Harga minyak melonjak pada Kamis, 1 Oktober 2026, ketika pelaku pasar mengkhawatirkan pasokan solar dan bahan bakar olahan lain, serta risiko gangguan pengiriman di Timur Tengah. Sehari kemudian, rencana pelepasan cadangan darurat membantu meredakan sebagian kekhawatiran itu. Namun, pergerakan kedua patokan harga minyak tidak sama: Brent hampir tak berubah, sementara WTI turun lebih banyak.
Mengapa harga melonjak pada Kamis?
Kekhawatiran utama berpusat pada bahan bakar olahan, terutama solar. Kabar bahwa kilang-kilang China menghentikan sementara atau membatalkan sebagian ekspor bahan bakar untuk Oktober, ditambah perpanjangan pembatasan ekspor solar oleh Rusia, memicu kekhawatiran bahwa pasokan bagi negara pengimpor akan menyusut.
4
6
14
Risiko geopolitik ikut memperbesar kecemasan. Laporan mengenai penambahan kekuatan militer AS di kawasan muncul bersamaan dengan kabar serangan terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. Hal itu menghidupkan kembali kekhawatiran pengiriman minyak bisa terganggu, meski arus minyak mentah dari Timur Tengah dilaporkan sebagian besar telah pulih ke tingkat sebelum perang.
9
13
Pada penutupan Kamis, Brent naik 4,4% menjadi US$102,31 per barel, sementara WTI menguat 2,7% ke US$92,87.
9
Apa yang membuat harga mereda pada Jumat?
Rencana menambah pasokan darurat menjadi penyeimbang bagi kekhawatiran soal ekspor dan keamanan pelayaran. Pada Jumat, G7 mengumumkan rencana melepas 100 juta barel cadangan minyak mentah dan solar selama empat bulan. Pelepasan solar dalam jumlah besar direncanakan berlangsung pada tahap awal, sehingga sebagian kekhawatiran tentang ketatnya pasokan bahan bakar mereda.
7
Harga penutupan menunjukkan perbedaan antara kedua patokan tersebut. Brent turun 6 sen menjadi US$102,25 per barel, sedangkan WTI merosot US$1,76 ke US$91,11.
7
Perhatikan harga penutupan, bukan sekadar angka intrahari
Sejumlah laporan pada Jumat mencatat harga yang berbeda-beda karena mengambil cuplikan pada waktu perdagangan yang berbeda. Misalnya, laporan awal menyebut Brent di US$102,60 dan WTI di US$93,14. Angka itu bukan harga penutupan akhir sesi.
1
10
Pergerakan dalam dua hari tersebut mencerminkan tarik-menarik antara dua risiko: pasokan bahan bakar olahan, terutama solar, yang terbatas, dan kemungkinan konflik kembali mengganggu pengiriman. Rencana pelepasan cadangan membantu meredakan kekhawatiran pertama, tetapi laporan serangan dan perkembangan militer membuat prospek pasokan tetap tidak pasti.