Emas dan perak melemah untuk pekan kedua karena kenaikan imbal hasil Treasury dan dolar yang kuat mengalahkan dukungan dari data pekerjaan AS yang lemah. Kekhawatiran harga minyak di tengah ketegangan AS–Iran menambah kecemasan soal inflasi dan suku bunga, sehingga membatasi daya tarik aset lindung nilai.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 Luna
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Why did gold and silver fall during the week ending October 2, 2026, despite weak U.S. jobs data and safe-haven demand, and how did rising T. Article summary: Gold and silver fell during the week ending October 2 because the rise in bond yields and the dollar outweighed weak U.S. jobs data and safe-haven buying. Gold was headed for a second weekly decline, and both metals gave. Topic tags: general, news, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers
Emas dan perak mengakhiri pekan yang berakhir 2 Oktober 2026 dalam tekanan, meski laporan ketenagakerjaan AS lebih lemah daripada perkiraan. Penyebab utamanya: kenaikan imbal hasil obligasi Treasury dan dolar yang tetap kuat mengalahkan dorongan sementara dari ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih rendah serta permintaan aset lindung nilai. Kedua logam sempat menguat setelah laporan pekerjaan dirilis pada Jumat, tetapi kenaikan itu kemudian terkikis saat imbal hasil kembali naik. 1
10
15
Emas dan perak tidak memberikan bunga. Karena itu, ketika imbal hasil aset berbunga seperti obligasi meningkat, logam mulia bisa menjadi relatif kurang menarik bagi investor. Dolar yang menguat juga dapat membebani harga logam yang diperdagangkan dalam dolar, karena membuatnya lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain. Tekanan tersebut sudah terasa sebelum laporan pekerjaan dirilis; emas berada di jalur menuju penurunan mingguan kedua berturut-turut. 1
5
Data tenaga kerja yang lemah sempat mengubah perkiraan pasar mengenai kebijakan suku bunga. Pada September, jumlah tenaga kerja bertambah 29.000—jauh di bawah perkiraan ekonom—dan imbal hasil Treasury awalnya turun setelah laporan keluar. Namun, penurunan itu tidak bertahan lama. Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun sempat turun ke sekitar 5,16%, lalu mendekati 5,30% pada akhir sesi. Kenaikan awal emas dan perak memudar ketika imbal hasil pulih dan dolar tetap kuat. 8
10
15
Laporan tenaga kerja yang lebih lemah mengurangi perkiraan bahwa Federal Reserve (The Fed), bank sentral AS, akan menaikkan suku bunga pada Oktober. Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah dan penurunan imbal hasil pada awalnya membantu harga emas dan perak naik pada Jumat. Permintaan aset lindung nilai turut memberi dukungan. 8
Namun, reli itu berumur pendek. Pada perdagangan AS menjelang penutupan, kedua logam kembali melemah. Imbal hasil yang masih tinggi, dolar yang kokoh, serta risiko di pasar minyak disebut sebagai faktor yang membatasi kenaikan. Data pekerjaan mengubah ekspektasi suku bunga, tetapi belum cukup untuk membalikkan tekanan pasar yang lebih luas. 10
Kekhawatiran akan kemungkinan eskalasi konflik AS–Iran mendukung minat terhadap aset lindung nilai. Di sisi lain, risiko di pasar minyak membawa dampak yang berlawanan: harga minyak yang lebih tinggi dapat memicu kekhawatiran inflasi dan menjaga perhatian investor tertuju pada suku bunga. Dalam pemberitaan pekan itu, jalur inflasi dan imbal hasil ini membatasi manfaat permintaan emas akibat ketegangan geopolitik. 7
10
14
Dengan demikian, ketegangan geopolitik tidak otomatis memicu reli yang bertahan lama. Pembelian untuk mencari perlindungan menopang logam mulia, tetapi kekhawatiran soal minyak, inflasi, dan biaya pinjaman menahan harganya. 7
14
Pembelian oleh bank sentral dan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) emas disebut sebagai sumber dukungan jangka panjang bagi emas. Namun, laporan yang tersedia tidak merinci seberapa besar pengaruh pembelian tersebut terhadap harga pada pekan itu. Dukungan itu juga belum mampu mengimbangi tekanan dari imbal hasil dan dolar. 14
Survei mingguan Kitco menggambarkan sentimen jangka pendek yang kurang bullish: analis semakin mendekati mayoritas bearish, sementara optimisme investor ritel berkurang. Sentimen bukan ramalan harga, tetapi memberi gambaran bahwa reli setelah laporan pekerjaan yang gagal bertahan ikut memengaruhi ekspektasi pasar. 14
Data ekonomi berikutnya dan sinyal dari The Fed dapat mengubah perkiraan suku bunga—dan pada gilirannya memengaruhi arah imbal hasil Treasury serta dolar. Risalah rapat The Fed dan data inflasi termasuk hal yang akan dicermati pasar untuk memahami pertimbangan kebijakan serta tekanan harga.
Jika inflasi bertahan atau prospek suku bunga menjadi lebih ketat, imbal hasil yang tinggi dapat terus menekan emas dan perak. Sebaliknya, prospek kebijakan yang tidak terlalu ketat bisa membuka ruang bagi pemulihan. Ini adalah kemungkinan bersyarat, bukan prediksi pasti mengenai harga. 14
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Emas dan perak melemah untuk pekan kedua karena kenaikan imbal hasil Treasury dan dolar yang kuat mengalahkan dukungan dari data pekerjaan AS yang lemah.
Emas dan perak melemah untuk pekan kedua karena kenaikan imbal hasil Treasury dan dolar yang kuat mengalahkan dukungan dari data pekerjaan AS yang lemah. Kekhawatiran harga minyak di tengah ketegangan AS–Iran menambah kecemasan soal inflasi dan suku bunga, sehingga membatasi daya tarik aset lindung nilai.
Survei Kitco menunjukkan sentimen analis mendekati mayoritas bearish, sementara investor ritel tak lagi seoptimistis sebelumnya.