Bitcoin sempat menembus US$87.000 pada Jumat, 2 Oktober 2026, setelah laporan pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan mendorong harapan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menahan suku bunga pada pertemuan bulan itu. Namun, kenaikannya tak bertahan. Pada Sabtu, 3 Oktober, Bitcoin dilaporkan kembali berada di sekitar US$84.600.
9
14
17
Pergerakan ini menunjukkan bahwa kabar ekonomi yang mendukung aset berisiko belum cukup untuk menghapus tekanan jual. Aksi ambil untung, likuidasi di pasar derivatif, serta imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih tinggi turut membayangi reli.
Data pekerjaan memicu kenaikan, tetapi belum menjamin jeda suku bunga
AS hanya menambah 29.000 pekerjaan pada September, lebih sedikit dari perkiraan. Data tersebut sempat menekan imbal hasil Treasury dan memperkuat dugaan bahwa The Fed akan melewatkan kenaikan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober.
9
4
2
Suku bunga acuan The Fed berada di kisaran 3,75%–4,00% setelah dinaikkan 0,25 poin persentase pada September.
1 Namun, jeda pada Oktober bukan berarti siklus kenaikan pasti berakhir. Reuters mencatat bahwa data inflasi dan ekonomi berikutnya masih dapat mengubah perhitungan bank sentral, termasuk membuka kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember.
4
Likuidasi memperbesar pembalikan harga
Saat Bitcoin naik, penutupan paksa posisi jual—taruhan bahwa harga akan turun—ikut menambah dorongan ke atas. Laporan pasar menyebut lebih dari US$120 juta posisi short Bitcoin dilikuidasi dalam 24 jam selama pergerakan menuju US$87.000.
7
14
Setelah harga berbalik, tekanan justru menimpa trader yang bertaruh Bitcoin akan terus naik. Sekitar US$433,6 juta posisi derivatif kripto dilaporkan dilikuidasi dalam 24 jam, dengan kira-kira tiga perempat kerugian berasal dari posisi long.
10
17 Likuidasi terjadi ketika posisi ditutup paksa, umumnya setelah trader tidak lagi memenuhi persyaratan margin; proses ini dapat mempercepat pergerakan harga.
Meski risiko leverage disebut telah berkurang, bukan berarti pasar bebas dari gejolak. Analisis Bitfinex sebelum reli mencatat bahwa open interest—jumlah kontrak berjangka yang masih terbuka—berada di titik terendah sejak Maret. Itu menandakan berkurangnya leverage secara agregat, tetapi tidak menjamin bahwa tidak akan ada likuidasi baru.
8
Aksi jual dan level harga yang dipantau
Analis yang dikutip Lookonchain menyebut investor besar atau whale terus merealisasikan keuntungan saat harga naik. Kepemilikan whale dilaporkan berkurang sekitar 30.000 BTC selama periode konsolidasi sepekan, senilai kira-kira US$2,52 miliar pada saat laporan tersebut dibuat.
5 Di sisi lain, Glassnode melihat kumpulan order jual di sekitar US$87.000, yang menjadi salah satu hambatan bagi reli.
11
Untuk kembali menguat, Bitcoin perlu merebut dan bertahan di area sekitar US$85.000–US$86.500. Sementara itu, US$82.500 disebut sebagai salah satu zona dukungan yang perlu diperhatikan jika harga terus melemah.
13
15 Level-level ini adalah acuan yang dipantau pelaku pasar, bukan batas yang pasti akan menahan atau membatasi harga.
Arus ETF belum memberi sinyal yang sepenuhnya jelas
Permintaan melalui ETF Bitcoin spot AS memberi gambaran campuran. Ada laporan pembelian kembali saat reli berlangsung, termasuk arus masuk bersih US$102,7 juta pada 1 Oktober.
7
22 Namun, Bitfinex mencatat bahwa arus masuk ETF telah melambat hingga kurang lebih sebanding dengan pasokan Bitcoin baru. Menurut analisis itu, kenaikan yang berkelanjutan akan membutuhkan permintaan beli di pasar spot yang lebih kuat.
8
Imbal hasil Treasury yang tetap tinggi juga menjadi faktor persaingan bagi aset seperti Bitcoin, karena investor dapat mempertimbangkan obligasi pemerintah sebagai alternatif. Dengan demikian, laporan pekerjaan yang lemah memberi dorongan awal, tetapi arah Bitcoin selanjutnya masih bergantung pada permintaan beli yang bertahan dan data ekonomi AS berikutnya.
13
16