17 Keduanya merupakan gambaran berdasarkan tanggal dan ukuran tertentu, bukan penilaian permanen atas nilai kedua perusahaan.
Kelipatan valuasi Microsoft yang lebih rendah dalam perbandingan itu mungkin tampak menarik. Namun, hal tersebut tidak menghapus risiko utama: investor masih membutuhkan bukti bahwa permintaan AI dapat berubah menjadi laba dan arus kas yang tahan lama.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan Microsoft bukan hanya jumlah kursi Copilot atau besarnya backlog. Kuncinya adalah apakah penggunaan Cowork yang berulang dan menguntungkan mampu mengubah belanja infrastruktur AI menjadi imbal hasil yang bertahan lama.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Copilot Cowork mensyaratkan lisensi Microsoft 365 Copilot, lalu mengenakan biaya penggunaan melalui Copilot Credits untuk tugas yang dijalankan.[39]
Copilot Cowork mensyaratkan lisensi Microsoft 365 Copilot, lalu mengenakan biaya penggunaan melalui Copilot Credits untuk tugas yang dijalankan.[39] Pendapatan Microsoft, pertumbuhan Azure, dan backlog kontrak yang besar menunjukkan momentum bisnis, tetapi backlog bukan pendapatan yang sudah diterima dan belum membuktikan margin AI yang menarik.[17]
Lebih dari 30 juta kursi berbayar Microsoft 365 Copilot memberi basis pelanggan potensial, tetapi angka itu belum menunjukkan seberapa sering pelanggan menggunakan Cowork.[49]