Kimi Antonelli ingin menjadikan Grand Prix Bahrain di Malaysia sebagai kesempatan untuk bangkit setelah akhir pekan yang sulit di Baku. Targetnya jelas: kembali ke performa terbaik, bersaing untuk menang, dan memperlebar lagi keunggulannya di klasemen. Ia mengakui George Russell sedang membawa momentum, tetapi menegaskan rekan setimnya itu selalu menjadi rival—dan ia ingin “menata ulang persaingan” di Sepang.
Keunggulan Antonelli kini 66 poin, turun dari 81, dengan delapan putaran tersisa. Jarak itu masih berarti, tetapi Russell sudah menunjukkan bahwa ia bisa memangkasnya dengan hasil besar.
Baku jadi pengingat bahwa satu akhir pekan bisa mengubah banyak hal
Russell meraih pole, memimpin setiap putaran, mencatat lap tercepat, lalu memenangi balapan setelah menahan Max Verstappen. Rangkaian itu disebut Grand Slam di F1, dan menjadi kemenangan ketiganya musim ini. Russell menyebutnya sebagai akhir pekan paling dominan dalam kariernya.
Sebaliknya, Antonelli mengalami kecelakaan pada Q1 dan harus memulai balapan dari posisi ke-16. Ia berhasil bangkit hingga finis kelima, tetapi hasil itu tetap membuatnya kehilangan 15 poin dari Russell. Antonelli bahkan bercanda bahwa di Baku ia mengemudi “lebih seperti nenek saya”—cara santai untuk mengakui bahwa penampilannya jauh dari standar biasanya.
3
18
Upgrade Mercedes dan kebijakan tanpa pembalap utama
Mercedes membawa paket upgrade yang sudah lama dinantikan. Russell berharap pembaruan itu bisa memperbesar keunggulan tim atas para rival dan membantunya melanjutkan performa dari Baku. Namun, dampak sebenarnya baru akan terlihat setelah mobil turun ke lintasan Sepang.
Persaingan di dalam tim juga belum diarahkan untuk menguntungkan salah satu pembalap. Mercedes menyatakan kedua kandidat juara akan mendapat kesempatan yang setara, sehingga Russell tetap bebas mengejar poin dan Antonelli harus menjawabnya lewat performa di lintasan.
Sepang memberi tantangan baru bagi perebutan gelar
Balapan pada 4 Oktober ini secara resmi bernama Grand Prix Bahrain di Malaysia, tetapi digelar di Sirkuit Internasional Sepang. Bahrain tak dapat menjadi tuan rumah karena konflik di Timur Tengah, sehingga Malaysia mengambil alih penyelenggaraan.
5
9
F1 terakhir kali balapan di Sepang pada 2017. Sebagian besar pembalap saat ini belum pernah berlaga di sana dalam F1, sementara panas, kelembapan tinggi, dan kemungkinan badai petir menambah tantangan. Kondisinya berbeda dari Baku, jadi momentum Russell belum tentu otomatis berlanjut—dan Antonelli punya peluang untuk membuktikan bahwa hasil sebelumnya hanya satu akhir pekan yang buruk.
6
12
19
Setiap poin juga penting bagi Mercedes dalam klasemen konstruktor. Hasil kuat dari kedua pembalap akan membantu perolehan tim, tetapi siapa yang tampil lebih baik di Sepang masih terbuka. Bagi Russell, satu kemenangan besar belum cukup untuk menghapus selisih 66 poin; ia perlu terus mengumpulkan hasil kuat. Bagi Antonelli, cara paling langsung untuk menjaga jarak adalah kembali bertarung di depan.
2
8
12